SEHARUSNYA ADU GAGASAN

 Oleh : Santoso Budi Susetyo


Sejak beberapa bulan terakhir ini saya terlibat proses pemenangan  Calon Kepala Daerah apalagi juga sebagai Ketua Partai yang mengusungnya. Selain berkontribusi dalam hal kebijakan strategis juga terjun berjibaku di lapangan. Siap menjadi pemikir, sekali waktu juga menjadi layaknya kurir. Berdiri di depan sebagai ujung tombak sesekali menjadi ujung tombok. Mergawe bengi harus dilakoni demi bisa bersama dan mengajak orang yang siap mbelani. 

Tidak kaget. Ya, saya sudah terbiasa menghadapi dinamika dan tuntutan pada  kontestasi pemilu seperti ini. Setidaknya sudah 20 tahun saya mengakrabi fitur demokrasi 5 tahunan ini. 

Realitanya untuk mendapatkan dukungan agar menjadi pilihan bukan merupakan hal yang sederhana lagi mudah. Kesiapan sumber daya dan dana yang memadai ditambah penguasaan lapangan menjadi satu paket yang harus dimiliki. Struktur pemenangan dan tim sukses menjadi keniscayaan yang harus disiapkan. Kira-kira seperti inilah yang dilakukan mayoritas kandidat dalam kompetisi elektoral di daerah dan kabupaten Blora salah satunya.

Gambaran seperti di atas seolah berbanding terbalik saat saya membaca artikel yang isinya tentang  hendaknya pilkada Blora  ini menjadi ajang adu gagasan untuk Blora ke depan. Saya sepakat 1000% bahwa memang idealnya untuk mengajak masyarakat agar mau mendukung pada calon hendaknya dikedepankan kuatnya visi-misi program yang ditawarkan juga agar saat memberikan suaranya pemilih mendasarkan atas kecocokan dan kepercayaan atas janji politik yang tersurat dan tersirat dalam jargon politik kandidat. 

Terlepas apa penyebabnya fakta yang kita temui adalah  masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya banyak yang mendasarinya dengan kepentingan sesaat yang bersifat transaksional. Bahkan dalam bukunya pengamat politik Burhanudin Muhtadi menyampaikan perilaku politik seperti ini dengan data hasil riset dan penelitiannya.

Salah satu tugas partai politik adalah dengan memberikan pendidikan politik. Selain kepada kader tentu juga kepada masyarakat luas. Tantangannya adalah bukan merupakan pekerjaan ringan saat kita berbicara normatif dan ideal tentang demokrasi dan pemilu. Meski demikian kenyataannya tidak berarti lalu tanpa melakukan upaya perbaikan.

Dalam banyak kesempatan meminta dukungan saya selalu usahakan menyampaikn alasan mengapa harus memilih kandidat yang saya tawarkan. Meski tidak detail, ada gambaran yang akan dilakukan saat terpilih nanti. Mungkin tidak memadai tapi semoga selalu ada upaya pencerahan.

Mudah dan terbukanya arus informasi saat ini menjadikan banyak kelompok masyarakat yang kritis terhadap kebijakan penyelenggaraan pemerintahan. Harapannya adalah penyampaian visi-misi kandidat saat ini juga bisa diperhatikan agar menjadi pertimbangan dalam menyampaiakn rekomendasi atas sebuah pilihan kepada masyarakat kebanyakan.

Sesungguhnya warga Blora merindukan pemimpin yang kokoh dalam gagasan yang siap mensejahterakan. (SBS/)

Posting Komentar

0 Komentar