GUS ALI MASHURI: " Umur Manusia Bukan Miliknya"


Kyai Haji Agus Ali Mashuri
Pengajian Akbar Haul Syech Abdurrohim
Blora-ME, Menyambung pengajian yang sempat vakum selama 2 tahun, sebab tertunda setahun Kyai Haji Agus Ali Mashuri, mengawali tauziahnya dengan doa untuk kesejahteraan dan keselamatan warga masyarakat Blora, Kyai yang kharismatis itu, mengajak bersholawat bersama dengan para peserta, santriwan dan santriwati yang datang di Majelis Pengajian Akbar dalam Peringatan Haul Syech Abdurrohim, di Jalan Alon - Alon Selatan,depan Kompleks Makam Sunan Pojok, Blora pada hari, Minggu malam, 28 Muharram 1439 Hijriah (7/10/2018) 

" Alhamdulillah, sedoyo seng rawuh kulo dongake barokah donyane, barokah rejekine lan barokah anak putune, monggo kulo ajak ngaji sareng kulo ngantos buyar, password malam ini umur manusia bukan miliknya, umur yang digunakan hidup bersama Allah, itulah umur yang sebenarnya, banyak orang berumur panjang namun kurang bermanfaat, begitupun sebaliknya, banyak yang berumur singkat namun padat manfaat, sejalan dengan pesan suci Baginda Nabi Muhammad SAW, sebaik - baik manusia adalah yang panjang umurnya dan bagus amalnya, sedoyo seng rawuh kulo dongake dowo umure dan bagus amalnya, makna panjang umur pada hadis ini bukan berapa lama kita hidup, tetapi seberapa banyak prestasi yang kita buat dan amal sholeh yang kita kerjakan, orang bijak bersemboyan gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan kulitnya, semoga kita mati meninggalkan prestasi dan mampu mencetak prasasti, dan nama yang baik, untuk itu belajarlah ikhlas dalam beramal, karena keikhlasan bagaikan mata air jernih yang menyuburkan, orang yang berhati ikhlas bagaikan tanah yang subur, sekecil apapun benih kebaikan akan mudah tumbuh dan berkembang, banyak amal biasa menjadi bermakna karena dibungkus karena niat yang tulus dan benar, banyak kewajiban yang sia-sia karena niatnya tidak tulus dan benar," jelasnya. Bagusnya niat akan menentukan amalan, karena niat itu lapangannya hati, bukan lapangannya kaki, padahal hati itu sepersekian detik bisa berubah beberapa kali.


Terlihat para santri mendengarkan ceramah dari Kyai Haji Agus Ali Mashuri
Fenomena dan Realitas Kehidupan Era Global
Hari ini kita berhadapan dengan realitas kehidupan era global, saat ini lebih gampang mencari hiburan dan kesenangan dibandingkan dengan mencari kebaikan dan ketenangan, contohnya banyak orang mendirikan bangunan tapi tidak ditempati, padahal banyak orang tidak punya tempat tinggal, banyak orang mencari makanan tetapi tidak dimakan, padahal banyak orang yang kelaparan, serta banyak teman di dunia maya, namun tidak mengenal tetangga sebelahnya, "Semua itu, karena kita kering akan sinar Keillahian,sebagaimana pernah disampaikan dalam ceramah saya pada tahun yang lalu (2016), seorang sufi ternama, Jalaludin Rumi, pernah berkata, bila anda sakit, pergilah ke dokter, tapi bila hati anda yang sakit pergilah mencari kekasih - kekasih Allah, yaitu Wali - walinya Allah" ungkapnya, kemudian menyitir kisah Baginda Rasul Nabi Muhammd SAW, diriwayatkan ada seorang sahabat, Ubaid bin Amir, bertanya kepada Nabi Muhammad SAW, "Ya Rasulullah, apakah keselamatan itu," Rasulullah menjawab, "Satu, jagalah lidahmu, kedua, luaskanlah rumahmu, dan ketiga, tangisilah atas kesalahanmu," sabdanya. Perbaikan iman harus melalui perbaikan hati, sedangkan perbaikan hati harus melalui perbaikan lisan.Jaman sekarang banyak orang yang ngomong seenaknya dan memprovokasi masyarakat, setiap perkataannya tidak benar dan tidak jujur.

" Banyak Kyai yang seperti makelar, banyak Jenderal yang ngomongnya seperti kopral, termasuk para Guru Besar yang ngomongnya seperti guru - guru Taman Kanak - Kanak, dalamnya laut bisa diukur, dalamnya hati siapa yang tahu, dalamnya hati bisa dilihat dari gejala jiwanya, terutama perkataan lisannya, oleh karena itu bicaralah yang benar dan jujur, jangan bicara kecuali benar dan bermanfaat, sebab setiap kata yang terucap didengar oleh Allah dan dipertanggungjawabkan dihadapannya, kita harus mencontohkan Wali - Wali Allah yang berkata sesuai dengan fakta, bukan persepsi, opo onok e dan selaras dengan perbuatannya, itulah ciri - ciri dari Para Wali Allah SWT,dalam Islam mengistilahkan kebenaran dalam berkata itu namanya, Kaulan Sadita" pesan Kyai dari Tulangan,Sidoarjo Jawa Timur itu kepada ribuan jamaan majelis pengajian yang hadir malam itu. (rome)



Posting Komentar

0 Komentar