Bupati Blora : "Nek dodol ojo dientol regone!"

Sekda Blora, Komang Gede Irawadi, didampingi Kadindagkop UMKM Blora, Sarmidi (kiri) dan Dirut BKK Blora, Puguh Haryono
"Pembangunan pusat kuliner "Koplakan", sudah mencapai 90% lebih, sesuai dengan perjanjian kontrak, itu harus diselesaikan terakhir tanggal 27 September 2019 ini, oleh karena itu Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM Blora, bergegas mensosialisasikan pemakaiannya, pada para pedagang lama dan baru. Ikon baru tempat wisata kuliner Kota Sate ini, yang menelan Anggaran Daerah sebesar Rp. 3 Milyar, diharapkan nantinya dapat membangkitkan perekonomian masyarakat pedagang kuliner yang telah lama berdiri itu."


Pusat Kuliner Koplakan

BLORA, ME - Bupati Blora, Djoko Nugroho, menyambut baik kedatangan para pedagang yang sudah tidak sabar untuk segera pindah.

"Selamat kepada para pedagang yang akan menempati, pusat kuliner "Koplakan", saya harap itu bisa meningkatkan perekonomian njenengan semua nggih, tolong dijaga kebersihannya, kekompakannya, kualitas rasanya dan ojo dientol (dikemplang.red)regane, mesake liyane, yen dodolane podo yo kudu podo regane, panggone wes apik, mewah, ojo dipaku - paku kanggo masang banner, soale wes disediani neon box, sumbangan teko Bank BPR BKK Blora, yang dipimpin Direkturnya Pak Puguh Haryono, nanti silahkan kalo mau nabung atau kredit di BKK Blora, kanggo usaha seng produktif, ojo wedi utang, dibentuk paguyuban jadi bisa menjembatani antara pemerintah dengan pedagang, kemudian toilet akan dipihak ketigakan, biar selalu bersih, wangi dan terjaga, ora koyo seng uwis - wis," ujar Bupati yang akrab disapa Pak Kokok, dengan bahasa Jawa sehingga terkesan dekat dan akrab dengan rakyat, spontan langsung dijawab dengan kompak.
"Nggiiiihhh...Pak Kokok" jawab mereka.

Pengundian Tempat Pedagang
Kepala Dinas Perdagangan Koperasi Dan UMKM Blora, Sarmidi menjelaskan, bahwa penempatan pedagang adalah satu tempat untuk 2 pedagang, yang akan berjualan dua kali shift, dari pagi sampai sore, kemudian shift kedua, dari sore hingga pagi.

"Untuk itu, malam ini kami jelaskan, kami data, dan kami undi, biar adil, tidak ada yang diistimewakan disini (pedagang.red), jadi nanti bisa langsung melihat tempatnya, sekaligus persiapan, kemudian dijelaskan juga kontrak sewanya, sistem pembayaran seperti apa, akan ada arahan dari Bapak Sekda, dan Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Blora," paparnya kepada segenap pedagang yang hadir, pada Jumat malam, (6/9/2019).

Habiskan Rp. 3 Milyar
Menurut, Sekretaris Daerah Kabupaten Blora, Komang Gede Irawadi, menjelaskan bahwa investasi itu menghabiskan biaya cukup besar, yaitu sebesar Rp. 3 Milyar dari APBD Blora Tahun Anggaran 2019 ini. Proyek ini dilaksanakan oleh PT. Bumi Sarana Makmur, Semarang.

"Bila dibandingkan dengan kontrak sewa dari pedagang, yaitu sebesar Rp. 218.000 per bulan dikalikan 19 tempat yang disewakan, berapa tahun modal, itu bisa kembali, jadi Pemerintah tidak ambil untung disini, oleh karena itu, mohon dijaga dengan baik, seperti pesan Pak Bupati tadi, harus kompak, jangan disewakan kepada orang lain, ini adalah untuk mensejahterakan njenengan semua, dan jangan takut, kuliner Blora, itu terkenal enak, dari satenya, lonthongnya, sotonya, orang luar Blora merasa cocok lidahnya," ungkapnya.

Disaat yang sama, Kepala BPPKAD Blora, yang juga mantan Kadinas Dagkop UMKM Blora, Maskur, berpesan kepada pedagang agar berpakaian yang rapi, ramah dan beri kebebasan untuk pembeli, dimanapun mereka ingin duduk dan pesan makanan agar dilayani dengan baik.

"Jangan terus dicemberuti, biarkan mereka memesan makanan minuman sesukanya, dan ingat sekali lagi, jangan gunakan tisu gulung, mereka bisa tidak jadi makan, karena tisu gulung itu tempatnya di kamar mandi dan WC, harus diingat itu," pesannya. (Rome)

Posting Komentar

0 Komentar