PASAR BARU, HARAPAN BARU " SIDO MAKMUR "

Pasar Rakyat " Sido Makmur " ramai dikunjungi warga Blora saat liburan.
Pasar baru beroperasi
Blora-ME, Awal bulan februari ini, pasar baru yang berlokasi di kawasan ekonomi yang juga baru berkembang, Gabus, Kelurahan Mlangsen, Kecamatan Blora Kota, mulai nampak aktifitasnya. Secara resmi pasar rakyat yang diberi nama " Sido Makmur " telah berjalan atau beroperasi. Hampir seluruh kios terdepan telah menggelar dagangannya, dan juga bertransaksi dengan pembeli. Dalam pantauan Majalah Ekonomi, beberapa toko perhiasan emas, sayuran dan kuliner ramai dikunjungi pembeli. Hari itu, minggu (3/2/2019) Pasar Gabus benar - benar ramai dikunjungi warga Blora, yang hendak berbelanja sambil melihat pasar baru itu.
" Pasar baru ini benar - benar nyaman bust belanja, tempatnya luas dan bebas, nggak perlu berdesak - desakan seperti pasar yang lama," ungkap Sulistiono, yang hari itu ikut mengantar istrinya berbelanja di pasar.

Pedagang di dalam Blok masih mengeluh sepi pembeli
Pelanggan masih sepi
Meskipun suasana di Blok C, sangat ramai namun kontras sekali, dengan pedagang yang ada di dalam Blok A, mereka mengeluh pendapatan masih sepi. Banyak pengunjung yang hanya melihat - lihat saja.
" Pembeli masih sepi mas, mereka hanya melihat - lihat pasar, yah namanya juga masih baru, kami mesti bersabar, pelanggan kami mungkin masih bingung mencari, mereka akan nelepon kalau pesen lalu kita antar barangnya, itu caranya kami melayani, ya harus aktif," ungkap Sukram, warga Desa Tutup, yang berjualan kopi bubuk buatan sendiri bersama istrinya. Pedagang yang dulunya dari Pasar Induk Blora itu, mengungkapkan nyamannya berjualan di lapaknya yang baru.
" Dulu kami jualan di depan los daging, baunya nggak sedap, sekarang kan terpisah, semoga kita bisa semakin maju, mohon doanya ya mas," paparnya.


Tertibkan pedagang bandel
Beberapa keluhan disampaikan oleh beberapa pedagang dalam Blok A dan B, masih sepinya pembeli menjadi alasan mereka.
" Saya sudah dua hari iki buka, masih sepi bahkan sampai busuk dagangannya, pembeli belum banyak, sedangkan yang di luar dagangannya juga sama dengan kami, mestinya mereka ikut masuk semua, yang sudah punya kios di sini juga harus segera di buka kiosnya," ungkap Sunarsih pedagang bumbu dan sayuran itu.
Petugas pasar rakyat " Sido Makmur " saat menemani majalah kesayangan anda, Monitor Ekonomi, mengungkapkan akan menertibkan pedagang yang belum membuka kiosnya.
" Nanti saat dapat evaluasi dengan pedagang kami akan tertibkan mereka, agar Mau membuka lapaknya yang di dalam, tidak boleh jualan diluar, kalau bandel kita cabut hak kiosnya, sebagai sangsinya," ungkap Parno, salah seorang petugas pengelola pasar.


Kuliner lontong tahu habis diserbu pembeli
Kios lontong diserbu
Kegembiraan tampak jelas di wajah Para pedagang di kios kuliner, hampir semua kursi mereka penuh dengan pembeli, terutama kuliner khas Blora, lontong tahu, beberapa pedagang bahkan dengan penuh menyesal harus menolak pembeli lantaran sudah habis.
" Maaf Bu..Pak sudah habis lontongnya, besok nggih," ungkap Yuli, penjual lontong tahu warisan ibunya, yang telah puluhan tahun berjualan di Pasar Induk Blora. " Pelanggan ibu saya memang banyak, makanya resepnya harus dipertahankan, tidak boleh berubah, karena sudah cocok dengan selera mereka," tambahnya, sambil menguleg racikan bumbu sambal kacangnya, tidak lama hidangan pun siap disajikan, lontong tahu pedas, dengan lauk tempe goreng yang diiris besar dan tebal, khas pedagang lontong tahu Blora.
" Kiosnya sekarang nyaman dan bersih, kalau di pasar induk dulu harus masuk dulu ke dalam, dengan kondisi pasar yang becek dan kumuh, sekarang kan enak, kiosnya ada di deretan luar, bisa datang langsung pesan dan makam dengan nyaman," ungkap Parno. (Rome)

Posting Komentar

0 Komentar