RISET UNGGULAN DAERAH BLORA DIPAPARKAN

Pemaparan Riset Unggulan Daerah Kabupaten Blora tahun 2019
Riset Unggulan Daerah
Blora, ME - Bertempat di Gedung Pertemuan Lantai 2 Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Blora. Pemaparan Riset Unggulan Daerah Kabupaten Blora dilaksanakan. 3 ( tiga ) Periset dengan objek penelitian yang berbeda, akan memaparkan ide gagasan yang menjadi latar belakang penelitiannya, metodologi pengumpulan data, baik kualitatif kuantitatif maupun pemaparan destruktif komparatif. Seluruhnya adalah bertujuan memberikan masukan dan rekomendasi untuk pemangku kepentingan di Blora. Satu persatu periset diberi waktu untuk menjelaskan penelitiannya.

Penelitian pajak Daerah
Sesi yang pertama, penelitian dari Anjar Prasetyo, Peneliti dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kota Magelang dengan judul penelitiannya yaitu " Fokus Pajak Daerah sebagai Sumber Pendapatan Asli Daerah", Anjar Prasetyo menjelaskan poin - poin pendahuluan, yang terdiri dari latar belakang, maksud dan tujuan, keluaran, Dasar Hukum dan Ruang Lingkup Kegiatan yang menjadi objek penelitiannya, dalam pemaparannya juga menjelaskan terkait struktur pendapatan Daerah Kabupaten Blora dari tahun 2013 - 2018. Disampaikan olehnya 3 sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Blora.
" PAD Kabupaten Blora berasal tiga sumber, pertama berasal dari dana bagi hasil pajak dan dana bagi hasil bukan pajak, yaitu 67,5% Dana Transfer dari Pusat berupa Dana Alokasi Umum ( DAU) dan Dana Alokasi Khusus ( DAK ), 23,6 % dari Hibah Darurat, Dana Otsus, Bankeu dan lain - lain, terakhir adalah 8,83% berasal dari pajak Daerah, Retribusi, Pengelolaan Kekayaan Daerah, PAD lain - lain," paparnya.

Analisa Transportasi Dan Ekonomi
Peneliti selanjutnya adalah Guntur, dari Sekolah Tinggi Teknologi Ronggolawe (STTR) Cepu, yang membuat judul penelitiannya yaitu " Analisa Transportasi dan Ekonomi Kawasan Ruas Jalan GOR Mustika Blora". Dalam ringkasannya, Peneliti ingin mengemukakan perkembangan tata guna lahan di kawasan Jalan GOR Mustika Blora dan sekitarnya, akan mempengaruhi permintaan transportasi, berupa bangkitan perjalanan.
" Perkembangan tersebut perlu diimbangi dengan penyediaan transportasi dan sarana infrastrukturnya yang memadai, untuk meminimalkan dampak negatif akibat ketidakseimbangan antara permintaan dengan penyediaan sarana transportasi, disamping itu dampak dari perubahan tata guna lahan akan menimbulkan dampak pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut," paparnya di hadapan audiens dari OPD terkait dan para Mahasiswa dari kampus Akademi Keperawatan dan Kebidanan di Blora.

Dampak relokasi pasar
Paparan terakhir, yang disampaikan oleh Lukman Wijayanto. Bersama tim penelitinya mengambil thema yang dilatarbelakangi perpindahan pedagang dari pasar Induk Blora, Pasar Blora dan Pasar Rajawali, di Pasar baru yang diberi nama Pasar Sido Makmur, yang berada di kawasan Gabus, Kelurahan Mlangsen, Kecamatan Blora Kota. Penelitian yang mengambil judul " Perubahan Pendapatan (Sosial Ekonomi) Pedagang Pasca Relokasi dari Pasar Induk Blora menjadi Pasar Sido Makmur" yang disusun oleh Tim Penyusun yang terdiri dari Akademisi, Pengamat Budaya, Jurnalis dan Mahasiswa. Dalam pemaparannya, Lukman Wijayanto, menjelaskan latar belakang dan metodologi tim penelitinya.


  • " Perpindahan Pasar yang kami teliti dengan metodologi pengumpulan data melalui wawancara dengan para pedagang di Pasar Sido Makmur di Gabus, dimaksudkan untuk memberi gambaran yang jelas terkait realita dampak - dampak yang dialami oleh Pedagang, yang mengalami penurunan pendapatan akibat sepinya pembeli di Blok A dan Blok B, namun juga ada peningkatan pendapatan yang signifikan setelah di relokasi ke Pasar Sido Makmur," paparnya. (Rome)

Posting Komentar

0 Komentar