IKLAN

Iklan Banner

Bupati Arief Minta Proyek Pasar Ngawen Selesai Sebelum HUT Kemerdekaan RI

Bupati Arief sidak pembangunan Pasar Ngawen, diminta olehnya selesai tepat waktu

"Saat sidak pembangunan Pasar Ngawen Blora, Bupati Arief cek progres sudah mencapai 82%, siap jadi kado di Hari Kemerdekaan Republik Indonesia Ke - 81 Tahun"

Cek data laporan progres pekerjaan lapangan Pengawas Proyek dari Kementerian PUPR 

Tinjau Pasar Ngawen
BLORA, ME - Bupati Blora Arief Rohman meninjau langsung progres pembangunan kembali Pasar Ngawen, sebuah proyek strategis yang didanai dan dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Kamis (30/8/26)

Pengecekan ke lapangan ini dilakukan, untuk memastikan proyek fisik yang kini progresnya telah menyentuh angka 82,72 % tersebut, berjalan sesuai target.

Dalam inspeksi mendadak tersebut,  Bupati Arief mengingatkan pihak Kementerian PU, maupun kontraktor pelaksana, agar memaksimalkan sisa waktu yang ada. Sesuai target, proyek infrastruktur penunjang ekonomi masyarakat ini, harus sudah selesai pada 13 Agustus mendatang.

"Kami ke sini dalam rangka monitoring progres pembangunan Pasar Ngawen. Menurut laporan, ini sudah 82,72 persen. Kita berharap teman-teman dari PU, maupun kontraktor pelaksana bisa merampungkannya, mengingat waktunya tinggal 13 hari lagi," ujar Arief di sela-sela peninjauan.

Bupati Blora Arief Rohman didampingi Kepala Dindagkop UKM Blora sidak pelaksanaan pembangunan Pasar Ngawen 

Sempat Adendum Kontrak
Berdasarkan informasi yang diterima dari pihak Kementerian PU, Bupati Arief mengungkapkan, bahwa memang sempat terjadi penyesuaian waktu (adendum) kontrak pelaksanaan. Oleh karena itu, ia mewanti-wanti agar penyelesaian proyek ini, bisa benar-benar tepat waktu, sebelum tanggal 17 Agustus 2026, tanpa harus terkena denda keterlambatan.

"Jadi berdasarkan informasi dari kementerian, memang sempat ada revisi adendum perjanjian yang semula selesai 13 Juli, menjadi 13 Agustus. Nah, kita berharap ini tidak molor biar tidak ada denda dan bisa tepat waktu. Kita inginnya 17 Agustus nanti salah satunya bisa kita rayakan di sini (Pasar Ngawen)," terangnya.

Menanggapi hal tersebut, perwakilan dari Kementerian PU yang turut mendampingi peninjauan menegaskan, komitmen pengawasan pihaknya terhadap berjalannya kontrak proyek.

"Sementara ini pengerjaan masih sesuai dengan kontrak. Kalau misal memang tidak selesai di 13 Agustus, baru kita berlakukan pemberian kesempatan dengan pengenaan denda," tegas perwakilan Kementerian PU.

Kontraktor Optimis Selesai
Sementara itu, pihak kontraktor pelaksana menyatakan optimismenya, bahwa sisa pengerjaan sebesar kurang lebih 17%, dapat diselesaikan dalam kurun waktu kurang dari dua pekan. Pihaknya memastikan seluruh kebutuhan material proyek telah tersedia di lokasi.

Untuk mengejar target tersebut, kontraktor telah menyiapkan sejumlah skema percepatan. "Penambahan pekerja pasti dilakukan. Kita setiap hari pantau terus untuk penambahan pekerjaannya, dan pengerjaannya juga dilembur," pungkasnya.

Di tempat terpisah, Pengamat Kebijakan dan Ekonomi Blora, Kurnia Adi menyampaikan banyaknya kontroversi dalam pelaksanaan pembangunan Pasar Ngawen, yang dinilai dikerjakan asal - asalan dan tidak mengindahkan keselamatan dan kesehatan kerja, bahkan ada pekerja yang meninggal dunia karena sakit, sehingga kondisi ini turut memberi kontribusi lambannya kinerja kontraktor pelaksana.

"Proyek pembangunan Pasar Ngawen dalam perjalanannya sering menjadi sorotan, jadi cukup terhambat karena harus menangani kasus - kasus di luar pekerjaannya, misalnya saat pekerjanya ada yang meninggal karena sakit, belum sorotan kedisiplinan K3, ya semoga bisa selesai tepat waktu dan tepat mutu," ujarnya. (Hms/me)

Posting Komentar

0 Komentar