IKLAN




 

Bupati Kokok Jawab Semua Catatan Kritis

 

Videotron Bupati Kokok saat menjawab catatan kritis fraksi gabungan DPRD Blora

Jawaban Bupati Kokok

BLORA, ME - Bupati Blora H. Djoko Nugroho menyampaikan jawaban atas pandangan umum fraksi-fraksi terhadap rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Blora tahun anggaran 2021. Hadir pada rapat paripurna, anggota DPRD Blora, Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Forkopimda Blora.

Dengan lugas dan tegas, Bupati Blora Djoko Nugroho menjawab satu persatu pandangan umum tentang raperda Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Blora tahun anggaran 2021 yang disampaikan gabungan empat fraksi, fraksi Nasdem, fraksi Partai Persatuan Pembangunan dan Fraksi Demokrat-Hanura dalam rapat paripurna yang digelar sebelumnya di tempat yang sama.

Bupati di antaranya menyebut bahwa empat gudang pupuk penuh untuk kebutuhan petani yang terdaftar dalam RDKK. 

"Kenapa penyaluran pupuk dari distributor ke pengecer sangat lambat, sehingga begitu datang ke pengecer langsung diserbu petani,” kata Bupati Blora.

Catatan Isu Kritis 

Terkait pelayanan kesehatan Bupati menyebut bahwa untuk akreditasi rumah sakit seperti B menuju A menunggu hampir dua tahun.

“Begitu lamanya tahapan pengurusan itu. Contoh, untuk cuci darah saja orang Blora harus rujuk ke Pati atau Kudus,” ungkapnya.

Terkait infrastruktur, kata Bupati, pembangunan di Blora terkesan lambat. Hal itu ada dua penyebab.

“Yang pertama, luasan jalan yang kita bangun makin panjang. Dulu jalan hutan belum boleh dibangun sekarang ini kita bangun. Kemudian dari hotmix ke cor, yang perbandingannya 1 : 3,” terang Bupati.

Berkaitan protokol kesehatan, Bupati mengatakan sudah sering dilakukan. Sedangkan pembelajaran tatap muka, namun disinyalir menjadi debat yang tidak terselesaikan bahwa corona ini sampai kapan.

“Dalam keadaan normal saja di Blora ada stunting, angka kematian bayi dan ibu cukup tinggi. Dalam pendidikan kalau anak-anak masih seperti itu, maka ada penurunan satu generasi kita, kemunduran. Dan saya paham kebijakan Mendikbud akan seperti itu. Protokol kesehatan tidak hanya teori tapi harus dipraktikkan,” kata Bupati Blora.

Anak-anak kita, kata Bupati, dengan maksud menerapkan protokol kesehatan dan patuh, itu jauh sangat berharga.

Terkait pendapatan daerah Bupati menyampaikan telah dilakukan berbagai upaya seperti transaksi non tunai. Contohnya dari retribusi pasar.

Kompak Disetujui DPRD

Seluruh jawaban tentang pandangan umum fraksi-fraksi DPRD Blora diamini dan dijadikan pijakan persetujuan Raperda APBD 2021.

Ketua DPRD Blora HM Dasum, SE, MMA mengatakan dengan disampaikannya jawaban Bupati Blora maka proses penyusunan RAPBD tahun anggaran 2021 telah mengakhiri pembicaraan tingkat satu dan dilanjutkan pada pembicaraan tingkat dua, yaitu pengambilan keputusan-keputusan.

Namun sebelum diambil keputusan terlebih dahulu disampaikan laporan Badan Anggaran tentang hasil pembahasan akhir atas RAPBD Kabupaten Blora tahun anggaran 2021 yang disampaikan juru bicaranya H.M Warsit, SPd, SH,MM.

Setelah itu akhirnya RAPBD tahun anggaran 2021 bisa disetujui ditandai dengan pengetokan palu dan dijadikan dasar untuk menandatangani berita acara persetujuan bersama.

Bersamaan dalam rapat paripurna dirangkaikan dengan persetujuan bersama raperda tentang BUMDes dan Propemperda tahun 2021. Laporan hasil rancangan Perda itu disampaikan Pansus III, sekaligus laporan Bapemperda tentang Propemperda tahun 2021yang disampaikan oleh juru bicaranya Aditya Candra Yogaswara.

Aspirasi Desa Digarap

Setelah rangkaian acara terlaksana, Bupati Blora Djoko Nugroho kembali tampil di podium untuk menyampaikan sambutan dan melepas masker yang dikenakan.

“Kita berharap Raperda ini segera dilaporkan kepada Gubernur,” ucapnya.

Bupati mengatakan terkait dengan raperda tentang BUMDes dan Propemperda tahun 2021 adalah murni aspirasi yang menandakan kepedulian DPRD Blora terhadap BUMDes.

“Hal itu karena pembangunan dilakukan dari desa. Karena BUMDes adalah pilar ekonomi pedesaan,” kata Bupati Blora.

Sedangkan rancangan Propemperda dibuat agar kedepan lebih tertata dan sistematis serta bermanfaat oleh masyarakat.

“Oleh karena itu, saya mewakili masyarakat Kabupaten Blora mengucapkan terima kasih kepada Ketua dan anggota DPRD di Kabupaten Blora,” tutupnya. (*)

Posting Komentar

0 Komentar