Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Semarang Prodi Kebidanan Blora ikuti pelatihan kewirausahaan mahasiswa membuat mainan edukasi
Pelatihan Pengembangan Kewirausahaan
BLORA, ME - Prodi Kebidanan Blora Poltekkes Kemenkes Semarang mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan skema Program Pengembangan Kewirausahaan dan menggelar “Pelatihan Pengembangan Permainan Edukasi untuk Menumbuhkan Minat Kewirausahaan Mahasiswa”. Kegiatan pengabmas ini dilakukan oleh dosen Novita Ika Wardani, S.ST., M.Kes dan Dina Dewi Anggraini, S.ST.Keb., M.Kes dengan peserta sejumlah 74 mahasiswa calon lulusan kebidanan tahun 2025 pada bulan Agustus 2025.
Tampak Mahasiswa sangat senang dalam kegiatan pelatihan ini, apalagi lulusan Bidan harus memikirkan peluang kerja, melalui entrepreneurship yang harus dikembangkan untuk dapat bersaing dalam dunia bisnis. Dalam entrepreneurship diperlukan kreativitas tinggi, karena dapat membantu mahasiswa menciptakan ide bisnis baru, menemukan peluang di pasar yang persaingan ketat, memecahkan masalah bisnis, dan menciptakan produk atau jasa yang unik. Narasumber kegiatan ini adalah Dewi Kunti, yang merupakan seorang entrepreneur dari Kabupaten Grobogan.
“Modal utama dalam entrepreneurship adalah adanya niat dan komitmen yang kuat. Niat akan mengarahkan pada tujuan yang ingin dicapai, sementara komitmen memastikan seseorang bertahan dan berjuang melalui segala rintangan hingga tujuan tersebut terwujud.” ungkap Dewi Kunti.
Jangan Takut Berbisnis
Salah satu peserta pelatihan
yaitu Lutfia Naviroh menyatakan, bahwa materi yang disampaikan sangat menarik, dan dapat memberikan gambaran kepada kita perjuangan dalam dunia bisnis,
bagaimana langkah-langkah yang harus kita ambil saat usaha kita tidak sesuai
dengan yang diharapkan.
“Materi yang diberikan memberikan
motivasi kepada kami untuk berani mencoba dan jangan takut usaha kita akan sia-sia.
Tips-tips yang diberikan untuk terjun di dunia bisnis dapat membuat kita yakin
dan bisa untuk melakukannya.” ujar salah satu peserta Shella Berlianty Poetri.
Kewirausahaan merupakan kemampuan kita, dalam mengidentifikasi masalah dan kebutuhan, sebagai peluang di pasaran. Kebidanan merupakan ilmu yang mempelajari ilmu kesehatan ibu dan anak. Sasaran ibu dan anak bisa menjadikan peserta sebagai peluang bisnis yang bisa dimanfaatkan untuk menciptakan produk atau jasa yang unik dan inovatif. Salah satunya permainan edukasi untuk anak.
“Jenis mainan yang
diajarkan oleh pemateri mengingatkan saya tentang permainan jaman dahulu yang
simpel tapi dapat memberikan stimulasi yang baik untuk anak dan dari modal
sedikit bisa jadi cuan yang lumayan.” papar Naia Zahra Yashica Dewi.
Buat Proposal Enterpreneur
Dari pelatihan ini, mahasiswa
diberikan tugas kelompok yaitu membuat proposal kewirausahaan dengan membuat
produk permainan edukasi, untuk dilakukan pemasaran dan penjualan produk
tersebut. Tugas ini diberikan dengan tujuan agar mahasiswa dapat merasakan
proses dalam menjadi entrepreneur.
Seorang entrepreneur harus mampu
melakukan perencanaan dan membaca peluang bisnis, mengelola keuangan dan modal,
mengembangkan produk dan jasa, membangun tim yang baik, melakukan pemasaran dan
promosi, serta terus belajar dan beradaptasi terhadap perubahan pasar. Selain
itu, entrepreneur perlu memiliki karakter seperti kemauan keras, keberanian
mengambil risiko, kemampuan adaptasi, dan visi yang kuat untuk meraih
kesuksesan bisnis.
Kegiatan ini dapat menimbulkan
minat mahasiswa dalam kewirausahaan dilihat dari antusias, semangat dan
aktifnya bertanya kepada narasumber. Ini merupakan langkah pertama mahasiswa
kelak lulus memiliki modal utama yaitu niat dan komitmen. Dari pengalaman
melaksanakan tugas dari pelatihan ini bisa menjadikan pengalaman yang tidak
dilupakan mahasiswa ketika kelak akan memulai menjadi seorang entrepreneur. (rome)
0 Komentar