Kemampuan Pimpinan Dewan Diragukan?

Foto : Tujuh anggota Dewan dari 3 Fraksi gelar konferensi pers sikapi polemik pembentukan Komisi C dan D

"Kinerja Pimpinan DPRD Blora kembali dipertanyakan kemampuannya oleh tiga Fraksi, atas alotnya pembahasan Alat Kelengkapan Dewan, terutama di pembentukan Komisi. Rakyat menjadi harap - harap cemas, atas kinerja para anggota Dewan."

Konferensi Pers Dewan
Sebanyak tiga fraksi menggelar konferensi pers, di ruang rapat Komisi D, Gedung DPRD Blora, selepas sholat maghrib, pada Kamis petang (10/10/2019).

Tiga Fraksi tersebut adalah Fraksi PPP, Jariman dan Achlif Nugroho, Fraksi Demokrat Hanura, HM Warsit, Supriedi, Iwan Krismiyanto dan Yusuf Abdurrahman dan Fraksi PKS Gerindra yang disingkat dengan Fraksi "Seger", yaitu Susanto Budi Susetyo. Achlif Nugroho Widhi Utomo, dari Fraksi PPP membuka konferensi pers tersebut. Untuk menyikapi polemik pembentukan komisi - komisi yang kembali buntu.

"Kami ingin menjelaskan proses pembentukan komisi - komisi yang mestinya sudah sah, sesuai tata tertib, peraturan perundang - undangan yang berlaku, dan telah dibacakan di sidang, namun tidak segera diputuskan, padahal sudah diskors hingga 2 jam lebih, Ada apa ini, padahal ini sudah sesuai regulasi," ungkapnya.

Kinerja Pimpinan Dewan
Sementara itu, disaat yang sama, HM. Warsit juga melampiaskan kegeramannya atas kinerja seluruh Pimpinan Dewan yang ada.

"Pimpinan Dewan telah melanggar sumpah janjinya, untuk bekerja mengutamakan kepentingan rakyat, daripada kepentingan golongannya, dan saya ragu kemampuan mereka (Pimpinan DPRD.red) dalam memahami peraturan perundangan yang ada, padahal ini waktu sudah mepet, dan rakyat menunggu kerja kita, kalau molor terus kasihan rakyat, dan ini tidak professional, urusan Dewan kok bawa - bawa Bagian Hukum segala, itu pemborosan anggaran, biarlah nanti rakyat yang menilai," tandasnya kepada para awak media dalam konferensi pers tersebut.

Sudah Setor Nama
Santoso Budi Susetyo dari PKS pun menandaskan, agar polemik ini segera diakhiri. Karena seluruh proses sudah dijalankan.

"Keputusan harusnya segera diambil tadi, bukan dibiarkan mengambang seperti ini, kami sudah setorkan nama - nama, untuk duduk di komisi - komisi, sesuai dengan kompetensi anggota fraksi yang ada ini," ujarnya.

Tak ketinggalan, Iwan Krismiyanto dari Partai Demokrat ikut ambil suara, mengecam kinerja Pimpinan Dewan, dan mengungkapkan bahwa Komisi - Komisi yang ada harus diisi dengan anggota yang kompeten.

"Komisi C bidang infrastruktur dan Komisi D, bidang Pendidikan dan Kesehatan, harus diisi oleh orang - orang yang kredibel, dan memiliki kompetensi di bidangnya, nama - nama yang kami ajukan sudah memenuhi, tidak boleh asal - asalan untuk meningkatkan pengawasan di dua Komisi tersebut," tandasnya. (Rome)

Posting Komentar

0 Komentar