ASA KPTR JADI DISTRIBUTOR PUPUK

Eko Asmoyo
Ketua KPTR MustikaManis
Gelar RAP dan evaluasi
Blora-ME, Harapan dan upaya jajaran pengurus Koperasi Petani Tebu Rakyat ( KPTR ) " Mustika Manis" agar bisa ditunjuk menjadi distributor pupuk, kembali dilontarkan oleh Ketuanya, Eko Asmoyo, dalam forum Rapat Anggota Perencanaan dan Evaluasi Penjualan Musim Giling Tebu 2018, yang digelar di Resto D Joglo, pada hari Senin (19/11/2018).

" Kami berencana untuk mendaftar sebagai distributor pupuk, meskipun itu sudah kali lakukan pada tahun - tahun yang lalu, Dan belum terealisasi hingga kini, kali tetap berusaha, karena kami, sebagai petani tebu, sangat membutuhkan pupuk, terurama yang bersubsidi, kalau harus pakai yang non subsidi, jelas kami tidak sanggup, oleh karena itu saya mohon, Pak Maskur ( Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM Blora ) dan Pak Bekti ( GM PG GMM BULOG Blora ) bisa membantu kami, agar itu bisa terealisasi," tandasnya.

Mengatur distribusi pupuk
Kebutuhan pupuk untuk petani tebu Blora, dan komoditas pangan lainnya, memang sangat strategis untuk bisa ditangani secepatnya. Kelangkaan pupuk memang kerap menghantui masyarakat petani, saat musim tanam tiba, Dan ini harus diselesaikan, OPD harus berperan aktif. Kepala Dinas Perdagangan Koperasi Dan UKM Blora, Maskur, mendukung upaya KPTR "Mustika Manis" untuk menjadi distributor pupuk, demi memastikan penyediaan pupuk bagi seluruh anggotanya.

" Memasuki musim penghujan ini, maka persiapan tanam sudah di mulai termasuk petani tebu, tentunya membutuhkan pupuk, namun jatah untuk bulan desember kan sudah ada, jadi segera ditebus saja, sekarang menggunakan kartu tani untuk pembeliannya, sesuai RDKK maksimal untuk 2 (dua) hektar kebutuhannya, maka itu diaturlah pemakaiannya," ungkapnya.

Data Base Lahan
Terkait dengan pengalokasian kebutuhan pupuk bagi petani tebu, Kepala Dindagkop UKM Blora, Maskur, mengusulkan agar pengurus koperasi membuat data base yang lengkap, tidak hanya mama anggotanya saja.

" Saya berharap pengurus koperasi membuay data yang berisi lengkap, terdiri dari nama, luasan, masa tanam, masa tebangnya, sehingga bisa disinkronkan dengan kebutuhan pupuknya, hingga hasil panennya berapa," pintanya.

Berdasarkan fakta, memang petani Blora harus diajari pentingnya, administrasi data dan pengolahannya. Dimulai dari komunitasnya, yaitu koperasi, dan itu bisa dilakukan dengan jalan digitalisasi data - data dari anggotanya.
(Rome) 

Posting Komentar

0 Komentar