Setiyadji : "Jangan Kambing Hitamkan Rakyat Terus!"

"Anggota DPRD Blora dari Partai Gerindra, angkat suara terkait permasalahan pupuk bersubsidi yang terus berulang di Blora, dan meminta jangan kambinghitamkan rakyat petani"

Setiyadji Setijawidjaya,SH
Kemelut Pupuk Bersubsidi

BLORA, ME - Dewan Penasehat DPC Partai Gerindra Blora, yang sekaligus anggota DPRD Blora dari Komisi C, merasa geram terkait permasalahan distribusi pupuk yang terus terjadi dan terulang kembali, di setiap masa tanam petani. Benang ruwet itu, terjadi karena sistem yang kurang efektif, bahkan malah menyulitkan bagi petani.

"Masalah pupuk ini sudah mengakar, tidak pernah ada penyelesaian untuk petani, kasihan rakyat petani selalu dikambinghitamkan, dari dulu kita bahas masalah ini, tidak pernah ada titik temu, makanya kalo perlu di gudang - gudang pupuk yang ada puluhan ton, atau ratusan ton itu, dirampok saja, ngapain susah lha gimana daripada rakyat selalu dikalahkan oleh sistem yang buruk begini," tegasnya.

Dukung Gerakan Petani

Saat disinggung terkait gerakan - gerakan pro petani yang diinisiasi oleh Sedulur Relawan Tani (Sentani), yang juga aktif menyoroti penyelewengan distribusi pupuk bersubsidi di Blora. 

"Saya sangat mendukung gerakan - gerakan petani di Blora, karena sudah berkali - kali kita bahas, dengan pabrik, distributor, selalu tidak menemui jalan, buntu, malah petani dijadikan kambing hitam, mestinya mereka sudah tahu, berapa kebutuhan pupuk bersubsidi dan non subsidi, namun ini dipermainkan, jadinya rakyat petani miskin, lagi - lagi yang jadi korban," 

Terkait Operasi Pupuk

Di saat yang sama, politisi dari Cepu ini juga mengharap agar aparat penegak hukum yaitu Kepolisian, untuk tegas mengusut kasus penyelewengan distribusi pupuk bersubsidi. Dia meminta dibersihkan, tuntas untuk kebaikan Indonesia.

"Saya dukung aparat Kepolisian untuk tegas, menegakkan hukum, kalo mau Indonesia bersih, habisi sekalian sampai ke akar - akarnya, tidak hanya operasi - operasi saja, ujung - ujungnya gak jelas, karena kalah dengan sistem yang buruk ini, negara kita kaya raya, sumber daya alamnya banyak, negara agraris, tapi kenapa rakyatnya masih miskin, maaf karena manusianya masih korupsi," tandasnya. (Rome)


Posting Komentar

0 Komentar