Karena Panas Pusat Kuliner Koplakan Sepi Pembeli

Peresmian Pusat Kuliner "Koplakan" yang meriah, menampilkan pertunjukan tiga seni budaya sekaligus, Wayang Kulit, Tarian Wayang Orang, Tayuban dan menghadirkan pelawak kondang Jolang (Foto: Rome)

"Belum genap satu bulan pusat kuliner "Koplakan" diresmikan oleh Bupati Blora, Djoko Nugroho, Minggu malam (30/9/2019), pedagang yang menempati kios tersebut mengeluh sepi pembeli"

Peresmian sangat meriah
BLORA, ME - Kemeriahan peresmian pusat kuliner "Koplakan" pada hari Minggu malam (30/9/2019), tentunya masih teringat dalam benak dan hati kita. Pagelaran seni budaya Wayang Kulit, Langen Tayub, dan mengundang pelawak kondang Jolang, adalah upaya Pemerintah Kabupaten Blora, melalui Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM Blora, untuk mensosialisasikan hasil pembangunan dan penataan kawasan "Koplakan" yang dibangun dengan desain artistik dan bernuansa tradisional Jawa. Dalam sambutannya Bupati Blora berpesan untuk menjaga kebersihan dan harga yang terjangkau oleh masyarakat.
"Semoga pusat kuliner Koplakan dapat meningkatkan perekonomian pedagang, saya berpesan untuk merawat dengan sebaik - baiknya, jaga kebersihan dan harga yang wajar dan terjangkau" ungkapnya saat itu, usai pengguntingan pita peresmian operasional "Koplakan".

Siang sepi pembeli
Setelah berjalan efektif 20 hari, sejak peresmian, beberapa pedagang mengeluh, sepi pembeli, terutama saat siang hari. Salah seorang pedagang, yang enggan disebut namanya, menyampaikan keluhan seluruh pedagang pusat kuliner "Koplakan".
"Terus terang bangunannya memang bagus, megah dan indah, saat malam hari, pembeli juga mulai berdatangan dari luar kota, atau dalam kota Blora, suasananya klasik, tapi sayangnya kalau siang hari, sangat sepi, tidak ada yang mau jajan kesini, lantaran panas sekali, karena matahari langsung masuk, kami seperti cacing kepanasan, kami mohon bisa dievaluasi kembali bangunan ini, bagaimana caranya agar tidak panas, sehingga pembeli nyaman" ungkapnya kepada Monitor Ekonomi.

Harapkan dipasang kanopi
Bangunan pusat kuliner "Koplakan" adalah salah satu ikon pembangunan kawasan perkotaan. Lokasinya yang strategis di jantung kota Blora, tentu diharapkan bisa meningkatkan perekonomian warga Blora. Bangunan yang menghabiskan anggaran sebesar Rp. 3 Miyar itu, diupayakan murni untuk warga sekitar atau pedagang lama. Secara perencanaan dan kajian teknisnya, arsitektur bangunan tersebut memang indah, akan tetapi kurang diperhitungkan analisis cuaca, bagaimana saat panas di siang hari, dan bagaimana saat hujan nanti.
"Saat ini panas matahari langsung masuk ke kios kami, makin siang maka makin terasa panasnya, pembeli tidak nyaman kepanasan, kalau hujan nanti pasti juga akan terimbas masuk airnya, harus dipasang kanopi untuk menahan itu semua, bukannya kami tidak puas, tapi memang harus dievaluasi lagi, termasuk area parkirnya, cepat diselesaikan, debunya berterbangan kemana - mana, meskipun sudah kami sirami air," ungkap Yuni, penjual Sate Ayam dan Kambing di kiosnya yang memang terasa panas di siang hari. (Rome)

Posting Komentar

0 Komentar