Melihat Tingkah Menggemaskan Haji dan Hajjah Cilik


TK Paud Al Karomah
BLORA, ME - Dengan berpakaian haji dan hajjah yang serba putih, anak - anak dari TK dan Paud Al Karomah, Blora. Menjalankan program belajar di luar kelas, yang rutin dilaksanakan setahun sekali. Bertempat di Kawasan Tirtonadi Reborn, puluhan anak mengikuti pelajaran tentang Manasik Haji. Hal ini dilakukan untuk menanamkan nilai - nilai Islami. Menurut Kepala Sekolah TK Paud Al Karomah, Dwi Setyorini mengungkapkan, bahwa kegiatan mengajak anak - anak didiknya belajar di luar kelas, adalah untuk memberikan suasana baru kegiatan belajar mengajar, agar anak - anak tidak bosan hanya belajar di kelas.
"Biar anak - anak tidak jenuh belajar di kelas saja, sekaligus untuk belajar mengenal lingkungan di luar sekolah, ini sudah kami lakukan setiap tahun," ungkapnya kepada Monitor Ekonomi.


Belajar Manasik Haji
Dengan membawa alat - alat peraga haji, anak - anak diajari prosesi manasik haji. Mulai dari kedatangan di Musdalifah, Wukuf, Lempar Jumrah, kemudian menuju Mina, dan berjalan mengelilingi Ka'bah, sebagai inti dari perjalanan menunaikan ibadah Haji dan Hajjah. Semua dilaksanakan oleh anak - anak, dengan bimbingan guru - guru yang seluruhnya perempuan. Tingkah - tingkah lucu khas anak, ada yang berjalan - jalan sendiri, tertawa - tawa, menjahili temannya, ada juga yang menangis mencari ibunya. Dengan sabar para guru membimbing mereka.
"Kami ingin menanamkan nilai - nilai Islam pada anak - anak, semoga mereka saat dewasa nanti, bisa menjalankan rukun Islam yang terakhir yaitu Ibadah Haji, dan berperilaku yang baik sesuai dengan nilai - nilai Islami." paparnya kembali.


15 Tahun Berdiri
Perjuangan para guru TK Paud Al Karomah patut diacungi jempol. Sejak berdiri 15 Tahun yang lalu, TK Paud Al Karomah konsisten mendidik karakter anak - anak yang memiliki akhlakul karimah yang baik. Oleh karena itu, sudah sewajarnya banyak orang tua yang mempercayakan pendidikannya di TK Paud yang berada di Jl. Cendana, Kelurahan Mlangsen, Kecamatan Blora.
"Sampai saat sini, jumlah murid mencapai 90 an anak, dua kelas di Paud, Alhamdulillah bisa menjalankan amanah dari orang tua siswa, selama 15 tahun ini," ungkap Dwi Setyorini, yang juga menjadi Kepala Sekolah sejak pertama berdiri itu. Saat diminta menyampaikan pesan dan harapannya, Bu Rini menyampaikan bahwa pendidikan adalah tanggungjawab bersama, baik sekolah dan orang tua dari siswa siswi tersebut.
"Kami berharap orangtua ikut mengawasi perilaku anak, apalagi di jaman sekarang, perkembangan teknologi media sosial dan digital, mohon agar orangtua membatasi penggunaan Handphone di rumah, maksimal 2 jam sehari, mari kita awasi bersama," imbuhnya kembali kepada Monitor Ekonomi. (Rome)



Posting Komentar

0 Komentar