MENJUAL POTENSI WISATA BLORA

Wakil Bupati Arief Rohman bersama Ketua DPRD Blora, Bambang Susilo, mendampingi Ketua Komisi X  DPR RI, Djoko Ujianto membuka cinderamata dari Dinporabudpar Blora.

Blora Perkuat Akses Infrastruktur
Blora-ME, Sebagai kota di ujung timur Propinsi Jawa Tengah, Blora adalah pintu masuk yang berbatasan langsung dengan Propinsi Jawa Timur, tepatnya dengan Kabupaten Bojonegoro. Dua Kota yang menjadi penghasil migas ini, berpotensi meningkatkan industri kepariwisataan, dengan mengembangkan destinasi wisata sesuai sumber daya alam yang dimiliki. Agrowisata forestry, agraris dan perminyakan adalah andalan untuk dikembangkan. Diluar itu, berbagai festival seni dan budaya, serta event kejuaraan Olahraga tingkat Nasional, yang kerap diselenggarakan di Blora, cukup berdampak bagi peningkatan jumlah wisatawan domestik di Kota Jati ini. Kini Blora semakin dikenal dan cukup berprestasi, sehingga dalam pemerintahan periode ini, dibawah kepemimpinan Djoko Nugroho - Arief Rohman ini menjadi lebih sejahtera. Hal ini diakui oleh Ketua Komisi X DPR RI, Djoko Ujianto dalam kunjungan kerjanya ke Blora, pada Sabtu (22/9/2018).
" Suka tidak suka, harus diakui bahwa saat ini Blora dibawah kepemimpinan Bupati Dan Wakil Bupati, Djoko Nugroho dan Arief Rohman, masyarakatnya lebih sejahtera, tinggal kita meningkatkan infrastruktur penunjangnya," ungkapnya, usai membuka loka karya pemasaran pariwisata Blora, yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, di Gedung Pertemuan
"Mustika" milik Pusat Koperasi Pegawai Republik Indonesia (PKPRI) Blora.


Sosialisasi pemasaran pariwisata Blora di buka oleh Ketua Komisi X
DPR RI, Djoko Ujianto
Komitmen Meningkatkan Potensi Wisata
Sesuai tugasnya sebagai Ketua Komisi X yang bermitra dengan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Djoko Ujianto berkomitmen untuk mengawal program - program pengembangan destinasi wisata Nasional termasuk di Blora.
"Potensi pariwisata kita sangat sangat besar dan menghasilkan pendapatan negara hingga Rp. 300 Triliun, jadi ini sangat penting untuk kita kawal, target kunjungan wisatawan asing ke Indonesia adalah 20 juta wisatawan, saat ini sudah mencapai 17 juta, untuk menambah 3 juta itu bukan pekerjaan mudah, dan Blora harus dapat menikmatinya, Blora harus bisa menjadi destinasi wisata yang potensial, Mari kita bekerjasama wujudkan itu," ungkapnya.


Konektifitas Transportasi Darat dan Udara
Salah satu kendala yang menghambat meningkatnya jumlah wisatawan baik mancanegara maupun domestik, adalah kesiapan infrastruktur penunjangnya. Konektifitas jalur transportasi darat contohnya, kondisi jalan di Blora masih tidak memenuhi standard kenyamanan. Jalan antar kecamatan masih harus dibenahi, termasuk akses menuju objek wisata. Untuk transportasi kereta sudah ada rel jalur ganda, dari rute Jakarta - Surabaya, kini sudah sangat nyaman disediakan oleh BUMN, PT Kereta Api Indonesia (KAI). Informasi yang melegakan dan diproyeksikan akan meningkatkan potensi wisatawan ke Blora, adalah reaktifasi Lapangan Terbang di Ngloram. "Aktifnya kembali Lapangan Terbang Ngloram akan bermanfaat bagi peningkatan potensi ekonomi Blora, daerah - daerah di sekitar Blora, seperti Bojonegoro, Ngawi, Tuban, Rembang, Grobogan pasti akan lebih memilih terbang melalui bandara ini, dan sudah pasti multiflyer effectnya sangat besar bagi Blora, jadi masyarakat harus mendukung program ini, dan segera menata lingkungan dengan sebaik - baiknya, ciptakan kondisi yang aman, nyaman dan ramah untuk pariwisata Blora," tambah politisi senior dari Partai Demokrat ini, mengakhiri wawancara dengan Para awak media, termasuk majalah kesayangan anda, Monitor Ekonomi.(Rome)

Posting Komentar

0 Komentar