GM GMM BULOG: " 70% Milik Petani tebu, jagalah Pabrik Gula Blora"

GM. PG GMM BULOG
Bambang Subekti
Rencana dan Evaluasi KPTR
Blora-ME, General Manajer Pabrik Gula Gendis Multi Manis-Bulog, Bambang Subekti mengapresiasi peran Koperasi Petani Tebu Rakyat (KPTR) " Mustika Manis " yang menggelar rapat anggota perencanaan dan evaluasi musim giling tebu tahun 2018, yang dilaksanakan di Resto D Joglo, Blora, pada Senin (19/11/2018).

" Saya sangat mengapresiasi langkah luar biasa KPTR Mustika Manis, Koperasi yang memiliki perencanaan dan bussiness plan sebagaimana dilakukan pabrik, bahkan ini sudah mendahului , perencanaan dan evaluasi penjualan tebu pada musim giling tahun 2018, ini kalau di pabrik namanya grand strategy," ujarnya.

Masih menurut, GM PG GMM - Bulog ini, merasa bangga akan prestasi para petani dan para pekerja di pabrik, yang berhasil mendapatkan kualitas terbaik se Indonesia.
" Dua bulan terakhir, rendemen kita mencapai 12 persen, adalah prestasi terbaik secara Nasional, bukan hanya menjadi yang terbaik untuk antar BUMN tetapi juga dengan swasta.

" Berkat koordinasi dan komunikasi yang baik, antara pabrik dengan koperasi (KPTR), musim giling tahun ini berjalan dengan lancar, dan kedepan akan terus ditingkatkan, maka semua harus dievaluasi dan diperbaiki," paparnya.

Koperasi bentuk Pokja
Demi memperlancar proses giling tebu, Pengurus KPTR Mustika Manis, membentuk kelompok kerja untuk mengurusnya. Ketua KPTR Mustika Manis, Eko Asmoyo menyampaikan betapa rumitnya, mengingat semua petani tebu ingin segera ditebang dan digiling, terkadang sampai tengah malam, mengurus kepentingan anggota.

" Kami membentuk pokja SBT, untuk mengurus kepentingan petani tebu anggota kita, disewakan tempat disekitar pabrik, agar lebih mudah koordinasi dan komunikasinya dengan pabrik gula, dan dipimpin oleh Pak Darminto, yang sudah berpengalaman dibidang pertebuan, dan dibantu oleh tenaga administrasi musiman, dan Alhamdulillah bisa berjalan dengan lancar," paparnya.

Selain daripada itu, juga dilaporkan posisi keuangan koperasi milik para petani tebu itu, dan rencana penggunaan hasil retribusi giling tebu yang ditarik sebesar Rp. 5,00/kilogram.

" Total perolehan retribusi yang menjadi hak koperasi adalah Rp. 298 juta, yang rencana akan digunakan untuk, rinciannya adalah Rp. 1,00/kg untuk pembelian sarana prasarana, Rp. 2,00/kg untuk operasional koperasi dan Rp. 2,00 per kg untuk tabungan yang akan dibagikan kepada seluruh anggota, yang akan kita atur mekanisme pembagiannya, untuk kebutuhan pembelian pupuk pada mada tanam nanti," ungkapnya.

Jangan ganggu PG Blora
Keberadaan PG Gendhis Multi Manis - Bulog ini, menurut General Manager, Bambang Subekti sangat bagus untuk meningkatkan perekonomian daerah, maka perputaran uang yang sangat besar, dapat dinikmati oleh masyarakat Blora.

" Saya sangat kaget, ternyata perputaran uang yang ada dan bisa dinikmati oleh masyarakat Blora sangat besar, yaitu mencapai Rp. 800 Milyar per tahun, dengan rincian pengolahan lahan sekitar 8.500 - 9000 ha, per hektarnya Rp. 25 juta, totalnya Rp. 400 Milyar, kemudian hasilnya tebu yang digiling 600 ribu ton, dengan harga Rp. 610.000 per Ton, sehingga menghasilkan uang yang berputar di Blora mencapai Rp. 360 Milyar, sedangkan gaji karyawan Rp. 30 Milyar, sebagian besar karyawan adalah warga Blora, jadi belanja uangnya bersirkulasi di Blora, beli rokok, kopi , makan dan minum, di warung - warung milik warga Blora, oleh karena itu, keberadaan PG GMM - Bulog harus dijaga, karena sebenarnya 70% pemiliknya adalah para petani tebu Blora, mari kita jaga bersama, bersinergi antara petani, karyawan dan seluruh Direksi, untuk kepentingan Negara, yaitu mewujudkan swasembada gula nasional, dan meningkatkan perekonomian masyarakat utamanya para petani tebu Blora, jadi jangan ganggu PG GMM Blora," tandasnya. (Rome)















Posting Komentar

1 Komentar