Eksy : "Segera Dibentuk Dewan Kesenian Blora"



"Para pekerja seni dan budaya, kembali mengadukan nasibnya, terkait pembatasan atau bahkan penghentian perhelatan seni budaya, dengan alasan untuk mencegah penularan Covid 19 oleh Aparat Penegak Hukum"

Exy Agus Wijaya

Datangi Dinporabudpar 

BLORA, ME - Sejumlah pekerja seni yang tergabung dalam Aliansi Pekerja Seni Budaya Blora menuntut untuk dibuatkan Dewan Kesenian. Eksy Agus Wijaya, Koordinator Aliansi Pekerja Seni Budaya Blora menyoroti sejumlah persoalan penting terkait nasib seniman itulah, alasan dirinya menuntut kepada Dinporabudpar (Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata) agar segera dibuatkan Dewan Kesenian.

"Sebenarnya banyak permasalahan, tergantung konteksnya," ucap Eksi saat ditemui di Kantor Dinporabudpar Blora, Kamis (27/5/2021).

Menurutnya, dampak pandemi Covid-19 sangat berpengaruh bagi pekerja seni untuk mendapatkan pemasukan mereka selama ini.

"Saat ini bicara tentang pandemi hampir semua elemen masyarakat itu terdampak, dan salah satu elemen yang terdampak ini adalah pekerja seni budaya, bagaimana pekerja seni budaya ini di tengah pandemi tidak bisa maksimal untuk mencari nafkah, untuk memenuhi kebutuhan dapur keluarga itu harus berkarya, berekspresi," katanya.

Peraturan Larangan

Eksi menambahkan para pekerja seni itu juga sangat direpotkan dengan adanya peraturan-peraturan yang melarang mereka untuk mengadakan pentas yang mengundang kerumunan masyarakat 

"Di tengah pandemi ini mereka tidak bisa pentas leluasa dibandingkan sebelumnya, bagaimana untuk pentas harus melalui izin yang menurut mereka sangat ribet dan berbelit-belit, kadang-kadang surat edaran dan implementasi di lapangan itu tidak sinkron," jelasnya. "Untuk kawan-kawan seni budaya juga berpikir masyarakat miskin dapat bantuan, kenapa negara tidak mengalokasikan bantuan ini untuk para pekerja seni budaya, karena sama-sama terdampak dengan pandemi ini," imbuhnya.

Bentuk Dewan Kesenian

Sehingga, pihaknya menuntut kepada Pemkab Blora agar segera membentuk Dewan Kesenian Blora, untuk menampung aspirasi para pekerja seni dan budaya di Blora, sekaligus membuka ruang validasi data terkait kondisinya.

"Keinginan kawan-kawan dengan terbentuknya Dewan Kesenian Blora ini bagaimana event ini nanti yang mengelola adalah Dewan Kesenian Blora, dan dewan ini akan mendistribusikannya dengan penuh rasa keadilan," terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinporabudpar Blora, Slamet Pamudji alias Mumuk mengaku bersedia dan setuju untuk membentuk kembali Dewan Kesenian Blora.

"Jadi kita lansung eksekusi saja, kita ta realisasikan dewan kesenian yang sebenarnya sudah ada sangat lama, tapi tidak aktif, dan pengurus lama juga setuju kalau direorganisasi, jadi kita sudah bentuk tim sebelas untuk merumuskan mulai dari kepengurusan sampai AD ART sampai program kerja ke depan apa-apa yang harus dilakukan untuk memajukan seni budaya Kabupaten Blora," ucap Mumuk.

Bersatu Majukan Seni

Maka dari itu, Mumuk memastikan akan menggandeng para pekerja seni budaya untuk bersama-sama mewujudkan Dewan Kesenian Blora.

"Memang kita harus bersama-sama akan merealisasikan tempat untuk berkumpul teman-teman, mungkin tahap awal belum bisa representatif tapi saya akan coba matur ke Pak Bupati agar teman-teman diberikan tempat untuk kumpul-kumpul untuk berkreasi untuk bisa menampilkan karya-karyanya, tapi untuk yang jangka panjang memang saya perlu pemikiran dari dewan kesenian yang semoga saja insyallah dalam satu bulan bisa terealisasi," jelasnya. (Ari/me)

Posting Komentar

0 Komentar