Kasus Covid Melonjak Drastis Di Blora

Rakor mendadak digelar oleh Pemerintah Propinsi Jawa Tengah dan Kabupaten Blora untuk membahas melonjaknya angka terkonfirmasi Covid 19, pasca libur lebaran, diduga akibat pelonggaran warga yang mudik ke daerah

"Bupati Arief Rohman pimpin rapat koordinasi mendadak secara serentak melalui aplikasi zoom, untuk membahas melonjaknya kasus Covid 19 pasca libur lebaran"

Rakor Covid 19

BLORA, ME - Melonjaknya kasus Covid 19 di Jawa Tengah pasca lebaran ini, seperti yang terjadi di Kabupaten Kudus dan sekitarnya, termasuk Kabupaten Blora, membuat Pemerintah Propinsi Jawa Tengah, meminta agar digelar Rapat Koordinasi intensif terkait kasus tersebut di atas, untuk mencari data dan informasi riil kondisi masing - masing wilayah, serta mencari solusi penanganannya.

Melalui aplikasi zoom, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta Pemerintah Kabupaten Blora, serius dalam melaksanakan program Jogo Tonggo, yang sudah dicanangkan sejak awal pandemi Covid 19 terjadi, dan disiplin penerapan protokol kesehatan dan 5 M.

"Pasca lebaran, kasus terkonfirmasi positif Covid melonjak di Jawa Tengah, utamanya di wilayah Kudus dan sekitarnya, hal itu disebabkan kurangnya kedisiplinan masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan dan penerapan 5 M, termasuk diantaranya adalah aktifitas mudik lebaran oleh warga, padahal Pemerintah Pusat sudah mengantisipasi dan memprediksi di awal" ungkap Gubernur Ganjar. 

Perketat Disiplin Prokes

Di saat yang sama, Bupati Blora Arief Rohman, yang didampingi oleh Wakil Bupati Blora, Tri Yuli Setyowati, Kaplores Blora, AKBP Wiraga Dimas Tama dan Dandim 0721/Blora, Letkol Inf Ali Mahmudi, serta Dan Yonif 410 Alugoro, menyampaikan keprihatinannya atas kenaikan kasus Covid 19 di wilayah Kabupaten Blora.

"Naiknya kasus Covid 19 di Jawa Tengah dan Kabupaten Blora ini, tidak boleh dianggap enteng, disiplin penerapan protokol kesehatan dan laksanakan 5 M, harus diperketat kembali, setelah beberapa waktu agak longgar, namun tetap mengupayakan pertumbuhan dan pemulihan ekonomi masyarakat, sejalan dengan upaya vaksinasi serentak, masyarakat harus tetap menerapkan gaya hidup baru, yaitu mengikuti prokes dan melaksanakan 5M, yaitu memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak, menghindari kerumunan," paparnya.

Rakor yang sama digelar di Kecamatan 

Ikutsertakan Kecamatan

Sementara itu, ikut melaksanakan Rakor, para Camat dan Kepala Desa, melalui daring dengan aplikasi zoom, di masing - masing Balai Kecamatan, satu per satu menyampaikan kondisi riil perkembangan Pandemi Covid 19, seperti yang dipantau oleh media kesayangan anda, Monitor Ekonomi di Kecamatan Blora Kota dan Banjarejo, dikarenakan telah terjadi lonjakan kasus di dua Kecamatan tersebut, dalam satu Minggu ini.

Turut hadir dalam Rakor tersebut, Camat Blora Kota, Dasiran, Kepala Desa dan Lurah se Kecamatan Blora Kota serta Kepala UPTD Puskesmas Medang, Teguh Pras yang melaporkan, telah terjadi kluster baru di Desa Sendangharjo, yang berasal dari tiga orang Pedagang Pasar Sendangharjo, dan kluster dari kegiatan reuni warga yang baru mudik dari Jakarta, serta warga yang menggelar hajatan pernikahan.

"Kami menemukan kasus terkonfirmasi positif Covid 19 dari tiga pedagang pasar Sendangharjo, dari hasil tracing, kita lakukan swab hari ini, kepada 114 pedagang, kemudian akan ditutup sementara selama 2 hari, untuk dilakukan penyemprotan disinfektan, kemudian bagi mereka yang terkonfirmasi positif segera dilakukan isolasi mandiri, kemudian dari warga yang meninggal terkonfirmasi Covid, keluarganya kami swab dan jalani karantina mandiri," ungkap Teguh Pras.

Di tempat yang berbeda, Camat Banjarejo, Zaenuri menyampaikan kronologis kasus terkonfirmasi Covid 19 dari Desa Balongsari, yang berasal dari kluster orang punya hajat pernikahan, yang mengakibatkan hampir seratus orang harus menjalani swab dan di lockdown.

"Kasus Covid di Desa Balongsari berasal dari adanya kegiatan hajatan pernikahan warga setempat, padahal ada anggota keluarga tersebut positif Covid 19, dan ada yang telah meninggal dunia, akhirnya ditracing oleh pihak Puskesmas, dan Aparat Siaga PPKM mikro, sebanyak 90 orang diswab, dan hasilnya puluhan warga positif Covid 19, yang harus menjalani karantina mandiri, dengan pengawasan dari Pemerintah Kecamatan, Desa dan Puskesmas, saat ini wilayah tersebut kami tutup, atau lockdown," ungkapnya. (Rome)


Posting Komentar

0 Komentar