Mungkinkah Menjilat Ludah Sendiri?

Pasca Rekom PDIP
Blora,ME - Pasca turunnya rekomendasi dari DPP PDIP kepada pasangan Arief Rohman, MSi dan Tri Yuli Setyowati, memang cukup mengecewakan semua pendaftar dari Partai Banteng Mencereng. Pasalnya tidak satupun dari mereka yang mengikuti penjaringan dan penyaringannya. Namun sudah tentu, itu adalah kewenangan mutlak Parpol tersebut. Ditambah lagi santernya upaya penggalangan calon tunggal, menambah galau calon - calon yang sempat beredar. Bisa dimungkinkan mereka berebut, beberapa Parpol yang belum berkoalisi dengan pasangan yang digadang - gadang sebagai Calon Tunggal. Ada tiga Parpol yang hingga saat ini, masih dalam kondisi "Bebas Transfer" alias belum masuk koalisi Calon Tunggal. Mereka adalah, Partai Nasdem, PPP dan Partai Demokrat. Dengan jumlah kursi total adalah 15 kursi. Namun situasi dan kondisi Partai tersebut masih rentan, karena hingga saat ini, Partai tersebut belum membuka pendaftaran dan penjaringan Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati.

Terlanjur "Lempar Handuk"
Beberapa hal, diluar perhitungan politik menjadi sebabnya. Para Elit Pimpinan politiknya terlanjur "lempar handuk" alias tidak ikut kontestasi Pilkada Blora 2020 nanti. Bupati Blora, Djoko Nugroho, terlanjur beberapa kali mengatakan keluarganya tidak akan ikut, untuk menggantikannya kelak, berikutnya mantan Wakil Bupati, Abu Nafi, juga batal untuk maju, meskipun sebelumnya telah mendaftar di PDIP Blora. Jauh sebelum rekom dari PDIP turun. Namun pasca rekom turun, dengan berbagai alasan dan manuver, apakah mereka mencoba kembali? Mencoba mencalonkan diri atau keluarganya lagi, mungkinkah akan seperti kata pepatah, menjilat ludah sendiri?. Namanya juga politik, seni bersilat lidah dan sandiwara sudah mafhum digunakan. Tinggal masyarakat yang menentukan, mau pilih yang mana? Sesuai azasnya Luber! (rome)

Posting Komentar

0 Komentar