Siap Sisir Anggaran, Opsi Hutang Tidak Prioritas

Hampir 77% jalanan di wilayah Kabupaten Blora dalam kondisi rusak dan banyak dikeluhkan oleh masyarakat untuk bisa dibangun kembali dengan kualitas lebih baik dan berumur lebih lama

"Akhirnya Pemkab Blora menyiapkan opsi, sisir anggaran APBD 2022, dari Rp. 300 Milyar hingga Rp. 400 Milyar, untuk difokuskan membiayai pembangunan infrastruktur jalan"

Sisir Anggaran Daerah

BLORA, ME - Hal itu diungkapkan oleh Plt Kepala Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah (BPPKAD), Slamet Pamudji yang mengungkapkan, bahwa Pemkab Blora tengah menyisir anggaran APBD tahun 2022 untuk difokuskan pada pembangunan infrastruktur jalan.

Sesuai dengan arahan dari Presiden Joko Widodo yang menginginkan adanya fokus pembangunan di suatu daerah. Dengan fokus pembangunan jalan tersebut, maka hasilnya pun juga akan dapat dilihat dan dirasakan masyarakat.

“Kalau mau kelihatan hasil pembangunan di suatu daerah memang harus fokus, kita tidak bisa diratakan kemudian tidak kelihatan. Harus fokus salah satu sektor dulu itu baru nanti bisa kelihatan,” ungkapnya, hari ini Senin (10/05).

Prioritas Untuk Jalan

Slamet Pamudji menambahkan, Hal tersebut dijalankan untuk mewujudkan visi, misi dan pemikiran Bupati Blora yang menginginkan fokus ke infrastruktur jalan. Sehingga di APBD 2022 nanti, arahnya adalah fokus dananya untuk pembangunan infrastruktur jalan, yang kondisinya sudah sangat memprihatinkan, dan dikeluhkan oleh masyarakat Blora.

“Kegiatan-kegiatan OPD yang sekiranya masih belum prioritas, bukan berarti tidak penting ya, tapi belum menjadi prioritas utama coba agak mungkin ngalah sedikit, akan kita fokuskan ke infrastruktur jalan,” jelasnya.

Kisar Ratusan Milyar

Dari penyisiran APBD 2022 tersebut,  diproyeksikan mencapai angka sekitar Rp 300 sampai Rp. 400 Milyar khusus untuk infrastruktur jalan. Sehingga opsi hutang tidak lagi menjadi pilihan yang harus diambil, untuk pelaksanaan visi "Dalan Alus" sesuai janji Bupati terpilih.

Sebagai informasi, seperti yang diberitakan sebelumnya, 77,71 % atau 940,91 kilometer jalan di Kabupaten Blora dalam kondisi rusak. Sementara sisanya dalam kategori baik yakni 269,93 km atau 22,29 %. 

“Angka ini masih dinamis, kita juga belum menghitung DAK. Ini kita masih menghitung DAU dan PAD. Kalau ada DAK dan sebagainya kan bisa lebih. Ada beberapa opsi kan termasuk kalau kita kekurangan dana, dan sebagainya kita kan ada opsi hutang dan sebagainya, ini yang akan kita coba hitung, tapi kalau memang nanti kita sudah bisa, kira-kira mampu sekitar 400 milyar lah, itu saya pikir sudah kita tidak opsi pinjam. Tapi kalau masih perlu pinjam nanti akan dikaji lebih dalam,” tandas Pak Mumuk, panggilan akrab Slamet Pamuji ini. (HMS)


Posting Komentar

0 Komentar