Diduga Membelot, Bu Tutik Terancam Sanksi Berat

Anggota DPRD PDIP Blora, Dra. Dwi Astutiningsih diduga melakukan pelanggaran berat karena menjadi Bakal Calon Bupati dari Poros Ketiga


"Gonjang - ganjing pencalonan poros ketiga membawa korban, anggota DPRD dari Partai Banteng Mencereng, Dra. Dwi Astutiningsih terancam sanksi berat, karena diduga menjadi Bakal Calon Bupati dari Partai lain, sementara rekomendasi DPP PDIP  diserahkan untuk Pasangan Arief Rohman, MSi - Tri Yuli Setyowati, ST, MM"

Calon Poros Ketiga

BLORA, ME - Bakal Calon yang diduga diusung dari Partai Demokrat, menuai kontroversi, pasalnya Bakal Calon Bupatinya berasal dari politisi elit Partai Banteng Mencereng, sekaligus anggota Dewan Kabupaten Blora dua periode, Dra. Dwi Astutiningsih. Padahal rekomendasi DPP PDIP yang ditandatangani langsung oleh Ketua Umum, Megawati Soekarnoputri, wajib dikawal dan dilaksanakan oleh seluruh kader, tanpa terkecuali.

Kuat Prihantoro, Bendahara DPC PDIP Blora mengungkapkan bahwa hal itu adalah bentuk pembelotan atau pengkhianatan terhadap aturan Partai.

"Ini adalah bentuk pembelotan atau pengkhianatan terhadap aturan Partai, semestinya semua kader harus mengamankan dan melaksanakan rekomendasi Ibu Ketua Umum, yang mengusung pasangan Bakal Calon Bupati untuk H. Arief Rohman, MSi dan Tri Yuli Setyowati, ST, MM, sebagai Wakil Bupatinya untuk Pilkada 2020 nanti," ujarnya.

Bukan Strategi Partai

Sementara itu, saat dikonfirmasi oleh Monitor Ekonomi, apakah pencalonan Dra.Dwi Astutuningsih di poros ketiga, merupakan strategi untuk memenangkan Pilkada di Blora, dengan tegas dibantah oleh Sekretaris DPC PDIP Blora, Lina Hartini.

"Tidak! PDI perjuangan amankan dan menangkan rekom ibu Ketum. PDI P hanya ada 1 calon Artys." tandasnya, melalui pesan layanan WhatsApp. 

Lina Hartini juga menambahkan bahwa Bu Tutik (Dra. Dwi Astutiningsih) tidak pernah membicarakan kepada Pimpinan DPC PDIP Blora, kalo akan mencalonkan diri sebagai Bakal Calon Bupati, berpasangan dengan Riza Yudha Prasetya. Terkait dengan sanksi yang bakal diterima oleh Bu Tutik.

"Itu adalah kewenangan DPP," ungkapnya.

Belum Ada Jawaban

Sementara itu, saat Monitor Ekonomi, mengkonfirmasi kepada Dra. Dwi Astutiningsih, dan Riza Yudha melalui pesan WhatsApp, belum mendapatkan jawaban, untuk menanggapi tudingan tersebut. 

Di saat yang sama, Ketua DPD Perindo Blora, Bambang Anto Wibowo, menyampaikan bahwa Partainya menunggu petunjuk dari DPP Partai Perindo, dan rekomendasi belum turun untuk pasangan Bu Tutik - Riza Yudha.

Ketua DPC Partai Demokrat Blora, Bambang Susilo, yang juga sebelumnya pernah berniat maju dalam Pilkada Blora, saat dikonfirmasi terkait rekomendasi DPP Partai Demokrat untuk pasangan Dra. Dwi Astutiningsih - Riza Yudha Prasetya, melalui  pesan layanan WhatsApp belum memberikan jawaban.(Rome)


Posting Komentar

0 Komentar