Bandara Aryo Penangsang Gerbang Utama Jateng Paling Timur

Pembangunan Bandara Blora
Pembangunan bandar udara merupakan suatu pekerjaan yang membutuhkan ketersediaan modal dalam jumlah besar dan bersifat kompleks. Bersifat padat modal karena pembangunan bandar udara membutuhkan investasi konstruksi dan instalasi yang cukup besar. Di lain pihak, pembangunan bandar udara merupakan kegiatan yang kompleks karena membutuhkan keterpaduan dari berbagai bidang pekerjaan dan bidang keahlian, termasuk keterpaduan intramoda dan antarmoda transportasi dalam cakupan wilayah yang dilayani. Oleh karena itu, pembangunan dan pengembangan suatu bandar udara membutuhkan perencanaan yang matang agar investasi yang ditananamkan dapat berdaya guna (efisien) dan berhasil guna (efektif).
Penyediaan Lahan Bandara
Bandara Udara Aryo Penangsang-Ngloram yang sekarang sudah tersedia tanah sekitar 215.346 m2 yang dulunya milik Kementrian ESDM dan sudah diserahkan kepada Kemenhub. Diantaranya Runway panjang 900 m dan lebar 30 m, Taxiway sekitar panjang 150 m dan lebar 23 m, Apron dan bekas tanah bangunan Terminal panjang 75 m dan lebar 50 m, sedangkan tanah perpanjangan Runway masih tersedia panjang 1650 m dan lebar 110 m. Sehingga pembebasan lahan untuk perluasan pengembangan Bandara Udara Aryo Penangsang-Ngloram relatif tidak sebesar kalau tanah belum ada sama sekali. Sekarang masih dalam proses pembebasan lahan yang dilakukan oleh Dinrumkimhub untuk penambahan  lahan sekitar 3.2 Ha untuk Terminal dan Rest End Safety Area (RESA).
Pembuatan Masterplan Bandara
Dalam pembuatan masterplannya Bandara Udara Aryo Penangsang-Ngloram adalah sebagai pedoman yang diperlukan dalam rangka pembangunan dan pengembangan suatu bandar udara dan operasi penerbangan serta analisis finansial sampai dengan tahun rencana (target year). Dan tujuan pembuatan masterplan suatu bandar udara adalah mewujudkan suatu bandara yang ideal, memiliki fasilitas (sarana dan prasarana) sesuai dengan ketentuan yang dipersyaratkan, sehingga dapat memberikan pelayanan ke bandar udaraan yang cepat, aman, nyaman, efektif, efisien dan optimal, baik terhadap keselamatan operasi penerbangan, penumpang, maupun bagi pengguna jasa bandar udara lainya.
Harapkan Tumbuhkan Ekonomi
Pembangunan Bandar Udara Aryo Penangsang-Ngloram diharapkan akan menunjang mobilitas dan lebih mendorong pertumbuhan ekonomi Blora seiring menggeliatnya pertambangan Migas di wilayah Blok Cepu serta daerah Hinterlandnya seperti Bojonegoro, Tuban, Rembang, Grobogan dan Ngawi. Direncanakan perluasan Bandara Ngloram sampai disekitar  Stasiun KA Kapuan, sehingga diharapkan terminal bandaranya dekat dengan Stasiun Kapuan, sehingga penumpang kereta bisa turun langsung di Kapuan, agar mudah menuju Bandara.
Perencanaan Pembangunan Fasilitas
Direncanakan 4 tahap perpanjangan Runway, yaitu tahap 1 Runway 1200 x 30 m untuk pesawat charter, ATR 42, CN-235, pesawat ATR 72 Restricted Take Off Weight (RTOW), tahap 2 Runway 1400 x 30 untuk pesawat turbo propeller ATR 72-600 ( Perancis dan Italia), tahap ke 3 Runway 1850 x 45 untuk pesawat turfo fan Embraer 195 (Brasil), dan tahap ke 4 Runway 2500 x 45 untuk pesawat turbo fan, Air Bus, Boeing 737-NG (USA). Dalam pengembangan bandar udara telah diperkenalkan konsep Eco-Airport, sebagai suatu kerangka pengelolaan bandar udara untuk mencapai keseimbangan antara nilai/biaya, kualitas lingkungan, dan manfaat ekonomi, sehingga terjadi harmonisasi antara aspek komersial dan aspek lingkungan dalam rangka menunjang pengelolaan bandar udara yang efektif, efisien dan berkelanjutan.

Wujudkan Aspek Lingkungan
Oleh karena itu, dalam pengelolaan bandar udara masa depan harus mengakomodasikan dan mewujudkan aspek lingkungan mulai dari tahap perencanaan, perancangan dan pengoperasikan. Dalam kenyataan, di sebagian besar bandar uadara di tanah air mengalami penurunan kualitas lingkungan, sedangkan peranan dan fungsi bandar udara adalah sangat strategis dalam mewujudkan penyelenggaraan pelayanan penerbangan yang efektif dan efisien.


Rincian Kegiatan Pembangunan
Rincian Kegiatan Pembangunan Bandar Udara Aryo Penangsang-Ngloram Tahun Anggaran 2019 dengan Total Anggaran Tahun 2019 sekitar 43 M:
1. Pekerjaan Perpanjangan Runway 300 m x 30 m, Rekonstruksi Runway, Taxiway termasuk Marking. (target selesai minggu ke 4 Desember 2019).
2. Pemenuhan Standar Pagar
(target Pertengahan Desember 2019).
3. Penyusunan Detail Engineering Design (DED)/Rancangan Teknik Terinci (RTT) fasilitas Air Side (Sisi Udara) dan Land Side (Sisi Darat).
(target akhir Desember 2019).
4. Pengawasan Pembangunan Air Side (Sisi Udara) Bandar Udara Aryo Penangsang-Ngloram Cepu. (targer akhir Desember 2019).                
5. Pembuatan Drainase Air Side (Sisi Udara) Bandar Aryo Penangsang-Ngloram.
(target akhir Desember 2019).
6. Pembuatan Drainase Air Side (Sisi Udara) untuk Pemenuhan Strip Bandar Udara Aryo Jipang-Ngloram.
(target akhir Desember 2019).
7. Pemenuhan Rest End Safety Area (RESA) Bandar Udara Aryo Jipang-Ngloram.
(target akhir Desember 2019).
8. Penyusunan Dokumen Amdal Bandar Udara Aryo Penangsang-Ngloram.
(target akhir Desember 2019).

Penulis:
Djati Walujastono
Lahir di Kec. Cepu, Kab. Blora
Anggota Tim Reaktifasi Percepatan Pembangunan Bandara Aryo Penangsang-Ngloram, Kec. Cepu, Kab. Blora.
Staf Khusus Bupati Blora, bidang IPTEK, Pemberdayaan Masyarakat Penanggulangan Kemiskinan, dan Kearifan Lokal.
Ketua Dewan Riset Daerah (DRD) Blora.
Wakil Ketua Komunitas Sapi Indonesia (KSI) Jawa Tengah & Yogjakarta
Komisaris BUMD Perseroda PT. Blora Patra Energi (BPE).
Ketua Dewan Pengawas BUMD Perumda Wira Usaha (WU).
Dosen Teknik Mesin, Sekolah Tinggi Teknik Ronggolawe (STTR), Cepu
Pengajar Teknik Pemboran Migas, SMK Migas, Cepu

Posting Komentar

0 Komentar