Wabah Covid 19, Membuat Perajin Batik di Blora Terpuruk




BLORA,ME- Hari batik yang jatuh pada tanggal 2 Oktober tahun ini menjadi kado pahit bagi sejumlah perajin batik indonesia. Bagaimana tidak, wabah Covid -19 membuat usaha mereka terpuruk. 

Salah satunya yang dialami perajin batik difabel Indonesia di Kabupaten Blora. Sejak wabah melanda, produksi batik mereka berhenti total. 

"Dampak paling besar itu sekitar dua bulan kemarin. Itu produksi tidak ada sama sekali. Semua teman-teman menganggur tidak bisa bekerja," ucap Ghofur di Sekretariat rumah batik difabel Indonesia, di Desa Kamolan, Blora, Jumat (2/10). 

Demi untuk berjuang hidup, dikatakan Ghofur, sejumlah motif baru pun diciptakan. Terbaru, pihaknya menciptakan motif batik Corona yang terinspirasi dari wabah virus tersebut. 

"Kita buat motif batik Corona kemarin, cukup membantu teman-teman bisa bekerja kembali. Cukup lumayan ada 60 potong pesanan batik," ungkapnya. 


Ghofur berharap, ada lebih banyak lagi warga yang memesan batik motif Corona karya rumah batik difabel Indonesia. Sehingga para penyandang disabilitas tetap bisa bekerja di tengah Pandemi. 

"Harapannya ya semoga lebih banyak lagi yang pesan batik Corona. Agar teman-teman difabel tetap bisa bekerja dan berdaya," harapnya. 

Perlu diketahui, batik difabel Indonesia dibuat para penyandang disabilitas yang tergabung dalam Difabel Blora Mustika. Batik tersebut sudah berdiri sejak 7 tahun lalu.(Rome/ag)

Posting Komentar

0 Komentar