SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT DI MONEV

• Program rutin STBM
BLORA, ME - Lima Pilar STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) merupakan program pemerintah dalam hal menciptakan keluarga dan lingkungan yang sehat. Seperti yang kegiatan yang diselenggarakan oleh Puskesmas Rowobungkul, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora. STBM merupakan kegiatan rutinitas tiap tahun. Tiap puskesmas minimal mengajukan 1 (satu) Desa. Untuk Puskesmas Rowobungkul sendiri, mengajukan 2 (dua) Desa yaitu di Desa Kendayaan dan Desa Sendangagung.

Monitoring dari Puskesmas
Pada Hari ini, Kamis (4/7/2019), di Kantor Desa Kendayaan, Puskesmas Rowobungkul melakukan monitoring dan evaluasi dengan mendatangkan Tim STBM dari Kecamatan dan Kabupaten. Acara ini dihadiri oleh kader-kader yang ada di Desa Kendayaan yang didampingi oleh Bidan Desa dan Kepala Desanya.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Kendayaan, Sulistyowati sangat mendukung program STBM dari Pemerintah. Karena untuk menciptakan kondisi desa yang sehat diperlukan sinergitas dari lintas sektoral.

"Saya berterima kasih karena Desa kami menjadi Desa binaan terkait STBM. Mudah-mudahan apa yang dilakukan oleh Tim bisa terlaksana demi menciptakan keluarga dan lingkungan yang sehat di Desa Kendayaan." ungkapnya.

Pentingnya Hidup Sehat
Sementara itu, Suyani, SE, selaku Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat Kecamatan Ngawen, mewakili Camat Ngawen, memberikan motivasi akan pentingnya hidup sehat. "Kesehatan itu sangat mahal harganya. Jadi jagalah kesehatan. Mencegah lebih baik daripada mengobati. Banyak saudara-saudara kita yang sakit dan menghabiskan uang banyak karena untuk biaya pengobatan. Jadi mulailah dari kita dan keluarga untuk membiasakan hidup sehat." himbaunya.

5 Pilar STBM
Ada 3 hal yang disampaikan terkait Monitoring dan Evaluasi STBM di Desa Kendayaan ini. Pertama,  5 Pilar STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) oleh Fasilitator STBM Kabupaten Blora, Dewi Chusnul  Chotimah, S.KM.

"Ada 5 pilar yang harus kita biasakan dalam kehidupan sehari.  Stop BAB Sembarangan, Cuci tangan pakai sabun (CTPS) dengan air yang mengalir,  Pengelolaan Air Minum  dan makanan rumah tangga yang sehat (PAM-RT), Mengelola sampah dengan benar dan yanh terakhir mengelola Limbah Cair Rumah Tangga dengan benar," ungkapnya.

"Kader-kader yang didatangkan hari ini diharapkan untuk turut berpartisipasi aktif menggalakkan STBM dalam rangka Universal Access (UA) 2019 yaitu 100% air bersih, 0% pemukiman kumuh dan 100 sanitasi layak." paparnya kepada audiens yang hadir.

Manfaat Cuci Tangan
Hal yang kedua disampaikan oleh Mangi Fera Indica, Tenaga Kesehatan di  Puskesmas Rowobungkul. Indi, panggilan akrabnya, memberikan informasi pada saat apa saja warga harus cuci tangan.

"Betapa bahayanya ketika kita tidak mencuci tangan kita dengan sabun. Karena bisa menyebabkan penyakit seperti typus, diare, atau cacingan. Saat yang diharuskan untuk mencuci kedua tangan kita dengan sabun adalah sebelum dan sesudah makan, sebelum dan sesudah Buang Air Besar,  Saat keluar masuk rumah serta sebelum dan sesudah pegang bayi." paparnya.

Mencuci Tangan yang Benar
Hal terakhir disampaikan oleh Sulistyono, Petugas Kesehatan Lingkungan (Kesling) Puskesmas Rowobungkul. Kemudian Sulis memperagakan tata cara mencuci tangan dengan sabun yang benar.

"Tidak semua orang tahu cara mencuci tangan dengan sabun yang benar. Dimulai dari menyiapkan sabun, air yang mengalir sampai dengan serbet. Mencucinya pun tidak hanya di bagian telapak tangan saja, tetapi juga di sela-sela jari, ujung jari dan punggung tangan juga." pungkasnya. (Red/Pram)

Posting Komentar

0 Komentar