IKLAN

Iklan Banner

Pengabmas Prodi Kebidanan Blora Poltekkes Kemenkes Semarang Latih Buat Camilan Sehat

Foto bersama peserta Pelatihan Pengabmas 
Prodi Kebidanan Blora Poltekkes Kemenkes Semarang Program Diploma Tiga

Inovasi Pangan Lokal: KRILAKU (Kripik Labu Kuning) Hadir sebagai Camilan Sehat 
Booster ASI Bagi Ibu Menyusui

Produk Kripik Labu Kuning (Krilaku) hasil pelatihan dari Pengabmas Prodi Kebidanan Blora, Poltekkes Kemenkes Semarang D3

Pengabmas Prodi Blora
BLORA, 19 Agustus 2026 — Dosen Program Studi Kebidanan Blora Program Diploma Tiga Poltekkes Kemenkes Semarang menggelar kegiatan Pengabdian Masyarakat dengan Skema kewirausahaan bagi calon lulusan di Sanggar Kegiatan Belajar atau SKB Blora. 

Sebanyak 20 calon lulusan, mengikuti kegiatan ini dengan semangat. Acara dimulai dengan demonstrasi pembuatan KRILAKU (Kripik Labu Kuning). Para peserta langsung praktik membuat keripik, mulai dari proses pemilihan bahan baku, pengirisan, penggorengan, hingga teknik pengemasan agar produk terlihat menarik dan layak jual.

Memasuki sesi berikutnya, para peserta disuguhkan materi yang bertajuk “Branding Produk untuk Usaha Mikro” . Narasumber tidak hanya menekankan, pentingnya identitas merek dan estetika kemasan, tetapi juga membagikan strategi jitu, pemanfaatan media sosial agar produk UMKM naik kelas dan siap bersaing di pasaran.

Produk KRILAKU ini, lahir dari kepedulian terhadap maraknya kecenderungan masyarakat modern yang mengonsumsi camilan berlebih, makanan instan, serta fast food. Jenis makanan tersebut umumnya tinggi kalori, tinggi lemak jenuh, dan kolesterol, namun rendah serat.

Ketidakseimbangan asupan gizi yang dikonsumsi secara terus-menerus berpotensi memicu berbagai masalah kesehatan serius, salah satunya adalah sindrom metabolik. Melihat kondisi tersebut, menghadirkan alternatif camilan lezat yang kaya akan nutrisi. 

Labu kuning (Cucurbita moschata Duchesne)—yang dikenal masyarakat Jawa Tengah khususnya Kota Blora sebagai waluh—dipilih sebagai bahan utama karena merupakan komoditas lokal yang kaya akan pigmen karotenoid, beta-karoten, serat, serta rendah kalori.

Mengubah Pangan Lokal Menjadi Camilan Renyah Berdaya Saing
Selama ini labu kuning sering kali dianggap sebagai bahan pangan lokal yang sederhana. 

Bahan pangan yang ideal dan sehat merupakan bahan makanan alami, yang kaya akan nutrisi esensial seperti serat, vitamin, mineral, serta senyawa bioaktif dan antioksidan, namun tetap memiliki kandungan kalori, lemak jenuh, dan gula yang terkontrol. 

Pengolahan labu kuning menjadi KRILAKU berhasil meningkatkan nilai ekonomi dan gizi bahan pangan lokal tersebut. Inovasi tersebut, diharapkan dapat mengubah pandangan masyarakat, terutama ibu menyusui dan mengurangi ketergantungan pada camilan kurang sehat atau tinggi kalori. 

Dengan kreativitas dalam pengolahan, bahan pangan sederhana seperti labu kuning dapat memiliki daya tarik tinggi sekaligus peluang usaha yang menjanjikan.

Manfaat Ganda Labu Kuning untuk Ibu Menyusui.
Riset menunjukkan bahwa kandungan zat gizi makro dan mikro dalam labu kuning tidak hanya memperbaiki status nutrisi ibu, tetapi juga bertindak sebagai laktogogum fungsional yang memicu kelancaran ekskresi kelenjar susu, menjadikannya alternatif camilan booster ASI yang berdaya saing tinggi. 

Di sisi lain, camilan sehat ini, kaya akan antioksidan pelindung tubuh—seperti beta-karoten, vitamin A, C, dan E. Perpaduan nutrisi tersebut tidak hanya meningkatkan sistem kekebalan tubuh, tetapi juga ampuh menangkal radikal bebas sekaligus menurunkan risiko penyakit kronis, mulai dari jantung koroner, sindrom metabolik, hingga kanker.

Belajar Kewirausahaan dan Pembekalan Keahlian Calon lulusanSelain membawa pesan kesehatan, pengembangan produk KRILAKU juga menjadi bagian dari pembekalan keahlian calon lulusan. 

Melalui kegiatan ini, calon lulusan tidak hanya dituntut untuk memahami teori, tetapi juga mampu mengidentifikasi permasalahan gizi di lingkungan sekitar dan mengolahnya menjadi peluang produk yang bermanfaat.

Dari sisi bisnis, olahan keripik labu kuning memiliki peluang besar untuk dikembangkan karena bahan bakunya melimpah dan relatif mudah ditemukan di daerah.

Dari Inovasi Akademik Menjadi Peluang Edukasi Masyarakat
Pengembangan produk ini menunjukkan bahwa kegiatan pembelajaran di perguruan tinggi dapat menghasilkan gagasan nyata yang memiliki manfaat luas bagi masyarakat. KRILAKU menjadi contoh nyata bahwa pangan lokal dapat ditransformasikan menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus media edukasi gizi.

Ke depan, diharapkan inovasi ini dapat terus dikembangkan dan dipasarkan secara lebih luas, sehingga masyarakat tidak hanya menikmati produk olahan yang lezat, tetapi juga memperoleh pengetahuan mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang dari bahan pangan lokal. 

Melalui langkah sederhana ini, mahasiswa membuktikan bahwa kepedulian terhadap kesehatan masyarakat dan pengembangan produk bernilai ekonomis dapat berjalan beriringan.

Antusiasme tinggi terpancar dari para peserta yang merasa mendapat bekal ilmu yang sangat aplikatif. Melalui kegiatan ini, mereka berharap pelatihan wirausaha, dapat menjadi agenda rutin, guna memfasilitasi kebutuhan pelaku usaha yang kian beragam.

Penulis : 
Aulia Fatmayanti, S.ST.,M.Kes,
Ristiana, S.ST
Dosen dan PLP 
PRODI KEBIDANAN BLORA
PROGRAM DIPLOMA TIGA
POLTEKKES KEMENKES SEMARANG 

Posting Komentar

0 Komentar