IKLAN


 

Hore Eks Lapangan Golf Tidak Mangkrak Lagi!!!

Tim Verifikator dari Kementerian PU saat meninjau Eks Lapangan Golf sebagai alternatif calon lokasi Stadion di Blora

Kedatangan Tim Verifikator
BLORA, ME  - Mimpi warga Blora untuk memiliki lapangan sepak bola berstandar liga benar-benar akan terwujud, pasalnya pada hari Rabu (11/2/2026) yang lalu, Tim dari Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) telah memverifikasi tiga titik lokasi yang akan diajukan oleh Pemkab Blora. 

Sesuai informasi dari Bupati Blora Arief Rohman, pasca kunjungannya ke Kementerian Pekerjaan Umum beberapa waktu lalu, dirinya  menyatakan bahwa Kementerian Pekerjaan Umum akan menerjunkan tim ke Blora, untuk cek lokasi pembangunan stadion sepakbola. 

Saat meninjau langsung di Blora, Tim dari Ditjen Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) dipimpin oleh Kasubdit Wilayah II Direktorat Infrastruktur Dukungan Perekonomian, Peribadatan, Kesehatan, Olahraga dan Sosial Budaya (IDPPKOSB), Dendy Kurniadi.   

Dari Pemkab Blora, dikawal langsung oleh Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini, dengan  didampingi, Asisten 1 Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesra, Agus Puji Mulyono, beberapa Kepala OPD terkait, seperti Kepala Dinporabudpar, Iwan Setiyarso, dan Plt. Kepala DPUPR, Nidzamudin Al Huda. 

Persawahan bengkok Kedungjenar juga disurvei, namun tidak masuk dalam rekomendasi Tim Verofikator Kementerian PU Pusat karena merupakan lahat hijau

Cek 3 Titik Lokasi
Tim Verifikator dari Kementerian PU Pusat itu cek 3 titik calon lokasi pembangunan stadion sepakbola. Titik pertama yaitu Lapangan Kridaloka, Kecamatan Jepon yang bulan lalu, dijadikan sebagai homebase klub sepakbola Persikaba Blora. 

Titik kedua adalah lahan areal persawahan, lahan bengkok Kelurahan Kedungjenar di tepi Jalan Cendana Beran arah Pakis. Serta yang ketiga, adalah lahan terbuka eks lapangan golf di Jl. Agil Kusumadya Kelurahan Kunden.

Usai meninjau ketiga lokasi tersebut, Dendy Kurniadi langsung menyampaikan pandangannya, bahwa pembangunan stadion sepakbola di Kabupaten Blora bisa dilaksanakan. Menurutnya, dari tiga lokasi, ternyata ada plus minusnya.

Untuk lokasi pertama di Lapangan Kridaloka Jepon itu lahannya terlalu sempit, dan akses jalannya hanya satu arah. Sehingga jika dipaksakan, untuk membangun stadion sesuai standar nasional yang dipedomani Kementerian PU, tidak dimungkinkan. 

''Lapangan itu cocoknya hanya untuk pusat pelatihan sepakbola saja, untuk pembinaan generasi muda. Kurang cocok untuk stadion pertandingan liga,” ucap Dendy.

Untuk lokasi kedua yang ada di Jl. Cendana Kelurahan Kedungjenar (sebelah timur Beran), ternyata masih berupa sawah hijau. Meskipun luas dan status lahannya milik Pemkab, namun butuh biaya pengurugan tanah yang cukup besar, prosesnya lebih lama lagi.  

Eks Lapangan Golf
Sedangkan untuk alternatif lokasi ketiga di eks Lapangan Golf Kelurahan Kunden, kondisinya lebih memungkinkan, apalagi ini tercatat penggunaannya sebagai tempat olahraga. Luasannya juga memenuhi syarat minimal kebutuhan pembangunan stadion sepakbola. 

''Tinggal nanti diajukan saja izinnya ke Kemenpora untuk digunakan sebagai stadion, pembangunannya baru dari Kementerian PU. Seharusnya dari kemarin disini saja, bisa langsung kami eksekusi,” tambah Dendy Kurniadi.

Wakil Bupati Hj. Sri Setyorini, menyatakan kesiapannya untuk menindaklanjuti rekomendasi dari tim Kementerian PU agar pembangunan stadion bisa benar benar dilaksanakan di Kabupaten Blora. 

“Akan kami laporkan kepada Bapak Bupati. Apa saja hasil tinjauan lapangan hari ini. Pesan beliau, apapun masukan dari Kementerian PU, akan diikuti agar pembangunan stadion yang sudah lama dinantikan masyarakat bisa terwujud. Kalau perlu nanti konsultan pembangunannya memakai konsultan dari Kementerian PU langsung yang sudah terbiasa membangun stadion sesuai standar kompetisi liga di Indonesia.” ucap Wakil Bupati. 

Ijin Kemenpora Pusat
Sementara itu, terkait saran Dendy Kurniadi, tentang pengajuan izin penggunaan lahan eks lapangan golf menjadi lokasi pembangunan stadion sepakbola ke Kemenpora. Kepala Dinporabudpar, Iwan Setiyarso menyatakan akan segera memprosesnya. 

“Kebetulan ada Diaspora Blora yang bekerja di Kemenpora, yaitu Surono,  yang kini menjabat sebagai Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga di Kemenpora. Akan kami usahakan lewat beliau. Kampung halaman beliau juga tidak jauh dari eks Lapangan Golf ini,” ucap Iwan Setiyarso.

“Oh iya saya kenal Pak Surono. Harusnya aman itu kalau lewat Pak Surono bisa langsung teken, cepat itu jalur langit,” sahut Dendy dengan semangat. 

Adapun Plt. Kepala DPUPR Blora, Nizamudin Al Huda  menyatakan bahwa secara amdal untuk Kridaloka Jepon memang tidak memungkinkan dijadikan sebuah stadion, termasuk uji andalalinnya.

“Kalau di eks Bengkok Jenar yang di timur Beran itu kita butuh anggaran banyak untuk pengurugan lahannya. Karena kondisinya masih berupa persawahan produktif. Paling memungkinkan ya di eks Lapangan Golf ini, hanya butuh diratakan saja dan diurus izinnya ke Kemenpora. Letaknya juga strategis dekat dengan kota, di tepi jalan provinsi. Lahan ini sempat akan dihibahkan ke Korlantas Polri untuk pusat pelatihan lalu lintas, namun izinnya tidak turun dari Kemenpora. Namun jika digunakan untuk stadion saya rasa akan diizinkan karena memang sama peruntukannya untuk olahraga,” terangnya. 

Tidak Mangkrak Lagi
Di tempat terpisah, Pengamat Ekonomi dan Sosial Blora, Kurnia Adi dalam pandangannya menyambut positif, pembangunan stadion sepak bola direkomendasikan oleh Tim Verifikator dari Kementerian  di titik Eks Lapangan Golf Blora, yang sudah puluhan tahun mangkrak itu, menurutnya lokasi tersebut memang yang paling ideal, karena memiliki akses jalan yang banyak, dan pembangunannya lebih cepat.

Akan tetapi perlu juga dipikirkan Analisis dampak lingkungan lalu lintasnya, perlu ada pengalihan jalur lintas truk - truk bermuatan besar, untuk kenyamanan dan keamanan para penonton saat masuk dan keluar areal stadion itu, dan pembangunannya diharapkan bersifat ramah lingkungan.

"Penunjukkan lokasi pembangunan stadion sepak bola di lahan Eks Lapangan Golf itu sudah tepat, karena analisis dari Tim Verifikator Kementerian PU, sudah sesuai dengan penilaian saya juga, yaitu akses jalan hanya satu arah, sehingga parkirnya jelas semrawut, tidak masuk dalam standart Kementerian PU, sementara di eks Lapangan Golf, akses jalan banyak, setidakya ada 3 jalur jalan akses yang sudah ada dan bisa dibangun lagi akses jalan ke empat di sisi barat lahan, dan yang lebih pemting lagi lahan ini tidak lagi mangkrak!" tandasnya.

Dirinya juga mengusulkan pengembangan yang bisa dilakulan oleh Pemkab, yaitu pembangunan venue - vemue untuk cabang olahraga berprestasi Blora, yang belum mendapatkan tempat yang layak, seperti menembak, panahan, catur, olahraga tinju atau boksing dan sirkuit motor balap, serta dibangun pusat kuliner terbuka, namun seluruh pembangunannya harus tetap ramah lingkungan, jangan memotong seluruh pohon yang sudah ada. (Rome)



Posting Komentar

0 Komentar