SEKOLAH PEMBENTUKAN BINTARA TNI AU UNTUK PEMBINAAN KARIER

Dankodiklatau, Marsekal Muda Diyah Yudanardi memeriksa pasukan di Upacara Penututupan Setukba TNI AU
Penutupan Setukba TNI AU
SURAKARTA, ME - Sebanyak 359 Bintara baru mantan siswa Sekolah Pembentukan Bintara TNI AU Angkatan ke-35 dan 7 Bintara baru mantan siswa Setukba Kilat Angkatan ke-2 telah menyelesaikan pendidikan di Skadik 403 Lanud Adi Soemarmo.

Pemasangan tanda kenaikan pangkat dari Tamtama ke Bintara 
usai ikuti Setukba TNI AU oleh Dankodiklatau Marsekal Muda,
Diyah Yudanardi
"Mereka telah menempuh pendidikan selama 3 bulan untuk Setukba TNI AU A-35 dan 1 bulan untuk siswa Setukba Kilat A-2." ungkap Komandan Kodiklatau Marsekal Muda TNI Diyah Yudanardi selaku Inspektur Upacara pada Upacara Penutupan Pendidikan Sekolah Pembentukan Bintara TNI AU Angkatan ke-35 dan Sekolah Pembentukan Bintara Kilat Angkatan ke-2 di Lapangan Dirgantara Lanud Adi Soemarmo. Rabu (31/7).

Dalam kesempatan tersebut Komandan Kodiklatau menyampaikan bahwa pelaksanaan Pendidikan Setukba dan Setukba Kilat merupakan salah satu implementasi dari kebijakan pimpinan TNI AU dalam pembinaan karier prajurit TNI Angkatan Udara.

Tujuan Pendidikan Setukba
"Setukba adalah Pendidikan Pembentukan Bintara untuk membentuk dan mengembangkan Tamtama terpilih yang memenuhi syarat menjadi Bintara, dan ditempuh melalui pendidikan dasar golongan pangkat." tambahnya.  

Meningkatnya golongan kepangkatan tersebut mengandung konsekwensi logis,  dimana tingkat keterampilan dituntut lebih tinggi, dari semula sebagai Tamtama dengan tingkat keterampilan pelaksana dan pelaksana lanjutan.

"Menjadi Bintara dengan tingkat keterampilan Pelaksana Kepala, Pembantu Pengawas, serta diharapkan mampu mengembangkan diri untuk mencapai tingkat keterampilan Pengawas yang memiliki kemampuan memimpin, membina dan mengawasi serta berpengetahuan luas," ujar Dankodiklatau.

Era Revolusi Industri 4.0
Lebih lanjut Dankodiklatau menekankan kepada seluruh lulusan Setukba dalam menghadapi berbagai macam penugasan di era Revolusi Industri 4.0.

"Tingkatkan terus Ketaqwaan dan rasa syukur kepada Tuhan YME, pegang teguh dan implementasikan Nilai-Nilai Keprajuritan, Sumpah Prajurit, Sapta Marga, dan 8 Wajib TNI, Tumbuh kembangkan karakter Inisiatif, Kreatif, Improvisatif, Inovatif, dan Ikhlas, Tingkatkan terus Kompetensi, Integritas, dan Kinerja sesuai dengan tingkat kepangkatan dan jabatan yang saudara miliki, serta kuasai kemampuan saudara untuk mengoperasikan komputer dan internet, serta pengetahuan dan keterampilan tentang tata kelola naskah sesuai Buku Petunjuk Administrasi Umum TNI AU, sebagai kompetensi dasar yang harus dimiliki oleh seluruh prajurit TNI AU di era milenial saat ini." tandasnya.

Terpilih sebagai siswa terbaik Setukba TNI AU A-35 Serda Jupri Trianto dan  Serda Slamet Hariadi sebagai siswa terbaik Setukba Kilat TNI AU Angkatan ke-2. Upacara Penutupan Pendidikan ini dihadiri Pejabat dari Kodiklatau, Lanud Adi Soemarmo dan Depohar 50.
(Kapentak/nug/me)



Posting Komentar

0 Komentar