Lapak Terlalu Kecil, Calon Pedagang Resah!

Pasar Rakyat Sido Makmur siap menampung ribuan pedagang pasar Induk Blora dan relban

Rencana pindah pedagang
Blora-ME, Setelah pembangunan pasar yang diberi nama Pasar Rakyat " Sido Makmur " di Gabus, Kelurahan Mlangsen , Blora. Sekitar 3 kilometer dari pasar lama, selesai dibangun, selama tiga tahun berturut - turut pelaksanaannya (2016 - 2018), di mulai dari pengurukan tanah pada tahun pertama, dilanjutkan pembangunan 2 blok dan pagar keliling, pada tahun kedua, dan pelaksanaan untuk blok ketiga, pembuatan lapak los dan kios serta lahan parkir pasar, untuk tahun ketiga, yang menghabiskan biaya keseluruhan mencapai Rp. 52,7 Milyar lebih, seluruhnya berasal dari APBD Blora. Berikutnya berdasarkan surat edaran dari Sekretariat Daerah yang ditandatangani oleh Komang Gede Irawadi selaku Sekretaris Daerah Blora, yang berisi himbauan kepada para pedagang pasar induk Blora dan pasar relban, untuk segera pindah menempati pasar yang baru mulai tanggal 31 Desember 2018, karena direncanakan akan dibuka secara resmi oleh Bupati Blora, Djoko Nugroho pada hari Sabtu (5/1/2019) yang akan datang.


Calon pedagang cek lokasi
Melihat situasi dan informasi yang santer berkembang tentang perpindahan pedagang di pasar baru, dan munculnya surat edaran yang tersebut diatas, membuat ratusan pedagang yang semula menolak dipindah, mau tidak mau akhirnya mencari informasi dan datang melihat lapak barunya di Pasar Rakyat " Sido Makmur " yang berlokasi di Gabus, Kelurahan Mlangsen. Berdasarkan pantauan media kesayangan anda, Monitor Ekonomi saat mendatangi pasar rakyat baru tersebut, beberapa pedagang nampak gembira dan juga ada yang resah. Hal itu terlihat di Blok C, yang diperuntukkan untuk pedagang sayur mayur, dan pedagang daging serta ikan segar. Rudi seorang pedagang ikan pindang asap menyampaikan rasa gembiranya melihat lapaknya yang baru.
" Lapak untuk pedagang daging dan ikan cukup luas, dan dilengkapi dengan saluran pembuangan air limbah, semoga lancar mas," ungkapnya, saat melihat lapak berukuran 1,5 meter kali 0,8 meter, untuk tempatnya berjualan nantinya, bersama sang ibu yang juga memiliki satu lapak, untuk jualan komoditas yang sama, sejak di Pasar Induk Blora.

Pedagang mengeluhkan sempitnya lapak untuk berdagang di Blok C
Lapak pedagang sayur kecil
Kalau pedagang daging dan ikan merasa puas, bertolak belakang dengan para pedagang sayur mayur, yang direncanakan untuk para pedagang di kawasan pasar relban timur dan relban barat, tepatnya pedagang disepanjang jalan Mr. Iskandar dan Sumodarsono, merasa tidak puas dengan lapaknya, karena terlalu kecil. Lapak dengan ukuran 0,9 x 0,6 meter itu dirasa terlalu sempit, dan terlalu berhimpitan antara pedagang satu sama lain.
" Ini terlalu kecil mas, barangnya tidak bisa ditaruh banyak disini, belum lagi kalau ada timbangannya, taruh bawah juga tidak memungkinkan, duduknya juga akan berhimpitan, repot dan tidak bisa nyaman," ungkap pedagang sayuran yang berasal dari dukuh Karangnongko, Desa Buluroto, namun enggan menyebutkan namanya.
Masalah yang lain adalah adanya pedagang yang belum memiliki surat her registrasi pedagang pasar, merasa sangat resah karena belum tahu dimana lapaknya nanti, setelah berpindah dari pasar yang lama, Sucipto contohnya, warga dukuh Dluangan, yang istrinya berjualan tempe. Saat melihat lapak di blok C, juga merasakan terlalu sempit dan tidak maksimal menggelar dagangannya.
" Lapak ini terlalu sempit, hitung saja kalau timbangan ditaruh disini, kemudian tempat memotong tempe, sudah tidak ada tempat lagi untuk menaruh dagangan, tapi sampai saat ini saya belum jelas dapat tempat atau tidak, karena belum tercatat, kalau bisa saya minta disitu saja, gak papa saya bangun sendiri lapaknya," ujarnya sambil menunjuk halaman paving yang tidak beratap.


Penolakan masih ada
Ada isu yang menarik dari dalam tubuh Paguyuban Pedagang Pasar Induk Blora, yang diketuai oleh M Tarwa Saladin, dalam wawancaranya dengan media, akhirnya bisa menerima perpindahan pasar ke Gabus, dengan alasan sudah jadi, dan ratusan pedagang juga bisa menerima untuk dipindah di pasar baru itu. Sementara itu, bertolak belakang dengan Ketuanya, Gogok selaku pengurus harian paguyuban yang sama, tetap kukuh pada pendiriannya untuk tetap menolak pindah ke pasar yang baru, apapun yang terjadi, dan mengklaim masih mendapat dukungan seluruh pedagang pasar Induk Blora.
" Kami meminta janjinya pemerintah yang akan merenovasi pasar induk Blora, sesuai dengan rencana, tiga lantai bukan dipindah di Gabus, katanya akan dibangun dua - duanya, kok malah disuruh pindah, bagaimana komitmennya, kami bersama ratusan pedagang pasar induk Blora tidak akan hadir dalam peresmiannya, kami tetap menolak pindah!" tandasnya. (rome)



Posting Komentar

0 Komentar