70% Kades Petahana Gugur

Ilustrasi

• Pilkades serentak di Blora
BLORA, ME - Secara umum pelaksanaan Pemilihan Serentak 242 Kepala Desa berjalan dengan sukses, aman, dan kondusif. Bupati Blora, Djoko Nugroho mengapresiasi panitia pelaksana Pilkades, saat meninjau coblosan di Desa Kalisari, Kecamatan Randublatung. Dengan mengendarai motor trail merah kesayangannya, dengan didampingi ajudan - ajudannya.

"Pelaksanaan Pilkades kali ini sangat bagus, panitianya pinter dan kreatif, kotak - kotak diberi warna - warna berbeda, sehingga memudahkan pemilih, ini saya muter - muter untuk ngecek, dibantu Pejabat OPD dibagi titik pantauannya," paparnya kepada Monitor Ekonomi.

Bupati Blora, Djoko Nugroho turun ke lapangan pantau
pelaksanaan Pilkades Serentak 2019
Akan evaluasi Perbup
Saat dikonfirmasi terkait 2 (Dua) Desa yang gagal menyelenggarakan Pilkades. Orang Nomor 1 di Blora itu, mengakui kelemahan Perbup yang ada, sehingga ada celah untuk menggagalkan pelaksanaan kontestasi pemilihan para " Petinggi " Desa itu.

" Saya akan evaluasi, kita pelajari Perbupnya, mana - mana yang bisa menjadi celah, direvisi, kemudian diberikan juga sanksi - sanksi bagi mereka yang melanggar, agar ke depan tidak terjadi lagi, kasus seperti di Desa Dringo, untuk Desa Biting, itu sudah sesuai, karena ijazahnya dari Pondok Pesantren, itu informal harusnya ijazah formal," jelasnya kembali.

Kades Petahana berguguran
Kades terpilih Desa Jimbung, Pasrah
Situasi mengejutkan terjadi, dari hasil akhir perhitungan suara. Di beberapa Kecamatan, seperti Kedungtuban, Jepon, Blora Kota, Tunjungan, berdasarkan data - data yang beredar dari berbagai media sosial. Para calon Kades petahana berguguran. Contoh di Kecamatan Kedungtuban, dari 17 Desa yang mengikuti Pilkades, 10 Kades Petahana tumbang. Kades Jimbung, Pasrah yang kembali menjabat untuk periode kedua ini, untuk masa bakti 2019 - 2015, merasa terheran atas kegagalan koleganya.

" Bagaimana mungkin, mereka gagal ya, padahal kinerja mereka juga bagus, dan merakyat lho, heran saya," ungkapnya, usai mengikuti perhitungan suara di Balai Desa Jimbung, yang dimenangkannya atas lawannya, yang tak lain adalah istrinya sendiri.

70% Petahana tumbang
Suasana perhitungan suara di Desa Jimbung,
Kecamatan Kedungtuban
Sementara itu, di beberapa Kecamatan lain, yaitu Blora Kota, dari 16 Desa, yang Pilkades, hanya para Petahana dari Desa Sendangharjo, Ngadipurwo, Andongrejo, dan Purworejo, yang masih bertahan, lainnya gugur, tidak mencalonkan kembali, seperti di Desa Tempuran, Desa Temurejo dan Desa Jejeruk.

Di Kecamatan Jepon, dari 20 Desa, ada 7 Desa, yang masih dipilih warganya untuk tetap memimpin, antara lain yaitu Desa Soko, Bacem, Sumurboto, Gedangdowo, Balong, Nglarohgunung dan Seso tetap menjabat untuk periode selanjutnya, sisanya diisi Kades baru. Desa Brumbung dan Gersi tidak ikut Pilkades, karena telah melaksanakan pada tahun 2017 yang lalu, sementara itu, Kades Petahana Desa Waru, memilih untuk tidak mencalonkan diri kembali. Dari sampel data dua Kecamatan tersebut, diprediksikan 70% Kades Petahana berguguran. Nampaknya tagar 2019 Ganti Lurah (Kades) dilaksanakan oleh masyarakat Desa tersebut. (Rome)

Posting Komentar

0 Komentar