Solusi Penanggulangan Bencana Kebakaran

Kondisi Rumah terbakar didesa Bacem Banjarejo beberapa waktu yang lalu
Blora-ME – Bencana kebakaran bagaikan momok, kali ini kembali terjadi di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Jumat pagi (12/10/2018). Dua rumah milik Saridin(50), rata dengan tanah akibat kebakaran. Sontak seluruh warga RT 2 RW 1 Dukuh Keser, Desa Keser, Kecamatan Tunjungan, Blora, berjibaku berupaya memadamkan api yang melalap rumah yang terbuat dari kayu itu, akan tetapi hingga pemadam kebakaran tiba di lokasi, dua rumah itu tidak berhasil diselamatkan, tinggal puing - puing hitam berserakan. Gunari (56), salah seorang saksi mata, kebakaran terjadi sekitar pukul 08.30 WIB.


Dugaan Akibat Konsleting Listrik
Diduga api  berasal dari Konsleting listrik. Pasalnya, saat kejadian ia melihat api pertama kali muncul dari kabel listrik dan membakar bagian atas rumah. “ Api berasal dari konsleting listrik. Saya lihat pertama kali waktu mengeluarkan sapi milik korban, saya lihat api  dari atas dan langsung membakar rumah bagian atas”, kata Gunari. Saat kejadian, rumah dalam keadaan kosong karena ditinggal pergi ke sawah. Meski tidak sampai memakan korban jiwa, namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Selain perabot rumah tangga, satu unit sepeda motor Honda Supra dan sepeda juga ikut terbakar hangus.


5 Unit Damkar Tak Mampu Jinakkan
Selang 30 menit, 5 unit mobil pemadam dari satpol PP Blora tiba di lokasi untuk melokalisir api. Api baru bisa dipadamkan sepenuhnya, satu jam kemudian. Kades Keser, Sujono
mengatakan, pihaknya akan memberi bantuan kepada pemilik rumah yang mengalami kebakaran. Untuk sementara, pemilik rumah akan diungsikan ke rumah tetangga terdekat.
“Ya jelas, kalau bantuan pasti ada, tapi nanti malam akan kita rapatkan dulu. Apakah nanti akan dilakukan pembangunan secara gotong royong bersama warga atau yang lainnya, tergantung hasil rapat nanti malam”, ucap Sujono di lokasi.

Solusi Penanggulangan Kebakaran
Bila kita analisis tentang garis waktu kejadian kebakaran dengan kedatangan pemadam, dengan jarak yang tak begitu jauh (5 km), dengan standart operation procedure yang istimewa, yaitu mendapatkan prioritas lalu lintas yang longgar, maksimal 10 menit bisa sampai lokasi, namun entah mengapa terpaut hingga 20 menit, dan ini harus menjadi evaluasi bersama, apa saja hambatan yang terjadi di lapangan, kemudian kita cari solusinya. Majalah kesayangan anda, Monitor Ekonomi telah dua kali mengulas masalah ini, dan memberikan opini sebagai masukan, yaitu perlunya desa - desa mengadakan sendiri unit pemadam kebakaran mikro, dengan menggunakan motor damkar, yang nantinya dilaksanakan oleh para personil hansip setempat, dengan dibekali pelatihan kesiapsiagaan bencana kebakaran.(rome)

Posting Komentar

0 Komentar