Ngaji Politik Bersama Gus Labib


Gus Labib memberikan tuziah politik
Kampanye Calon Legislatif
Blora-ME, Pemilihan Umum serentak yang akan dilaksanakan sebagai perwujudan proses demokrasi rakyat di seluruh Indonesia, semakin dekat. Waktu kampanye terbuka sudah semakin sempit, tinggal 2 minggu. Oleh karena itu, seluruh calon berupaya memanfaatkan ruang dan waktu, dengan sebaik - baiknya. Seperti yang dilakukan oleh calon anggota legislatif tingkat Propinsi Jawa Tengah, dari Partai Kebangkitan Bangsa. Teguh Widodo, SAP, politisi kelahiran asli dari Blora, yang akan kembali bertarung di Daerah Pemilihan Jawa Tengah 5, yang meliputi Kabupaten Blora dan Grobogan, dengan nomor urut 4 ini, menggelar pengajian, yang diikuti ratusan ibu - ibu dari Kelurahan Jetis. Di rumah masa kecilnya, Jalan Sumbawa, yang jauh - jauh hari diubah menjadi Rumah Aspirasi, pada hari minggu (30/3/2019).

Pengajian politik untuk sarana kampanye
Pengajian rutin digelar
Acara yang diawali dengan pembacaan ayat - ayat suci Al Quran, dan tahlil bersama itu, menjadi penanda masih terjaganya tradisi Islam, utamanya dari Nahdlatul Ulama, Organisasi Islam terbesar di Indonesia, yang banyak menyalurkan aspirasi politiknya di Partai yang didirikan oleh Almarhum Kyai Haji Abdurrahman Wahid, alias Gus Dur, mantan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dan mantan Presiden Republik Indonesia yang keempat itu. Partai berlambang bola dunia dan bintang sembilan ini, masih menjadi tempat bernaung bagi kaum Nahdliyin, untuk memperjuangkan aspirasi politiknya, termasuk ibu - ibu peserta pengajian yang hadir. Dalam kesempatan itulah, mantan anggota DPRD Kota Semarang ini, mencoba menangguk suara untuk pencalonannya di DPRD Propinsi Jawa Tengah, dari Dapil Jawa Tengah 3.
" Saya mohon doa restu dan dukungannya untuk mewakili aspirasi masyarakat Blora, tempat kelahiran saya," ujar Teguh Widodo,SAP, mengawali sambutannya.

Pengajian politik umat
Turut hadir, sekaligus sebagai juru kampanye untuk calon anggota DPRD Jateng 3 ini, Ahmad Labib Hilmy Muharror, yang akrab dipanggil Gus Labib, adalah juga calon legislatif untuk Kabupaten Blora, dari daerah pemilihan Blora 1, dari partai yang sama, Partai Kebangkitan Bangsa. Dihadapan ibu - ibu peserta pengajian itu, putra dari pengasuh Pondok Pesantren Khozinatul 'Ulum, Blora yaitu Kyai Haji Muharror Ali, mengajak agar tidak alergi pada politik.
" Monggo sareng - sareng kita, ngaji politik supados ngertos nopo niku politik, politik kangge memperjuangkan kepentingan kaum Islam, politik kangge mensejahterakan masyarakat, bangsa dan negara kita, menawi wonten politik niku kotor dan kejam, itu adalah kesalahan pelakunya, yaitu orangnya, ampun disalahke politike, lha mas Teguh niki bade nyalon dados wakil njenengan, supaya saget ndadosake manfaat kagem masyarakat Blora, kampung halamane," paparnya.

Sitir surat An Nahl
Seperti kebiasaan dari Partai - Partai yang berbasis massa kaum muslim. Para politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa atau yang disingkat PKB, dalam orasi politiknya selalu berpedoman pada Al Qur'an dan Hadits atau pendapat - pendapat dari para tokoh - tokoh Islam sahabat Nabi Muhammad SAW. Dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh pendengarnya, Gus Labib menyampaikan analogi pedoman - pedoman tingkah laku manusia, yang bisa mencontoh sifat - sifat hewan, yang juga merupakan ciptaan Allah SWT. Sambil menyitir salah satu Surat dari Al Qur'an, yaitu An Nahl, yang menceritakan tentang keistimewaan hewan, yaitu lebah atau tawon, dari sifatnya yang mampu hidup dan membangun rumah sendiri, dimanapun lebah itu berada, sifat yang lain adalah persatuannya sangat kuat dan taat kepada pemimpinnya, yaitu ratu lebah.
" Dimanapun Ratunya lebah pindah, maka rakyatnya akan mengikutinya, tidak kesana kemari yang gak jelas, dan meskipun kecil, mereka punya manfaat yang besar dari madunya, untuk mengobati dan menjaga kesehatan kita," jelasnya. (Rome)

Posting Komentar

1 Komentar