Bedah Rumah Ardi Dimulai

Pembangunan bedah rumah Ardi telah dimulai
Bantuan dari Baznas
Blora-ME, Setelah diserahkan secara simbolik oleh Wakil Bupati Blora, Arief Rohman, mewakili Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Blora. Bantuan dana stimulan untuk bedah rumah, sebesar Rp. 12 juta untuk keluarga Ardi Anto Saputra (7 Th). Seorang anak warga Dukuh Nglarangan, Desa Sambongrejo, Kecamatan Tunjungan, yang mengalami tragedi terbakar 70% tubuhnya, 5 bulan yang lalu. Siswa SD Negeri Sambongrejo 2, itu kini dalam kondisi yang baik, setelah menjalani 23 kali operasi. Tinggal satu kali operasi perlengketan di ketiaknya. Bantuan sebagai bentuk simpati dan empati netizen, dan para filantropis Blora. Dari bantuan dana, sembako hingga transportasi dan logistik untuk terapi kontrol ke RS Kariyadi, Semarang.

Komnas Perlindungan Anak
Selain itu, pendampingan dari Komnas Perlindungan Anak Kabupaten Blora, yang dipimpin oleh Sugiyarto, SH, MH., terus dilakukan. Dalam pelaksanaan bantuan bedah rumah milik Ardi, Komnas Perlindungan Anak Kabupaten Blora turut mengawasi dan memantaunya. Media kesayangan anda, Monitor Ekonomi pun tidak ketinggalan meninjau lokasi bedah rumah. Lima belas orang tengah bekerja mendirikan rumah baru milik Radi, ayah dari Ardi, yang bahan bakunya dari kayu jati kampung. Bangunan kayu itu berukuran 10 x 5 meter, sedang dipasangi usuk dan reng kayu, kemudian dinaikkan gentingnya.

Ucapan terima kasih
Radi, sang kepala rumah tangga menyampaikan rasa terima kasihnya, kepada semua pihak yang telah membantu keluarganya.
" Kami sekeluarga mengucapkan terima kasih atas segala bantuannya, termasuk bedah rumah ini, yang diupayakan oleh Komnas Perlindungan Anak kepada Baznas Blora, juga tidak lupa Wakil Bupati Blora," ungkapnya.
Pelaksanaan bedah rumah itu dilaksanakan secara gotong royong oleh para tetangga sekitarnya. Salah satu warga yang bernama, Sumardi alias Buser, yang mengerjakan kusen pintu dan jendelanya, merasa terpanggil untuk membantu Ardi dan keluarganya.
" Saya mengerjakan kusen lengkap daun pintu dan jendelanya, dan itu juga atas arahan dari Kepala Desa Saemuri, karena itu dibiayai oleh anggaran desa, dalam program bedah rumah, saya siap menyelesaikan dengan baik dan tepat waktu," jelas pemilik usaha perkayuan U.D. Jati Mulya, Tunjungan.

Pengerjaan satu minggu
Saat dikonfirmasi pelaksanaan bedah rumah tersebut, Radi menyampaikan satu minggu bisa diselesaikan.
" Pekerjaan jamban telah selesai dan dilanjutkan kamar mandi, yang letaknya terpisah dari rumah utama, kemudian bangunan rumah utama, dengan dinding papan, serta pemasangan kusen, daun pintu dan jendela, masing - masing dua, kami sudah merasa sudah baik dan sehat," ungkapnya.
Untuk pekerjaan lantainya, yang masih berupa tanah, terpaksa harus mencari tambahan biaya lagi, karena dana yang sudah ada, yaitu sebesar Rp. 12 juta dari Baznas Blora dan Rp. 10 juta dari Anggaran Desa, masih tidak mencukupi. Monitor Ekonomi pun mengontak Wakil Bupati, Arief Rohman, terkait kekurangan tersebut, dan dijawab.
" Akan dikoordinasikan dengan donatur lainnya," ungkapnya. (Rome)



Posting Komentar

0 Komentar