Deklarasi Merajut Kebhinnekaan dan Perkokoh NKRI


Deklarasi merajut Kebhinnekaan untuk memperkokoh NKRI di Solo
Muspida Surakarta gelar deklarasi
Surakarta-ME Komandan Kodim 0735/Surakarta Letkol Inf Ali Akhwan S.E bersama Walikota dan juga Kapolresta Surakarta bersama dengan Perwakilan sekitar 13 suku-suku yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Nusantara (AMN) mendeklarasikan tekad memperkokoh NKRI dan merajut kebhinnekaan di Atria Restoran Solo, Jumat (30/8) malam WIB. AMN bersama Muspida ini sepakat mewujudkan Solo tetap adem ayem dan senantiasa menjaga ketertiban dan keamanan, dan tidak akan terprovokasi oleh  upaya-upaya memecah belah dan kekacauan.

Tekad menjaga kondusivitas Kota Bengawan ini disampaikan dalam empat poin besar masing-masing pihak dalam wadah NKRI, menghargai perbedaan SARA, menolak segala bentuk upaya yang menimbulkan perpecahan dan menjaga persatuan dan kesatuan. Dan direalisasikan penandatanganan deklarasi bersama, Untuk Menjaga Keutuhan NKRI.

Solo Adem Ayem
Walikota Surakarta, FX Hadi Rudiyatmo
Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo mengungkapkan Kota Solo sejak dulu adem ayem. Setiap warga negara Indonesia tidak memandang suku, agama, dan rasa bersama-sama menjaga kerukunan.

“Solo ini sebagai rumah berbagai suku-suku. Saya minta, jangan berhenti pada deklarasi ini saja, bisa dilanjutkankan ke kegiatanya yang lebih luas dan santai. Sebab,
Solo untuk indonesia, Solo untuk nusantara, Solo untuk NKRI,” tegas FX Hadi Rudyatmo.

Perwakilan suku, M Siburian dari Persatuan Masyarakat Batak Surakarta mengatakan ada 500 orang Batak di Solo Raya.
“Kami mengharapkan tetap membaur di kampung dan berkumpul, dan tidak berkelompok, karena warga asli Solo menerima.” terangnya. Sementara itu Rico, dari perwakilan Papua menegaskan.
“Kami cinta damai, kami cinta damai. Kami tidak ingin berpisah dengan NKRI.” tandasnya.
(Pendim/nugi/me)

Posting Komentar

0 Komentar