IKLAN


 

MEMBANGUN KOQNITIF TENTANG DETEKSI KOMPLIKASI NIFAS PADA KADER KESEHATAN DI DESA PURWOREJO KECAMATAN BLORA KABUPATEN BLORA

 


Prodi Kebidanan Blora Poltekkes Kemenkes Semarang gelar pelatihan pengabdian masyarakat di Desa Purworejo, Kecamatan Blora membahas pendampingan ibu pasca melahirkan saat masa nifas

"Tim Pengabdian Masyarakat dari Politeknik Kesehatan Kemenkes Kampus Blora dan mahasiswinya, kembali gelar pelatihan kesehatan pasca kelahiran untuk menekan angka kematian Ibu di Desa Purworejo, Kecamatan Blora Kota"

Pelatihan Kader Posyandu 

BLORA, ME - Angka Kematian Ibu (AKI) di Kabupaten Blora pada tahun 2018 mencapai 13 kasus, 2019 ada 11 kasus, 2020 ada 10 kasus, tahun 2021 menjadi 23 kasus penyebabnya karena COVID-19, 2022 menjadi 6 kasus sehingga dapat disimpulkan bahwa Kabupaten Blora mengalami penurunan pada jumlah AKI, penyebab AKI antaranya Penyebab kematian ibu yang dapat diidentifikasi, paling banyak adalah preeklamsia (36,45%), perdarahan (19,91%), gangguan peredaran darah (8,10%), Covid (4,40%) dan gangguan system metabolism (1,62%). Sebanyak 24,07% penyebab lain-lain seperti TBC, emboli air ketuban, kanker, jantung, asma, dan lain-lain.

Masa postpartum merupakan masa kritis bagi seorang perempuan dan bayinya. Enam puluh persen kematian ibu terjadi pasca persalinan dan lima puluh persennya terjadi pada 24 jam pertama masa nifas. Hal ini mengingat pada masa nifas ibu bukan hanya fokus pada perawatan dirinya tapi juga bayinya, sehingga tanpa dukungan dan perhatian dari lingkungan beban tanggungjawab ibu pada masa nifas akan semakin terasa berat hingga berdampak pada komplikasi dan masalah pada masa nifas. 


Para Kader Kesehatan Desa nampak serius mengikuti pelatihan pendampingan Ibu masa Nifas

Pendampingan Ibu Nifas

Salah satu faktor pendukung adanya masalah pada ibu nifas ini, adalah belum terbentuknya kelompok pendamping Ibu Nifas, mengakibatkan minimnya informasi tentang manfaat dan pentingnya deteksi dini ibu nifas, ASI bagi bayi, perawatan neonatus, dan postpartum care. Setelah melakukan studi pendahuluan masalah, ibu nifas ini menjadi prioritas utama untuk segera ditindaklanjuti. 

Hal ini mengingat bahwa fokus perhatian penanganan masalah kesehatan, seringkali hanya berkutat pada kesehatan ibu hamil, bayi dan balita. Sehingga masalah terkait deteksi dini ibu pada masa nifas, rendahnya cakupan ASI esklusif maupun dukungan bagi ibu nifas seringkali luput dari perhatian karena terkesan bukan menjadi masalah penting. Pemberian konseling, informasi dan edukasi tentang tentang perawatan neonatus dan tanda bahaya bayi baru lahir juga perlu disampakain kepada masyarakat luas guna mencegah angka kematian bayi baru lahir. 

"Oleh karena itu kami (Elisa Ulfiana, Aulia Fatmayanti dan Ristiana) dan mahasiswa dari Program Studi Kebidanan Blora Program Diploma Tiga Poltekkes Kemenkes Semarang melaksanakan kegiatan Pengabdian Masyarakat dengan tema "Pelatihan Kader Kesehatan dengan Buku Pintar SIDINI (Siaga Deteksi Dini Ibu Nifas)". Kegiatan pengabmas dilaksanakan tanggal 24 Juli 2025 di Desa Purworejo, Kecamatan Blora diikuti oleh 23 Kader. " ungkap Aulia.

Apresiasi Pemerintahan Desa

Para Kader yang mengikuti pelatihan merasa terkesan, setelah mengikuti kegiatan ini, mereka merasa mendapatkan pengetahuan dan keterampilan, tentang perawatan masa nifas untuk pencegahan adanya komplikasi dimasa nifas, sehingga mereka akan bisa menyebarluaskannya informasi ini kepada masyarakat Desa Purworejo, khususnya ibu nifas dan keluarganya sehingga mampu mengurangi masalah dan gangguan pada masa postpartum

"Pengabdian masyarakat  ini, bertujuan mendukung program pemerintah dalam menurunkan Angka Kematian Ibu dan pelaksanaan Kegiatan ini selaras dengan tri dharma Poltekkes Kemenkes Semarang. Kerjasama yang baik antara perguruan tinggi, pemangku wilayah dan masyarakat secara optimal diharapkan bisa mengurangi resiko  dan komplikasi kesehatan yang terjadi dimasyarakat." ujar Elisa Ulfiana, pemateri dari Poltekkes Blora.

Dengan semakin bertambahnya pengetahuan masyarakat tentang kesehatan, diharapkan masyarakat bisa menjadi lebih sadar dan peduli terhadap kesehatannya sendiri sehingga terwujud masyarakat blora yang sehat dan sejahtera. Kepala Desa Purworejo, Harun menyambut baik dan menyampaikan terimakasih atas pelatihan dari Tim Pengabdian Masyarakat dari Poltekkes Kemenkes Kampus Blora.

"Kami ucapkan terimakasih atas dilaksanakannya pelatihan kader desa kami, terkait kesehatan ibu - ibu pasca melahirkan, hasil pelatihan ini, kami akan menindaklanjuti membentuk kelompok ibu - ibu yang pasca melahirkan, agar tetap sehat saat masa nifas" ujar Kades Harun.

Tim Pengabdian Masyarakat

Elisa Ulfiana, Aulia Fatmayanti, Ristiana

 



Posting Komentar

0 Komentar