Audiensi Geram Tanyakan Penanganan Covid 19

Aktivis dari Geram Blora melakukan audiensi dengan Pemkab Blora terkait penanggulangan Corona (Rome)

"Puluhan aktivis dari Gerakan Rakyat Menggugat atau yang disingkat Geram, kembali beraksi, kali ini meminta audiensi kepada Pemkab Blora, terkait upaya penanganan dampak Covid 19 bagi masyarakat Blora,"

Audiensi Aktivis Geram
BLORA, ME - Bertempat di Ruang Rapat Gedung Samin Surosentiko Lantai 2, puluhan aktivis dari Gerakan Rakyat Menggugat yang disingkat Geram. Agendanya adalah meminta gelar audiensi dengan para pemangku kebijakan di Pemerintah Kabupaten Blora.

Hadir dalam audiensi tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Blora, Komang Gede Irawadi, mewakili Bupati Blora, Djoko Nugroho, didampingi oleh Asisten 2 Bupati Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat, Suryanto, Kepala Bappeda Blora, Samsul Arief, Kepala BPPKAD Blora, Maskur, Asisten 3 Bupati Blora, Heni Indrawati.

Komang Gede I
"Kami ucapkan selamat datang dan terimakasih atas kehadiran dari aktifis Geram, yang dipimpin oleh Mas Kokok dan Mas Seno, yang tujuannya adalah baik, yaitu memberikan masukan dan menjalankan fungsi pengawasan pada kami, agar melaksanakan amanat tugas dengan baik, bisa menyelesaikan kondisi darurat akibat dari wabah Covid 19 ini," papar Komang, membuka jalannya audiensi.

Penanganan Belum Optimal
Menurut Geram melalui 3 Juru Bicaranya, ada beberapa point' yang menjadi sorotan, atas pelaksanaan pencegahan wabah Covid 19 tersebut, yang bila dibiarkan dampaknya akan membahayakan bagi warga Kabupaten Blora.

Eko Arifianto menyampaikan bahwa penanganan di Blora belum optimal dilaksanakan oleh Pemkab Blora.

"Ada 2 (dua) isu besar yang ingin kami sampaikan dan kawal dalam penanganan Covid-19 di Kabupaten Blora, yaitu penanganan kesehatan  dan realokasi anggaran dari APBD Blora 2020, sementara
update data pemudik ke Blora dari epicentrum wabah ( DKI, Jakarta, Surabaya, Bali, dll) per minggu 5 April 2020) yang sudah sejumlah 12.860 orang, harus menjadi catatan penting. Dan potensi gelombang pertambahan jumlah pemudik masih akan terus bertambah, termasuk  BMI (Buruh Migran Indonesia). Pendataan pemudik yang dilakukan desa serta pemeriksaan yang dilakukan bidan desa belum di rasa cukup untuk penanganan Covid 19." papar Kotak panggilan akrabnya.

Eko Arifianto dan Seno Margo Utomo dari Geram menggelar audiensi dengan Pemkab Blora, terkait penanganan dampak Covid 19 bagi kesehatan dan ekonomi warga

Tangani Pemudik Awal
Saat ini ada sekitar 12.860 orang perantau yang sudah tiba di Blora melakukan mudik lebih awal. Merespon hal tersebut pemerintah Kabupaten Blora hendaknya sigap mengambil langkah-langkah strategis melalui penyiapan dan penguatan kapasitas sumber daya kesehatan baik di rumah sakit, laboratorium, dan fasilitas kesehatan lainnya.

" Tidak hanya sekedar alat Rapid test dan ruang isolasi rawat inap sebanyak 5 tempat tidur dalam 5 kamar saja, kami minta transparansi dalam penggunaan anggaran oleh semua elemen masyarakat. Dana 16 Miliar khusus untuk penanganan kesehatan, yang sudah direalokasi dari 2 RSUD, Dinkes dan Dinas Pendidikan. Selain itu transparansi dana juga dilakukan pada dana-dana dari donasi warga, CSR perusahaan  dan sumbangan lain yang masuk ke rekening Gugus Tugas Covid-19 Pemkab Blora, dan kami mengusulkan pos realokasi 30% dari efisiensi APBD 2020 totalnya adalah Rp 77 Milyar",ungkap" papar Seno Mardi Utomo, mantan Anggota DPRD Blora dari PKS.

Exsi
Libatkan Seluruh Elemen
Sementara itu, Eksi dari Tokoh Pergerakan Blora Selatan menyampaikan, agar pemerintah sungguh - sungguh menangani dampak Covid 19 ini, dengan melibatkan seluruh jajaran baik eksekutif maupun parlemen, serta masyarakat.

"Kami minta, aparat Negara baik dari Eksekutif maupun legislatif bahu membahu atasi dampak Covid ini, bersama dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk aktifis ekstra parlemen, libatkan semua, alihkan dana - dana tersebut, tidak hanya untuk penanganan kesehatan, namun juga dampak sosial dan ekonomi masyarakat, gerakkan UMKM dari pengalihan anggaran tersebut, untuk kaum.yang rentan miskin, dan awasi dengan sebaik - baiknya, agar tidak dikorupsi," tandas Eksi.

Menanggapi seluruh masukan tersebut,
Sekda Kabupaten Blora, Komang Gede Irawadi, menyampaikan rasa terimakasih atas kepedulian dan perhatian dari Geram.

"Pada dasarnya, tujuan kita sama, untuk kepentingan masyarakat Blora, agar bisa menghadapi wabah Covid 19 ini dengan baik, kami bersama seluruh jajaran terus bekerja keras, dalam menangani ini, baik  dari sisi kesehatan maupun penanganan dampak sosial dan ekonomi warga, dan kami minta agar terus dibantu, dalam pengawasan dan masukannya kepada kami," paparnya, menutup audiensi yang digelar pada Senin siang (6/4/2020) di Gedung Samin Surosentiko tersebut. (Rome)






Posting Komentar

0 Komentar