IKLAN


 

Aminuddin PKB : Prihatin Nasib Sarjana Blora, Mestinya Lebih Dari Penjual Kopi

Abdullah Aminuddin, paling kiri sedang menyampaikan pidato pembukaan Workshop Film Pelajar di Studio Galaksi TV Channel

"Anggota Komisi B DPRD Jawa Tengah dari PKB, Dapil Blora - Grobogan, Abdullah Aminuddin merasa prihatin dengan nasib para Sarjana di Blora, karena susahnya mencari pekerjaan, akhirnya hanya jualan kopi dan seblak di pinggir jalan."

Para pelajar sedang mengikuti pelatihan film pendek untuk pelajar se Blora

Prihatin Nasib Sarjana
BLORA, ME - Anggota DPRD Jawa Tengah Komisi B, Abdullah Aminuddin, saat membuka Workshop Film Pelajar di Studio Galaksi TV Chanbel, mengungkapkan keprihatinannya akan banyaknya Sarjana - Sarjana di Blora, yang buka warung kopi tenda di jalanan.

Walaupun diakuinya itu masih lebih baik, daripada menganggur saja di rumah, bisa menghasilkan uang, akan tetapi dirinya yakin, tanpa bermaksud mengecilkan usaha mereka, Abdullah Aminuddin  mengungkapkan bahwa para Sarjana di Blora ini, pasti punya bakat dan minat yang lebih tinggi daripada hanya jual kopi atau teh waralaba.

"Saya terus terang prihatin dengan nasib para sarjana kita, mestinya bisa lebih tinggi potensinya, daripada hanya berjualan kopi atau seblak di pinggir jalan, meskipun itu juga menhasilkan, oleh karena itu kita berupaya mengangkat potensi itu, dengan menggelar pelatihan film ini, seperti kita tahu industri perfilman termasuk pencetak uang yang bernilai tinggi dan signifikan bagi pelaku industrti ini," ujarnya.

Peluang Industri Film
Di saat yang sama Jati Pamungkas, yang akrab dipanggil Pupung ini, menyebutkan bahwa membuat film itu perlu kreatifitas dan kerja tim yang solid, jadi tidak bisa sendirian. Dibutuhkan suatu struktur organisasi yang kuat seperti halnya sebuah perusahaan.

"Membuat film itu ada perencanaannya, dimulai dari ide cerita dan gagasan, kemudian disusun struktur organisasinya yaitu personil yang memegang peranan, mulai dari pra produksi, produksi dan pasca produksi," paparnya.

Dengan industri film ini, Kota Blora jadi lebih dikenal secara nasional, seperti yang dialami Timnya Pupung, yang pernah menjuarai festival film pendek yang diselenggarakan oleh Komisi Pemberantadan Korupsi, timnya berhasil menang juara 1 dalam ajang tersebut. (Rome)

Posting Komentar

0 Komentar