Siswa Lakukan Tanam Cabe Massal

Ajari anak cinta lingkungan dengan gerakan tanam pohon massal
Tanam Massal Cabe
SOLO, ME- Jeda Penilaian Tengah Semester (PTS) satu, seluruh siswa - siswi dari SD Muhammadiayah 1 Ketelan diajak   mengisi kegiatan tanam massal  di media polybag.
Hal itu dilakukan oleh 400 siswa, di halaman sekolahnya. Tujuannya adalah sebagai paru-paru kota, serta sebagai upaya ketahanan pangan di sekolah  dengan kantin sehat.
Siswi lakukan tanam pohon cabe massal di polybag dan pot
Hasil dari tanaman itu nantinya dapat menjadi suplai bagi kebutuhan pangan kantin sekolah dalam menyediakan makanan sehat, dilaksanakan serempak, Senin (23/9/19).

Satu Anak Satu Pohon
Kepala Sekolah Hj. Sri Sayekti, S.Pd., M.Pd menjelaskan, inisiatif gerakan penanaman satu anak satu pohon merupakan  terobosan sangat berharga. Ini bentuk komitmen sekolah terhadap lingkungan, sebagai salah satu mewujudkan sekolah Adiwiyata dan sekolah sehat.
“Acara ini wajib mendapat dukungan dari kita dan semua pihak, khususnya warga sekolah dan bentuk syukur kami kepada Allah atas nikmat udara segar dengan cara merawatnya berupa menanam pohon sebanyak-banyaknya. Sekaligus wujud keprihatinan kami atas musibah kabut asap yang terjadi saat ini. Bumi butuh dijaga dan dirawat,” ujarnya.

Program belajar PHBS
Ditambahkan Yekti, kegiatan tersebut juga merupakan program pembelajaran di luar kelas yang menyenangkan. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS ) anak akan terbangun.
Anak-anak nantinya  di era industri 4.0 jadi terbiasa untuk mengonsumsi buah dan sayuran yang menyehatkan.

“Bagian dari pendidikan karakter, jasmani serta lingkungan hidup. Dikemas dengan kegiatan yang menyenangkan maka pesan edukasinya diharapkan lebih efektif diterima anak anak karena mereka diajak terlibat langsung untuk menanam pohon, bentuk antisipasi kita misalnya harga cabai, tomat mahal juga melatih anak-anak bisa memanfaatkan barang bekas yang bermanfaat,” imbuhnya.

Siswa Senang Lakukan
Upayanya melalui program pembelajaran luar kelas, yaitu pelestarian lingkungan dengan ketahanan pangan yang sehat. Mencegah terjadinya pencemaran atau polusi dengan tidak membakar sampah di sekolah. Mencegah kerusakan lingkungan hidup dengan cara merawat tanaman di lingkungan sekolah dan laboratorium botani. Siswa Kelas VIA Indira, mengaku senang diajak membuat pot dan menanam tenaman kebun. Dia bercerita jika cabe sama terong dibelikan mamanya sepulang pulang kerja.

“Di rumah aku juga senang bunga dan tanaman obat keluarga atau dikenal dengan apotik hidup seperti Kunyit (Curcuma domestica Val.), Jahe (Zingiberaceae), Kencur, Temulawak,” ucapnya sambil tersenyum yang juga anggota dokter kecil UKS. (Humas/nugi/me)

Posting Komentar

0 Komentar