IKLAN

Iklan Banner

Membuat Puding Kacang Hijau Untuk Pencegahan Anemia Di Pengabmas

Mahasiswi Prodi Kebidanan Blora saat ikuti Pengabmas skema kewirausahaan pembuatan puding kacang hijau

Mahasiswi Prodi Kebidanan Kampus 4 Blora Poltekkes Kemenkes Semarang kembangkan Puding Kacang Hijau untuk mendukung pencegahan Anemia dan menumbuhkan jiwa kewirausahaan

Para calon lulusan mahasiswi Prodi Kebidanan Blora Poltekkes Kemenkes Semarang Program Diploma Tiga

Pengabmas Skema Kewirausahaan
Blora, 19 Agustus 2026 — Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Pengabmas) skema kewirausahaan dilaksanakan di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kabupaten Blora, Rabu, 19 Agustus 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Stimulasi Minat Entrepreneur Mahasiswa melalui Pembuatan Produk Lokal Puding Kacang Ijo Cegah Anemia sebagai Cemilan Sehat Remaja.”

Kegiatan tersebut, diikuti oleh 20 mahasiswa calon lulusan Program Studi Kebidanan Blora Program Diploma Tiga Poltekkes Kemenkes Semarang. Kegiatan dirancang, tidak hanya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa calon lulusan, dalam mengembangkan produk pangan yang berkaitan dengan kesehatan remaja, tetapi juga untuk menumbuhkan keberanian dan kreativitas, dalam melihat peluang usaha setelah menyelesaikan pendidikan.

Anemia merupakan salah satu permasalahan kesehatan, yang perlu mendapat perhatian pada kelompok remaja. Pemenuhan kebutuhan zat gizi, khususnya zat besi, menjadi salah satu bagian penting, dalam upaya pencegahan anemia. Oleh karena itu, kegiatan Pengabmas ini mengembangkan puding berbahan dasar kacang hijau, sebagai salah satu inovasi makanan yang menarik, praktis, dan berpotensi dikembangkan menjadi produk kewirausahaan.

Kolaborasi Dengan SKB
Kegiatan menghadirkan Tim Boga SKB Kabupaten Blora sebagai narasumber. Tim Boga memberikan pelatihan, dan pendampingan kepada mahasiswa, mengenai proses pembuatan puding kacang hijau, mulai dari persiapan bahan, teknik pengolahan, pencampuran bahan, proses pemasakan, pencetakan, hingga penyajian produk.

Selain praktik pembuatan, mahasiswa juga diajak memahami pentingnya kualitas produk dalam membangun sebuah usaha. Aspek kebersihan dan keamanan pangan, cita rasa, tekstur, tampilan, kreativitas penyajian, serta potensi pengemasan menjadi bagian dari pengalaman pembelajaran selama kegiatan berlangsung.

Para peserta mengikuti kegiatan secara aktif melalui praktik secara langsung. Mahasiswa dibagi dalam kelompok untuk melakukan proses produksi sehingga dapat mengembangkan keterampilan kerja sama, komunikasi, kreativitas, dan kemampuan mengelola kegiatan produksi sederhana.

Sarana Integrasi Kompetensi
Kegiatan ini menjadi sarana untuk mengintegrasikan kompetensi kebidanan dengan keterampilan kewirausahaan. Sebagai calon tenaga kesehatan, mahasiswa kebidanan diharapkan tidak hanya mampu memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat, tetapi juga mampu menciptakan inovasi yang dapat menjadi media edukasi sekaligus memiliki nilai ekonomi.

Melalui pengembangan produk puding kacang hijau, mahasiswa diharapkan mampu melihat bahwa isu kesehatan, khususnya pencegahan anemia pada remaja, dapat dikembangkan menjadi sebuah peluang usaha yang kreatif. Produk pangan yang menarik, juga dapat dimanfaatkan sebagai media, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, mengenai pentingnya konsumsi makanan bergizi.

Kegiatan Pengabmas ini, untuk mendapatkan pengalaman dan pembelajaran baru dari Tim Boga SKB Kabupaten Blora, khususnya mengenai pengolahan bahan pangan, menjadi produk yang memiliki daya tarik dan peluang untuk dipasarkan. Kolaborasi tersebut, memberikan kesempatan kepada mahasiswa, untuk belajar langsung dari praktisi di bidang boga.

Menciptakan Peluang Usaha
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan 20 mahasiswa calon lulusan Program Studi Kebidanan Program Diploma Tiga Poltekkes Kemenkes Semarang, semakin memiliki motivasi untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan. Tidak hanya berorientasi untuk menjadi pencari kerja setelah lulus, mahasiswa juga diharapkan, mampu menjadi pencipta peluang usaha, melalui inovasi produk yang memiliki manfaat bagi kesehatan masyarakat.

Ke depan, produk puding kacang hijau dapat dikembangkan lebih lanjut melalui inovasi rasa, variasi bentuk, desain kemasan, perhitungan biaya produksi dan harga jual, branding, serta strategi pemasaran secara konvensional maupun digital. 

Dengan demikian, kegiatan Pengabmas skema kewirausahaan ini dapat menjadi langkah awal dalam membangun generasi lulusan kebidanan yang kreatif, inovatif, mandiri, dan memiliki jiwa kewirausahaan, sekaligus berkontribusi dalam edukasi pencegahan anemia pada remaja.

Penulis:
Anjar Astuti, S.ST., M.Tr.Keb
Erni Nuryanti, S.Kep., Ners., M.Kes
Dosen Prodi Kebidanan dan Keperawatan kampus 4 Blora Poltekkes Kemenkes Semarang

Posting Komentar

0 Komentar