Selama Pandemi Produksi Batik Difabel Blora Turun Drastis



Perajin Batik Difabel Indonesia di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Rabu (15/07/2020) (foto: ag/Blora.ME)


BLORA, ME- Pandemi virus Corona berdampak langsung terhadap sejumlah pelaku UMKM di Indonesia.  Tak terkecuali yang dialami perajin Batik Difabel Indonesia di Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Sudah hampir 3 bulan lamanya, produksi batik mereka turun drastis. Sepinya permintaan pasar membuat omzet ikut turun.

"Kalau untuk kita dampaknya luar biasa mas.  Bisa dikatakan 80 persen produksi turun. Kita biasanya sebulan ada 30 sampai 50 pesanan, ini paling 3 sampai 5 saja. Tapi tetap kita layani, buat pekerjaan teman-teman," kata ketua perajin Batik Difabel Indonesia,  Abdul Ghofur, Rabu (15/7).
Ghofur mengakui, pandemi virus Corona saat ini memaksanya mengatur strategi agar produksi batik tetap berjalan. Salah satunya dengan meliburkan beberapa karyawan.

"Kalau biasanya kita bisa libatkan 10 orang, saat ini paling separuhnya. Karena memang permintaan sepi, namun di satu sisi kita ingin produksi tetap berjalan agar tetap ada pemasukan buat teman-teman,"ungkapnya.

Lebih lanjut, Ghofur mengaku telah mengajukan bantuan ke kementrian UMKM untuk keberlangsungan usahanya itu. Namun, hingga kini bantuan yang diharapkan belum juga turun.
"Kalau bantuan kita sudah ajukan ke pusat 2 bulan lalu. Kita ajukan 50 juta sebagai stimulan. Tapi ya memang sampai sekarang belum cair," paparnya.

Ghofur berharap agar Pemkab Blora juga ikut peduli terhadap nasib batik difabel ini. Terlebih dampak besar sedang dihadapi batik difabel ini selama masa pandemi.
"Paling gak Pemkab juga kasih bantuan ke kita lah. Masak yang baru-baru saja dapat, kita yang sudah lama ada gak dapat," harapnya.(Rome)

Posting Komentar

0 Komentar