TEMU AGENG SEDULUR SIKEP SAMIN

Pertemuan para tokoh Sikep Samin dan keturunannya dari 4 Kabupaten

Program Indonesiana
Blora. Minggu 23 September 2019.
Sudah sejak pagi kampung samin dukuh Blimbing Sambong berdatangan para pengikut sikep. Mereka akan menghadiri temu ageng sedulur sikep yang diadakan dalam rangka acara Indonesiana Festival Cerita dari Blora. Pertemuan ini adalah pertama kalinya setelah 100 tahun Samin Surosentiko menyebarkan ajarannya. Temu ageng ini diharidi oleh para sedulur sikep dari Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Kudus, kabupaten Pati dan Blora sebagai tempat pertemuan.
Sekretaris Direktorat Jenderal (Sesditjen) Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI, Sri Hartini yang turut hadir dalam acara tersebut menyampaikan bahwa Temu Ageng ini menjadi tonggak sejarah. Selama 100 tahun lebih belum ada pertemuan seperti ini.
Wakil Bupati Blora, H. Arief Rohman, MSi 
berikan sambutan dalam Temu Ageng Sedulur Sikep
"Kalaupun ada pertemuan, itupun hanya diikuti kelompok-kelompok kecil Sedulur Sikep Samin,’’ ujar Sesditjen Kebudayaan Kemendikbud Sri Hartini saat menyampaikan sambutan Temu Ageng Sedulur Sikep, Minggu (22/09/2019).

Peringatan 100 Tahun
100 tahun lebih tersebut dihitung setelah Samin Surosentiko ditangkap Belanda 18 Desember 1907 kemudian diasingkan dan di Sumatera Barat dan meninggal pada tahun 1914. Menurutnya Temu Ageng di Blora digelar dalam rangka mempererat silaturahmi, mencocokan kembali ajaran Samin dalam laku kehidupan bagi keturunan dan pengikut ajaran yang disebarkan Samin Surosentiko yang tersebar di berbagai kabupaten. Sebab, selama 100 tahun lebih tidak pernah digelar pertemuan, bahkan faktanya tidak saling kenal sesama sedulur. Event yang kali pertama dihelat itu merupakan rangkaian Platform Indonesiana Cerita dari Blora 2019.
"Nilai-nilai ajaran Samin turun temurun dari generasi ke generasi dan masih tetap dipegang teguh hingga kini. Dalam ajaran Samin, apa yang diucapkan dengan yang dilakukan adalah sama. Kami ingin ini menjadi contoh warga lainnya,’’ tutur Sri Hartini menandaskan

Diikuti Ratusan Tokoh
Sejumlah tokoh Sedulur Sikep Samin yang mengikuti Temu Ageng di antaranya tuan rumah Pramugi, Lasio dan Poso (Klopoduwur-Blora), Gunretno (Pati), Gunarti (Pati), Budi Santoso (Kudus), Bambang Sutrisno (Bojonegoro). Ratusan warga Sedulur Sikep dari empat kabupaten hadir pula dalam pertemuan tersebut. Tak hanya orang tua, pemuda, remaja dan anak-anak putra dan putri juga mengikuti pertemuan dengan mengenakan pakaian hitam.
Wakil Bupati Blora H. Arief Rohman dalam sambutannya menyampaikan,
“Semuanya hadir ngraketke seduluran (semua yang datang untuk mempererat persaudaraan-red) dalam acara Temu Ageng Sedulur Sikep yang dipimpin sesepuh Kampung Samin Blimbing, Mbah Pramugi, ada Mbah Lasiyo, Mas Gunretno dari Pati, rombongan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan masih banyak lainnya. Ada seratusan orang” ungkapnya.

Sertifikat Warisan Budaya
Di kesempatan itu, Wabup menyerahkan sertifikat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI yang menetapkan Sedulur Sikep Samin Blora sebagai warisan budaya tak benda Indonesia. Sertifikat diserahkan kepada Pramugi. Para tokoh dan warga Sedulur Sikep Samin menyampaikan pemikiran dan pendapatnya masing-masing di sesi yang telah disediakan. Pemikiran dan pendapat tentang berbagai hal tentang Samin itu kemudian direkam.
‘’Nantinya akan ada output dari Temu Ageng ini. Entah itu berupa video, buku ataupun lainnya dari pemikiran dan pendapat yang disampaikan itu. Sehingga generasi penerus dan masyarakat lainnya tahu hal-hal yang terkait Sedulur Sikep Samin dari orang-orang Samin sendiri. Output dibuat Sedulur Sikep Samin,’’ kata Amrih Widodo dari Australia National University. (Bay/me)

Posting Komentar

0 Komentar