IKLAN

Iklan Banner

Soal Carut Marut DESIL, Kepala BPS Jateng Temui Bupati Blora


Bupati Blora H. Arief Rohman (kiri) koordinasi dengan Kepala BPS Jateng Dr. Ali Said, MA (kanan) tentang maraknya perubahan DESIL di Blora. Kamis (10/9)

Kunjungan Kepala BPS Jateng
BLORA, ME -  Badan Pusat Statistik (BPS) mendorong pemutakhiran data DESIL di Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Pasalnya, data yang saat ini menjadi rujukan masih menggunakan kondisi sosial ekonomi masyarakat pada 2022, sementara situasi di lapangan telah banyak berubah hingga 2026.

Hal tersebut terungkap dalam audiensi Kepala BPS Provinsi Jawa Tengah Dr. Ali Said, bersama Kepala BPS Kabupaten Blora, Rukhedi, dengan Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman di Kantor Bupati Blora, Kamis (10/9/2026).

Pertemuan yang turut dihadiri Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Blora, Dasiran, dan Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA), Luluk Kusuma, itu membahas hasil pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sekaligus perkembangan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat Blora.

Pemutakhiran Desil
Kepala BPS Jawa Tengah, Ali Said mengatakan, pemutakhiran data DESIL menjadi penting karena kondisi sosial ekonomi masyarakat terus mengalami perubahan.

“Desil yang saat ini rujukannya masih kondisi tahun 2022 dan sekarang sudah 2026, banyak perubahan kondisi di masyarakat yang tentu itu mempengaruhi informasi pada data itu sendiri, sehingga perlu pemutakhiran data secara menyeluruh,” ujar Ali.

Menurut dia, pembaruan data tidak dapat dilakukan hanya dengan melihat perubahan kondisi satu orang atau satu anggota keluarga. Status DESIL juga dipengaruhi kondisi seluruh anggota keluarga.

Kolaborasi BPS - Pemkab 
BPS membutuhkan kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten, pemerintah desa, hingga masyarakat agar data yang dihasilkan benar-benar menggambarkan kondisi terkini.

“Kita membutuhkan kerja sama dan kolaborasi dengan pihak-pihak terkait, Pemkab, desa dan masyarakat, karena perubahan pada DESIL ini tidak hanya dipengaruhi oleh perubahan individu atau personal pada keluarga itu sendiri, tetapi seluruh anggota keluarga,” jelasnya.

Bupati Blora Arief Rohman menyambut baik penjelasan BPS terkait persoalan DESIL yang belakangan menjadi perhatian masyarakat.
Dia mengatakan, masyarakat yang merasa status DESIL-nya tidak sesuai dengan kondisi terkini dapat menyampaikan masukan kepada pemerintah maupun BPS.

“BPS sangat menerima masukan atas status DESIL yang ada. Bisa dilaporkan melalui Dinsos atau langsung ke BPS Blora. Perubahan data sesuai kondisi terbaru itulah yang nantinya bisa mengubah status atau urutan DESIL,” kata Arief.

Sensus Ekonomi 2026 
Selain DESIL dan kondisi ekonomi, BPS juga melaporkan perkembangan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Blora.

Pendataan lapangan dilakukan secara door-to-door mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Sensus tersebut diharapkan menghasilkan gambaran yang lebih komprehensif mengenai aktivitas ekonomi masyarakat dan pelaku usaha di Blora.

Bupati Arief mengapresiasi masyarakat yang telah berpartisipasi dalam pelaksanaan sensus.

“Terima kasih kepada seluruh masyarakat Blora yang telah membantu menyukseskan Sensus Ekonomi 2026,” pungkasnya.

Pemkab Blora berharap data statistik yang semakin akurat dan mutakhir dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan yang lebih tepat sasaran, sekaligus memperkuat upaya pemerintah meningkatkan pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan masyarakat, dan mempercepat penurunan angka kemiskinan. (Adv/me)

Posting Komentar

0 Komentar