TEMPUH RIBUAN KILOMETER, SULAWESI BARAT KIRIMKAN 9 TIM TARI DI FBC 2020

Tim Tari dari Sulawesi juga lihai memainkan tarian Jawa, sesuai Thema Bambangan Cakil


Diikuti Seniman Sulawesi 

Blora, ME -  Semangat para seniman yang beradu karya di tengah situasi pandemi dalam Festival Bambangan Cakil (FBC) 2020 patut diacungi jempol. Pasalnya, para seniman tetap menjaga totalitas dalam berkesenian sekaligus konsisten menjalankan protokol kesehatan.

Seperti yang ditunjukkan para penari dari Polewali Mandar Sulawesi Barat. Mereka menempuh jarak ribuan kilometer untuk mengikuti festival yang berlangsung di Desa Pengkoljagong Kecamatan Jati Kabupaten Blora ini.

Rombongan Sulawesi Barat tiba di lokasi acara, Balaidesa Pengkoljagong pada Selasa (22/12) sore. Segera, seluruh rombongan menjalani pemeriksaan temperatur tubuh kemudian beristirahat dan membersihkan diri di lokasi transit yang telah disediakan panitia.

Disiplin Protokol Kesehatan

Selepas mahgrib, tim tari Sulawesi Barat mengikuti agenda ramah tamah bersama Kepala Desa (Kades) Pengkoljagong di Pendopo Kridha Manggala Balai Desa Pengkoljagong dengan tetap menjalankan 3M (mengenakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak).

Dalam sesi ramah tamah tersebut, tuan rumah FBC dan delegasi tari Sulawesi Barat saling bertukar cerita. Berbagai sajian khas pedesaan disajikan dalam ramah tamah tersebut, disajikan pula produk UMKM Pengkoljagong seperti Wedang Secang kepada delegasi tari tersebut.

“Ini sekaligus menjadi ajang promosi UMKM buatan warga desa. Kita ingin mendongkrak perekonomian warga melalui festival ini,” harap Kades Pengkoljagong, Sugiyono.

Pelukis Dari Blora

Tak hanya itu, kedatangan para penari dari Sulawesi Barat juga disambut para seniman lukis dari Blora. Para pelukis Blora membuat mural yang menggambarkan perjalanan para seniman Sulawesi menuju Jawa dengan mengendarai kapal. 

“Ini sambutan dan ucapan selamat datang kami kepada delegasi tari dari Sulawesi Barat. Kita lukis pada bidang tembok depan balaidesa,” terang seniman mural Blora, Mei Candra.

Di sisi lain, perwakilan delegasi tari dari Sulawesi Barat, Anddi Idham Jasin menilai FBC 2020 merupakan festival yang luar biasa. Pihaknya berharap dengan mengikuti festival ini dapat menambah pengalaman sekaligus belajar tarian Jawa.

“Ini even yang luar biasa. Sekelas desa bisa membuat even yang berskala nasional. Ini juga merupakan kesempatan bagi kami untuk belajar tarian khas Jawa, khususnya Jawa Tengah,” ujarnya.

Kirim 9 Tim Tari

Dalam kesempatan ini, Sulawesi Barat mengirim 9 tim tari. Terdiri atas 5 penari untuk kategori umum dan 4 tim tari untuk kategori pelajar. Lima tim kategori umum meliputi Sanggar Tie Tie, Sanggar Titie Mandar, dan Sanggar Seni Sipatuo Mammesa.

Kemudian, Sanggar Seni Sureq Mariri serta Sanggar Seni Sureq Salaka. Sedangkan untuk kategori pelajar meliputi Sanggar Sulapa Appe, Sanggar Kalaki, Studio Tari 417, dan Sanggar Kala_Q Mandar. Studio Tari 417 tampil hari ini, Rabu (23/12) dengan tarian Bambangan Cakil. (Tim Publikasi FBC 2020)

Posting Komentar

0 Komentar