IKLAN

Iklan Banner

PERAN PRANATA LABORATORIUM PENDIDIKAN, DALAM MENUNJANG KEBERHASILAN PRAKTIK MAHASISWA PRODI KEBIDANAN BLORA Oleh: Ristiana, S.ST

 


Ristiana, S. ST,.

Sarana Vital Laboratorium

BLORA, ME - Laboratorium merupakan sarana vital dalam pendidikan vokasi kesehatan, khususnya Program Studi DIII Kebidanan. Keberhasilan pembelajaran praktik tidak hanya ditentukan oleh dosen dan mahasiswa, tetapi juga oleh peran Pranata Laboratorium Pendidikan atau PLP. Di Laboratorium Kebidanan Blora, PLP memiliki tugas strategis sebagai pengelola teknis yang memastikan seluruh kegiatan praktik berjalan sesuai Standar Operasional Prosedur.Pembahasan  Tugas Utama Pranata Laboratorium Pendidikan Berdasarkan Permenpan RB No. 3 Tahun 2019, tugas PLP meliputi:

a.    Perencanaan & Persiapan Praktikum: PLP bertugas menyiapkan alat, bahan, dan media praktik sesuai jadwal. Di Laboratorium Kebidanan Blora, PLP menyiapkan manekin persalinan, phantom KIE, partus set, dan bahan habis pakai seperti sarung tangan, kasa steril.

b.    Pemeliharaan Sarana Prasarana: PLP melalukan perawatan rutin. Contohnya menjaga kebersihan inkubator bayi, mengecek fungsi tensi digital, dan memastikan phantom tidak rusak.

c.    Pendampingan Praktikum: Saat PLP Pendidikan berlangsung, PLP mendampingi mahasiswa dan dosen. PLP bertugas menjelaskan fungsi alat, mengoreksi teknik penggunaan, serta menjaga ketertiban dan keselamatan kerja di laboratorium.d.   Administrasi Laboratorium: PLP mengelola pencatatan peminjaman alat, inventarisasi bahan habis pakai, dan pembuatan laporan kerusakan sarana.

Kontribusi Pranata Laboratorium Pendidikan 

Kehadiran Pranata Laboratorium Pendidikan yang disingkat PLP, sangat dirasakan oleh mahasiswa, saat mengikuti pendidikan. Bagi mahasiswa baru,  yang pertama kali masuk laboratorium, seringkali bingung, dengan tata letak alat dan cara kerja simulasi. PLP menjadi narasumber teknis pertama yang membimbing mahasiswa agar praktik berjalan efisien dan aman. Selain itu, PLP berperan dalam menjaga mutu pembelajaran. Dengan memastikan alat steril dan berfungsi baik, risiko infeksi silang dapat diminimalkan. Dengan begitu, mahasiswa dapat fokus mengasah keterampilan asuhan kebidanan tanpa terkendala sarana.

Tantangan dan Upaya Peningkatan

Tantangan yang dihadapi PLP di Laboratorium Kebidanan Blora, antara lain keterbatasan alat praktik tidak sebanding dengan jumlah mahasiswa, serta cepat rusaknya bahan simulasi, seperti manekin jahitan. Untuk mengatasinya, PLP berupaya melakukan penjadwalan kelompok praktik secara bergilir, dan membuat media alternatif dari bahan sederhana agar pembelajaran tetap optimal.

Kesimpulan : Pranata Laboratorium Pendidikan adalah garda terdepan penunjang mutu pendidikan vokasi kebidanan. Tanpa peran PLP yang teliti dan profesional, kegiatan PLP Pendidikan di Laboratorium DIII Kebidanan Blora tidak akan berjalan lancar. Oleh karena itu, sinergi antara dosen, mahasiswa, dan PLP harus terus diperkuat. Karena bidan yang kompeten lahir dari praktik yang baik, dan praktik yang baik dimulai dari laboratorium yang dikelola dengan baik oleh PLP.


Posting Komentar

0 Komentar