Antisipasi Covid 19, Pemuda Desa Lakukan "Lockdown"

Pemuda Dukuh Bulak, Desa Janjang tutup sementara jalan menuju kampungnya, sebelum melakukan pemeriksaan kesehatan untuk warga asing, dan cuci tangan untuk warga setempat, untuk antisipasi virus Corona 

"Desa - desa mulai sigap bergerak untuk antisipasi penyebaran virus Corona, mulai dari penyemprotan, cek suhu tubuh dan penyediaan tempat cuci tangan komplit dengan sabunnya, dan melakukan "Lockdown" menutup jalan akses Desa bagi orang asing"

Cegah Virus Corona
BLORA, ME - Pemerintah Desa terus bergerak untuk antisipasi penyebaran virus Corona, dengan menggelar sosialisasi, pengadaan alat pengukur suhu dan tempat cuci tangan lengkap dengan sabun cairnya di seluruh tempat - tempat strategis, dan lakukan penyemprotan disinfektan ditempat publik, seperti Balai Desa, Sekolahan, Tempat Ibadah, dan pusat perdagangan seperti Pasar Desa.

Disamping itu, juga digalakkan penyuluhan keliling menggunakan mobil siaga, dan Kades turun tangan sendiri didampingi Perangkat dan Bhabinkamtibmas serta Babinsa Desa setempat. Beberapa Desa bahkan telah membentuk Satgas atau Relawan Cegah Covid 19, dan dibiayai dengan Anggaran dari APBDes, untuk operasionalnya.

Mustafidah
Kades Sitirejo
Dibiayai Dana Desa 
Mustafidah, Kepala Desa Sitirejo, Kecamatan Tunjungan menyampaikan bahwa untuk cegah penyebaran Covid 19, pihaknya telah menganggarkan sebesar Rp. 15 Juta, dari Pos Anggaran Kebencanaan.

"Anggaran itu untuk membeli peralatan yang dibutuhkan, seperti tempat pencuci tangan, sabun, untuk dibagikan kepada Ketua RT dan RW, serta tempat - tempat umum lainnya, kemudian pembelian alat semprot disinfektan dan lain sebagainya, pokoknya kami berupaya maksimal agar tidak terjangkit, soalnya Kabupaten tetangga (Rembang.red) sudah berstatus KLB" paparnya kepada Monitor Ekonomi.
Jajaran Pemerintah Desa bersama Bidan Desa, Bhabinkamtibmas dan Babinsa bahu membahu lakukan penyemprotan disinfektan cegah Covid 19

Belanja APD Lengkap
Hal yang sama juga dilakukan oleh Sarmini, Kepala Desa Bacem, Kecamatan Jepon, juga menganggarkan dana darurat bencana Covid 19, dari Dana Desa sebesar Rp. 8 Juta, untuk biaya pengadaan Alat Pelindung Diri, Tempat Cuci Tangan lengkap untuk 11 RT dan 2 RWnya, penyemprotan Disinfektan periodik, serta operasional Satgas yang telah dibentuk.

"Kami siapkan anggaran sementara kecil dulu, hanya Rp. 8 Juta, wong Desa kami juga kecil, nanti lihat perkembangan, akan ditambah jika memang masih kurang" ungkap Kades yang getol turun tangan mengurus warganya, saat di Rumah Sakit bahkan hingga dirujuk sekalipun.

Pemuda Lakukan "Lockdown"
Sementara itu, beberapa pemuda dari  Desa Janjang, Kecamatan Jiken bersepakat untuk menutup akses jalan masuk ke Desanya, baik yang dari arah Desa Bleboh, maupun yang dari arah Desa Nglebur. Penutupan dilakukan dengan memasang kayu panjang dengan diberi pemberat didukungnya, dan dipasang kertas dengan bertuliskan "Mohon Maaf, Sementara Jalan Ditutup Untuk Mencegah Covid 19" meskipun sederhana, namun bermakna bahwa mereka sigap untuk mencegah penularan virus Corona dengan melakukan "Lockdown" tingkat Desa.

Tokoh Pemuda Dukuh Bulak, Desa Janjang, Ari mengungkapkan, bahwa upayanya adalah membangun Posko untuk mengamankan kampungnya, Dukuh Bulak, dari kedatangan orang asing, agar melakukan cuci tangan dulu, dan periksa kesehatan ke Puskesmas dulu.

"Sebenarnya itu adalah Portal kesiapsiagaan dan Posko Cegah Covid, kami pemuda Desa Bulak berinisiatif melakukan penutupan jalan untuk warga agar cuci tangan dulu pakai sabun, sebelum masuk kampung, sedangkan untuk warga asing dan perantau, harus periksa kesehatan di Puskesmas, kemarin ada empat orang perantau dari Bogor 2 orang, Jakarta dan Surabaya masing - masing 1 orang, yang pulang mudik ke Janjang tiba jam 3.30 dinihari, kami minta periksa dulu ke Puskesmas Jiken, dan Alhamdulilah mereka kondisinya baik, tapi tetap kami minta untuk isolasi diri selama 14 hari." paparnya kepada Monitor Ekonomi melalui sambungan telepon seluler. (Rome)

Posting Komentar

0 Komentar