Kades Tempuran Keman, Budidaya ikan nila secara mandiri untuk penuhi kebutuhan pasar ikan di wilayahnya
Budidaya Ikan Nila
BLORA, ME - Upaya Kapala Desa Tempuran untuk meningkatkan perekonomian Desa, dengan memanfaatkan potensi wisata kuliner, perikanan darat patut diteladani, di tengah keterbatasan anggaran Dana Desa, dirinya berupaya mengajak warganya untuk mengembangkan budidaya ikan nila, yang dibutuhkan oleh para pengusaha 6 rumah makan ikan bakar.
Dalam rangka mendukung wisata kuliner ikan bakar Desa wisata tempuran yg kebutuhanya dalam satu siklus panen ikan butuh 80 ton per empat bulan untuk memenuhi kebutuhan 6 warung makan dengan ini mengajukan pengembangan kolam budidaya ikan nila.
Untuk memberi contoh warganya, bahwa budidaya ikan nila lebih mudah, dan bisa dilakukan di wilayahnya, Kades Keman membangun sendiri kolam ikannya dengan ukuran 4 × 15 meter.
Dengan biaya Rp. 150 Juta untuk membangun kolam dan instalasi airnya, dirogoh dari koceknya sendiri, alias dengan uang pribadi.
Dirinya mengembangkan teknologi modern yaitu dengan membangun instalasi penghasil oksigen dan membuat pakan bioflok untuk mengurangi biaya pakan ikan yang mahal.
Untuk kebutuhan air, kolamnya dilengkapi dengan satu sumur bor, untuk memenuhi kebutuhan empat kolam dengan fungsi yang berbeda - beda, dengan satu tujuan yaitu pembesaran ikan nila.
Pembesaran itu sendiri, dirinya memulai dengan membeli bibit ikan nila sebanyak 24.000 ekor bibit, yang kemudian dilakukan pembesaran selama 5 - 6 bulan ke depan bisa dipanen.
"Alhamdulillah saya panen pertama sebanyak 4 kwintal, dan langsung dibeli oleh pengusaha rumah makan ikan bakar di Tempuran, harga per kilonya Rp. 30.000 - Rp. 35.000, dapat Rp. 12 Juta, dan sisanya bisa beli bibit lagi, yang harganya cuma Rp. 80,- per bibit, saya ingin mengajak warga saya agar ikut mengembangkan ikan nila ini, dengan membuat kolam bundar, ya untuk menyuplai kebutuhan warung makan di Tempuran saja," ungkapnya. (Rome)










0 Komentar