Mbah Sini Sebatang Kara Arungi Hidup

Relawan sosial independen, Kudnadi Saputra mengunjungi Mbah Sini, lansia sebatang kara yang sangat miskin dan layak mendapatkan akses bantuan penanggulangan kemiskinan di Dukuh Belik, Desa Temurejo, Kecamatan Blora (Foto: rome)

"Kepekaan dan kepedulian terhadap nasib sesama, terutama untuk kaum lansia, sudah seharusnya menjadi perhatian yang serius, baik oleh pemerintah di seluruh tingkatan, termasuk desa"

Nasib Orang Lansia
BLORA, ME - Nasib hidup seorang lansia yang bernama Mbah Sini, (80) warga Dukuh Belik, Desa Temurejo, Kecamatan Blora Kota. Sungguh menyesakkan dada, dan membuat kita bertanya, apa yang terjadi dengan penentuan kriteria warga miskin yang layak mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah. Mbah Sini, seorang nenek yang tinggal sendiri di rumahnya yang reot, tidak dapat memenuhi hidupnya sendiri, bahkan untuk makan sehari - hari  saja, berharap belas kasihan tetangga sekitarnya, dan mestinya layak mendapatkan program perbaikan rumah, atau bedah rumah, yang saat ini sedang digencarkan oleh pemerintah. Sementara disisi lain, ada warga yang secara finansial, memiliki rumah yang layak huni, masih produktif dan berusia muda malah mendapatkan fasilitas bantuan tersebut, inilah paradoks yang harus segera diatasi oleh Pemerintah dan instansi yang terkait.

Tingkatkan Kepedulian Sesama
Sementara itu, disaat yang sama komunitas - komunitas filantropi pun mulai bermunculan. Beberapa kelompok ibu - ibu yang peduli pada warga miskin pun menggalang dana. Dikelola dengan baik dan disalurkan pada hari - hari tertentu, misalkan hari Jumat. Perlu terus didorong dan diapresiasi keberadaannya, yang terus berkembang dengan cara menggunakan kecanggihan teknologi, yaitu layanan media sosial. Semestinya pemerintah bisa merangkul komunitas ini, diajak berdiskusi dan berkoordinasi terkait penyaluran bantuan sosial. Di sisi lain, keberadaan Badan Amil Zakat Nasional Daerah Kabupaten Blora, juga berkontribusi positif dalam mengelola dana zakat yang dipungut  dari ASN setiap bulannya. Ditambah  data yang valid dari masing - masing Desa, maka  persoalan kemiskinan bisa teratasi dengan cepat. Karena bantuan tersalurkan tepat pada sasarannya.
Kondisi rumah Mbah Sini, warga Dukuh Belik, Desa Temurejo ini semestinya mendapatkan prioritas program pengentasan kemiskinan dan bantuan bedah rumah dibandingkan dengan data yang diajukan oleh Pemerintah Desa tersebut (Foto: Rome)

Data Yang Akurat
Pemerintah di seluruh tingkatan terus melakukan validasi keakuratan data warga miskin, terutama di desa. Namun masih saja ditemukan penyaluran yang tidak tepat sasaran di sana. Seperti yang dialami Mbah Sini di atas adalah salah satu contoh benang ruwet validasi data yang tidak sesuai. Berdasarkan pantauan media kesayangan anda, Monitor Ekonomi, kondisi Mbah Sini justru tidak mendapatkan prioritas untuk akses bantuan bedah rumah. Ini jelas menjadi pertanyaan yang besar, bagaimana kriteria warga miskin yang berhak mendapatkan fasilitas itu. Atau jangan - jangan ada pungutan liar dibalik perolehan bantuan itu, yang dilakukan oleh oknum dari Pemerintah Desa setempat, atau permainan lain yang menguntungkan seseorang atau kelompok usaha tertentu dari adanya program tersebut. Instansi terkait harus turun ke bawah untuk mengawasi dan menindaklanjuti dengan tegas bila ada temuan penyelewengannya. (Rome)

Posting Komentar

0 Komentar