IKLAN

Iklan Banner

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI KELAS EDUKASI KESEHATAN PRANIKAH DAN PRAKONSEPSI CALON PENGANTIN (KETAN CATIN)

Foto bersama Tim Pengabmas Poltekkes Kemenkes Semarang dengan warga Desa Purworejo, Kecamatan Blora 

"Menyiapkan Pasangan Sehat, Membangun Keluarga Berkualitas, Fondasi Yang Lebih Kuat Untuk Menghadapi Kehidupan Reproduksi."

Pemberdayaan Ketan Catin
Tim Pengabdian Masyarakat Prodi Kebidanan Poltekkes Kemenkes Semarang terus memberdayakan program Ketan Catin. Melalui KETAN CATIN, masyarakat diajak untuk mengubah paradigma dari “periksa ketika sakit” menjadi “persiapkan kesehatan sebelum membutuhkan”, serta dari “kehamilan dimulai saat terlambat menstruasi” menjadi “kehamilan sehat dimulai sejak sebelum konsepsi.” 

Kelas edukasi yang dilakukan secara partisipatif, melibatkan pasangan, tenaga kesehatan, keluarga, dan unsur masyarakat dapat menjadi salah satu strategi untuk membangun calon keluarga yang lebih sehat, sadar kesehatan, dan mampu mengambil keputusan reproduksi secara bertanggung jawab. 

Karena keluarga sehat tidak tercipta secara tiba-tiba. Keluarga sehat dipersiapkan sejak sebelum pernikahan, sebelum kehamilan, dan sebelum generasi baru hadir. Dengan informasi yang benar, pasangan dapat mengambil keputusan reproduksi secara sadar dan bertanggung jawab. Keunggulan utama KETAN CATIN terletak pada pendekatan pemberdayaan.

Pemberdayaan masyarakat berarti masyarakat tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi memiliki kemampuan untuk mengenali masalah, menentukan pilihan, mengambil keputusan, dan melakukan tindakan kesehatan. Pemberdayaan melalui KETAN CATIN merupakan investasi jangka panjang. 

Persiapan Calon Pengantin
Ketika calon pengantin memiliki pengetahuan yang baik, mampu mengenali risiko kesehatan, bersedia melakukan pemeriksaan, menerapkan pola hidup sehat, dan mampu merencanakan kehamilan, maka keluarga memiliki KETAN CATIN dirancang dalam bentuk aplikasi web bernama “KELON CATIN” (Kelas Online Calon Pengantin).

Aplikasi tersebut dapat digunakan sebagai ruang belajar bagi calon pengantin untuk memperoleh informasi, berdiskusi, melakukan refleksi, serta mengenali kondisi kesehatan diri dan pasangan. Sehingga harapannya terjadi peningkatan pengetahuan calon pengantin tentang kesehatan. 

Khususnya kesehatan pada masa pranikah dan prakonsepsi sehingga dapat mempersiapkan perkawinan secara optimal, mempersiapkan kehamilan sehat, dan mendapatkan generasi yang berkualitas. 

Adapun materi dalam aplikasi web KELON CATIN tersebut meliputi kesehatan reproduksi, hak reproduksi, persiapan pranikah, perencanaan kehamilan & KB, pencegahan infertilitas, kondisi kesehatan dan penyakit, pencegahan stunting dan 1000 HPK, kehamilan menurut agama dan menyiapkan perkawinan yang sakinah. 

Pada tanggal 3 Juli 2026, telah dilaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Purworejo, Kabupaten Blora dengan sasaran calon pengantin baik laki-laki maupun prempuan dengan tema "Pemberdayaan masyarakat melalui kelas edukasi kesehatan pranikah dan prakonsepsi calon pengantin (KETAN CATIN)". 

Peserta diberikan sosialisasi dan informasi mengenai persiapan pranikah dan prakonsepsi dalam bentuk aplikasi web “KELON CATIN” yang nantinya bisa diakses kapan saja dan dimana saja.

Dasar Pernikahan Yang Baik
Konsep inilah yang menjadi dasar pelaksanaan Kelas Edukasi Kesehatan Pranikah dan Prakonsepsi Calon Pengantin (KETAN CATIN). Program ini merupakan bentuk pemberdayaan masyarakat yang menempatkan calon pengantin sebagai subjek yang aktif dalam menjaga dan meningkatkan kesehatan dirinya serta mempersiapkan kehidupan keluarga yang sehat. 

Dari “Siap Menikah” Menjadi “Siap Membangun Keluarga” ini, persiapan pernikahan sering lebih banyak berfokus pada aspek administratif, sosial, ekonomi, dan acara pernikahan. Padahal, kesiapan kesehatan merupakan bagian penting yang tidak boleh diabaikan. Kondisi kesehatan sebelum kehamilan dapat memengaruhi kesehatan ibu, janin, bahkan kesehatan anak dalam jangka panjang.

Pernikahan merupakan salah satu fase penting dalam kehidupan seseorang. Setelah menikah, pasangan tidak hanya mempersiapkan kehidupan bersama, tetapi juga berpotensi memasuki fase reproduksi dan membangun keluarga. Oleh karena itu, kesehatan calon pengantin laki-laki dan perempuan perlu menjadi perhatian sejak sebelum pernikahan. 

Selama Kesehatan keluarga tidak dimulai ketika kehamilan terjadi. Kesiapan menjadi orang tua justru perlu dibangun sejak sebelum pernikahan dan sebelum kehamilan direncanakan. Melalui Kelas Edukasi Kesehatan Pranikah dan Prakonsepsi Calon Pengantin (KETAN CATIN), masyarakat didorong menjadi lebih sadar, mandiri, dan mampu mengambil keputusan kesehatan secara tepat.


Penulis : 1. Yanik Muyassaroh, S.ST., MPH
2. Marlynda Happy Nurmalita Sari, S.ST., Bdn., MKM3. Aulia Fatmayanti, S.ST., M.Kes
Prodi Kebidanan Blora Program Diploma TigaPoltekkes Kemenkes Semarang

Posting Komentar

0 Komentar