Peran BAZNAS Hadapi Pandemik Covid 19

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid Kabupaten Blora, H. Djoko Nugroho yang sekaligus sebagai Bupati Blora, menerima bantuan APD untuk tenaga medis dari BAZNAS Kabupaten Blora (HMS/BAZ)

"Sebagai Lembaga Sosial Keagamaan, Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Blora, memiliki peran yang penting dan strategis. Terutama disaat pandemik Covid 19 ini, BAZNAS lebih sigap memahami dan menghadapi gejolak sosial dan ekonomi di masyarakat"

Pungutan Dari ASN
BLORA, ME - Sebagai pemungut dan penyalur dana dari zakat para Aparatur Sipil Nasional (ASN) secara rutin sebulan sekali, Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Blora, dituntut sigap, tanggap dan terbuka dalam pengelolaannya, hal itu diungkapkan Ketua BAZNAS Kabupaten Blora, KH Ali Muchdlor, kepada Monitor Ekonomi, di Kantor Baznas, Jl. Kolonel Sunandar Nomor 63, Kelurahan Mlangsen, Blora Kota, pada Senin pagi (19/5/2020).

"Setiap rupiah yang diambil harus bisa dipertanggungjawabkan dengan sebaik - baiknya. Pengelolaan yang efektif, efisien dan akuntabel serta tepat pada sasarannya, yaitu warga fakir miskin, adalah tujuan kami sebagai pengelola dana umat muslim, bahkan yang bukan muslim pun, karena mereka ASN, juga rela diberikan kepada BAZNAS" ungkap Pengasuh Pondok Pesantren An Nur, Dukuh Seren, Desa Sendangwungu, Kecamatan Banjarejo itu.

Sigap Hadapi Covid
Dalam kondisi normal, BAZNAS Kabupaten Blora mampu mengumpulkan sekitar Rp. 500 Juta per bulan, untuk dikelola dan disalurkan, untuk membantu bedah rumah warga, biaya Rumah Sakit, dan sembako rutin untuk warga fakir miskin, bahkan nyumbang dana untuk para pendatang yang terlantar di Blora.

Namun kini, saat wabah Covid 19 melanda Indonesia, termasuk Blora. Untuk mendukung program Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 di Kabupaten Blora, peran BAZNAS juga sangat strategis, membantu pengadaan APD untuk tenaga medis di Fasilitas Kesehatan.

"Total kami telah menyalurkan dana zakat untuk bulan April ini, sebesar Rp. 669 Juta, hanya untuk membantu mengatasi pandemik Covid 19 ini, yaitu membantu pengadaan alat pelindung diri (APD) di beberapa lembaga penanganannya, yaitu  Posko Gugus Tugas Kabupaten, Fasilitas Kesehatan baik milik Pemerintah maupun swasta, di RSUD R. Soetijono Blora, RSUD R. Soeprapto Cepu, RS PKU Muhammadiyah Cepu dan Blora, RS DKT Blora, RS Permata Blora, Klinik Kesehatan Yonif 410 Alugoro, dan Puskesmas Banjarejo, dan memberikan bantuan keuangan kepada GTT dan PTT Dinas Pendidikan Kabupaten Blora" papar Muhammad Fajri, Koordinator Pelaksana Lapangan BAZNAS Kabupaten Blora.

Bantu GTT/PTT
Disamping pemberian alat pelindung diri untuk tenaga medis, di berbagai Fasilitas Kesehatan, BAZNAS Kabupaten Blora, juga memberikan bantuan keuangan untuk lebih dari 900 orang Guru Tidak Tetap/Pegawai Tidak Tetap di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Blora, dengan jumlah total anggaran sebesar Rp. 274 Juta.

"Untuk zakat yang dipungut dari Dinas Pendidikan Kabupaten Blora, yang mencapai Rp. 274 Juta, kami salurkan kembali untuk lingkungan Dinas Pendidikan tersebut, untuk membantu keuangan dari para GTT/PTTnya, untuk 900 an orang, kami sudah koordinasi dengan Kepala Dinas, diutamakan untuk GTT/PTTnya yang masih minim, atau Dana BOS Regulernya kecil, per orang kita tambahi pendapatannya Rp. 300 Ribu, semoga itu bisa meringankan beban mereka, yang juga terdampak Covid ini," ungkap Ketua BAZNAS Kabupaten Blora kembali. (Rome)





Posting Komentar

0 Komentar