IKLAN

Iklan Banner

Tim Pengabmas Prodi Keperawatan Dan Kebidanan Blora Poltekkes Kemenkes Semarang, Gelar Soft Training Soal Obesitas Remaja

Para siswi SMAN 1 Tunjungan ikuti soft training dengan tema hidup sehat cegah obesitas remaja putri

Tim Pengabmas Prodi Kebidanan Blora Poltekkes Kemenkes Program Diploma Tiga gelar Soft-Training Remaja Cegah Obesitas: Bekali Remaja Putri dengan Kebiasaan Hidup Sehat dengan Siswi SMAN 1 Tunjungan

Masalah Obesitas Remaja
BLORA – Obesitas pada remaja menjadi salah satu masalah kesehatan yang perlu 
mendapatkan perhatian. Pola makan tidak seimbang, kurangnya aktivitas fisik, gaya 
hidup sedentari, serta faktor psikologis seperti stres dan tekanan sosial menjadi 
sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko obesitas pada remaja.

Melihat kondisi tersebut, tim Pengabdian kepada Masyarakat Poltekkes Kemenkes 
Semarang Kampus 4 Blora mengembangkan program “Soft-Training Remaja Cegah 
Obesitas” sebagai upaya meningkatkan pengetahuan, kesadaran, motivasi, dan 
keterampilan remaja dalam menerapkan gaya hidup sehat.

Program ini ditujukan kepada remaja putri, khususnya siswa di salah satu SMA N 1 
Tunjungan Kabupaten Blora. Masa remaja dinilai sebagai periode penting dalam 
pembentukan kebiasaan hidup yang dapat terbawa hingga dewasa.

Pola Makan Sehat
Oleh karena itu, pembekalan mengenai pola makan sehat, dan aktivitas fisik sejak usia remaja, diharapkan dapat menjadi salah satu langkah dalam mencegah obesitas.

Ketua Tim Pengabdian, Epi Saptaningrum, S.Kep., M.Kes., bersama anggota tim Bekti 
Putri Harwijayanti, SST., M.Tr.Keb. dan Aulia Fatmayanti, S.S.T., M.Kes., merancang 
kegiatan dengan pendekatan yang interaktif dan menyenangkan, agar materi kesehatan lebih mudah diterima oleh remaja.

Program soft-training tidak hanya memberikan edukasi mengenai obesitas, tetapi juga membekali peserta dengan keterampilan, dalam membangun kebiasaan sehari - hari yang lebih sehat. 

Materi yang diberikan meliputi pengenalan obesitas, dan dampaknya, pola makan, aktivitas fisik, serta berbagai tips untuk menerapkan kebiasaan sehat dalam kondisi sehari-hari.

Beberapa Tahap  Pertemuan
Kegiatan dilaksanakan melalui beberapa tahapan. Pada pertemuan pertama, 
peserta mengikuti pre-test dan mendapatkan edukasi mengenai pengenalobesitas serta dampaknya bagi kesehatan. 

Pertemuan berikutnya dilanjutkan dengan edukasi mengenai habit sehari-hari, khususnya pola makan dan aktivitas 
fisik. Peserta kemudian diberikan demonstrasi mengenai penerapan kebiasaan sehat, beserta tips dan trik yang dapat dilakukan dalam situasi yang terbatas. 

Pada pertemuan terakhir, peserta melakukan praktik kebiasaan sehari-hari, mendapatkan 
masukan dan rekomendasi, serta mengikuti post-test sebagai bagian dari evaluasi 
kegiatan. Pelaksanaan kegiatan melibatkan berbagai pihak, untuk mendukung keberhasilan program, termasuk pihak sekolah, pemerintah desa, bidan desa, kader, guru, serta mahasiswa. 

Mitra berperan dalam membantu menyediakan data dasar, 
memfasilitasi kegiatan, serta mendampingi peserta selama proses pelatihan. Pendekatan yang digunakan dalam program ini, tidak hanya menekankan perubahan 
pola makan, dan peningkatan aktivitas fisik, tetapi juga memperhatikan aspek 
motivasi dan psikososial remaja. 

Bangun Kebiasaan Sehat
Melalui pendekatan tersebut, peserta diharapkan mampu membangun kebiasaan, sehat secara bertahap dan berkelanjutan.
Evaluasi dilakukan melalui tanya jawab, setelah pemberian materi dan post-test 
pada akhir kegiatan. 

Selain itu, monitoring direncanakan dilakukan selama tiga bulan, dengan kunjungan setiap bulan ke lokasi mitra. Monitoring ditujukan untuk melihat keberlanjutan penerapan pengetahuan dan keterampilan, yang telah 
diperoleh peserta dalam kehidupan sehari-hari.

Program ini menargetkan peningkatan pengetahuan dan kesadaran remaja 
mengenai obesitas dan pencegahannya. Selain itu, kegiatan diharapkan dapat 
mendorong terbentuknya, dukungan sebaya serta perubahan perilaku berupa 
peningkatan aktivitas fisik dan penerapan pola makan yang lebih sehat.

Dengan metode pembelajaran yang interaktif, partisipatif, dan menyenangkan, Soft-
Training Remaja Cegah Obesitas diharapkan dapat menjadi salah satu model 
edukasi kesehatan, yang dapat diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan 
sekolah maupun komunitas.

Program ini sekaligus menjadi bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan 
Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, serta mendukung upaya pembentukan generasi muda yang lebih sadar terhadap pentingnya menjaga 
kesehatan sejak dini.

Penulis : 
Epi Saptaningrum, S.Kep., M.Kes.
Bekti Putri Harwijayanti, SST., M.Tr.Keb.
Aulia Fatmayanti, S.S.T., M.Kes.
Dosen Prodi Keperawatan dan Kebidanan Blora Program Diploma Tiga
Poltekkes Kemenkes Semarang

Posting Komentar

0 Komentar