OMAH SETRUM BLORA SOLUSI ENERGI BARU TERBARUKAN UNTUK INDONESIA


• Program Inovasi Teknologi
BLORA, ME
- Setelah sukses membuat lampu penangkap hama, untuk menanggulangi serangga penggerek tanaman padi, dengan tenaga angin dan solar cell. Inovasi itu berhasil memenangkan sebagai Juara 2 Nasional di Ajang Toyota Eco Youth 2017. Noer Hanif, guru otomotif SMKN 1 Blora, melanjutkan inovasinya dengan menciptakan pembangkit listrik portable bertenaga hybrid, yaitu dengan memanfaatkan tenaga sinar matahari dan angin. Sumber energi yang menjadi anugerah Tuhan Yang Maha Esa bagi Indonesia. Dan inovasi ini mendapat apresiasi dari Kementrian Riset Dan Teknologi Republik Indonesia ( Kemenenristek RI ).
"Omah setrum ini adalah pembangkit listrik hybrid, dengan memanfaatkan tenaga matahari dan angin, sebagai penggeraknya adalah generator low RPM yang juga kami rancang sendiri, memanfaatkan kandungan lokal yang ada, kalau harus beli, mahal sekali," ungkapya kepada para awak media, saat media gathering di Rumah Makan di kawasan Embung Rowo, Sabtu (27/7/2019).

Dapat bantuan Kemenristek RI
Saat mengikuti ajang pameran teknologi di Jakarta, stand dari Omah Setrum Blora, mendapatkan pesanan dari pengunjung, 2 unit pembangkit Omah Setrum.
"Kami mendapatkan pesanan 2 unit dengan nilai total Rp. 65 Juta, dan itu membuat kami menjadi stand dengan penjualan tertinggi dari seluruh stand se Indonesia yang mengikuti ajang tersebut, dan ini membuat Dirjen Kementrian Riset dan Teknologi, Bu Retno meminta kami mengembangkan dan diberikan bantuan Dana Hibah sebesar Rp. 415 Juta untuk membentuk perusahaan, mengurus hak paten dan memproduksi, semula kami diminta menggarap 30 pembangkit Omset (Omah Setrum.red), namun karena terkendala lokasi yang sulit maka kami hanya sanggup membuat 16 unit saja, untuk di Jawa, dan untuk itu, kami menggandeng LPPM Universitas PGRI Semarang, untuk membantu kami untuk mengurus semuanya, dan Alhamdulillah semua paten telah diproses," ungkapnya kembali.

Produksi Lampu Emergency
Selain inovasi Pembangkit Omset, terdapat salah satu produk lagi yang juga sangat tinggi nilai jualnya, yaitu produk lampu emergency yang diberi label La Helist singkatan dari Lampu Hemat Listrik. Lampu tunggal yang menggunakan tenaga batere kecil (1,5 volt) ini, cukup laris di pasaran. Saat diproduksi pertama telah laku 8000 biji, dengan harga Rp. 65.000 per biji. Cukup mahal memang, harga yang lebih murah adalah Rp. 55.000 per biji.
"Harga produk kami, memang mahal, namun itu sangat efisien, dan ekonomis, anda hanya cukup mengganti batere kalau habis, Tampa harus di charge, dan pemain di produk ini ternyata sangat banyak, dan harganya bersaing, dan ini juga telah diproses patennya, dan semula ini kami berinama Senthir Listrik, oleh Bu Dirjen, disuruh ganti nama, akhirnya kami beri nama Lahelist, dan ini sudah menjadi merk dagang kita, produk Anak Bangsa dari Blora, kami bangga bisa membawa nama Blora di ajang teknologi energi terbarukan secara Nasional, dan kami akan terus berinovasi untuk kemajuan teknologi Indonesia," tandasnya. (Rome).

Posting Komentar

0 Komentar