Perhutanan Sosial Untuk Perluas Lahan Pertanian Blora

 

Foto bersama Bupati Blora Arief Rohman MSi dengan Relawan Sedulur Tani Blora usai kegiatan ngopi bareng Bupati di Pendopo Rumah Dinas Bupati

"Ngopi Bareng Bupati dengan Sedulur Relawan Tani, adalah salah satu bentuk pelaksanaan 9 program pokok visi misi Bupati Blora untuk membuka dialog dengan berbagai elemen masyarakat, harapannya bisa dieksekusi seluruh permasalahan yang ada di sektor pertanian"

Exsy Agus Wijaya
Ngopi Bareng Bupati

BLORA, ME - Bertempat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora, dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, sekitar 50 orang perwakilan dari Sedulur Relawan Tani atau yang disebut Sentani, menyampaikan unek - unek, ide gagasan dan permohonan solusi kepada Bupati Blora, Arief Rohman, yang didampingi Staf Khususnya, Muhammad Mutiyono dan perwakilan dari Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Blora, tadi malam Minggu (13/6/2021)

Exsy Agus Wijaya, Koordinator acara yang juga sekaligus Ketua Sentani Kabupaten Blora, menyampaikan kepada para sedulur tani untuk bisa aktif bersuara, terkait permasalahan yang selalu ada, dan menjadi masalah klasik di Kabupaten Blora.

"Saya minta kepada sedulur tani untuk aktif bersuara, dan belajar bersama, jangan mau dibodohi terus, kita bebas menyampaikan pendapat sesuai konstitusi kita, permasalahan - permasalahan yang kita hadapi di seluruh petani kita, kenapa selalu ada kelangkaan pupuk, alsintan yang tidak merata dan bahkan disalahgunakan, serta harga gabah yang anjlok di setiap panen kita, karena dikuasai oleh tengkulak," ungkapnya.

Tedjo Prabowo

Isu Minimnya Lahan

Sementara itu, Tedjo Prabowo, aktifis petani dari Desa Buluroto memaparkan perlunya perluasan lahan pertanian di lahan - lahan tidur milik Perum Perhutani yang legal secara Undang - Undang, yaitu dengan meminta program Perhutanan Sosial kepada Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, untuk meningkatkan produksi pangan dan kesejahteraan petani.

"Permasalahan kita adalah minimnya lahan pertanian, karena hampir 50% luas wilayah kita berada dalam wilayah hutan, yang dikelola oleh Perum Perhutani, kita tahu luas lahan petani kita, hanya 2500 meter persegi, jelas tidak cukup untuk hidup dalam setahun, solusinya adalah rebut atau minta lahan hutan dengan skema perhutanan sosial!" tandasnya.

Bupati Arief Rohman sangat mengapresiasi segala masukan dan kritik yang disampaikan untuk membangun sektor pertanian dan peternakan di Blora, karena potensi pertanian dan peternakan Blora sangat besar, meskipun belum bisa dikatakan mensejahterakan para pelaku di sektor tersebut.

"Kami akan agendakan terus kegiatan ini, tiap bulan sekali, atau seminggu sekali dalam bentuk Focus Group Disscussion, agar kita tahu kondisi lapangan yang sebenarnya, sehingga solusi - solusi bisa kita lakukan atas permasalahan - permasalahan yang ada, untuk perhutanan sosial akan kita tindaklanjuti komunikasi dengan Pusat," ujarnya kepada Monitor Ekonomi. (Rome)

Posting Komentar

0 Komentar